HANTU-HANTU CANTIK

HANTU-HANTU CANTIK
Melepas Rindu


__ADS_3

Waktu terus melaju dengan cepat, dan kini hari sudah berganti lagi. Pukul enam pagi, Ozil baru saja bangun dari tidurnya, Seperti biasa, dia akan menjalaankan rutinitasnya sebagai pekerja bersih bersih di tempat kerjanya yang lama. Begitu bangun, Ozil berbegas ke kamar mandi hanya untuk buang air dan gosok gigi, lalu memakai celana kolor untuk melakukan bersih bersih.


Sejak peristiwa dirinya menjadi penolong bagi tujuh wanita orang kaya, sebenarnya kehidupan Ozil sudah berubah. Dari segi moral dan sosial, nama Ozil semakin terkenal sebagai sosok pria sejati yang baik hati. Secara ekonomi, kehidupan Ozil juga semakin bagus. Tentu saja di kampung sana, orang tua Ozil juga ikut merasakan dampak dari hasil perbuatan Ozil.


Sekarang di kampung sana, banyak sekali orang yang mengaku akrab dengan Ozil dan bahkan menganggapnya saudara. Jika ada seeorang yang mencari informasi tentang Ozil, banyak yang menyanjung Ozil setinggi langit. Entah apa maksudnya mereka melakukan hal itu, tapi yang jelas keadaan Ozil memang berubah secara drastis.


Jika mau, Ozil sebenarnya bisa saja keluar dari pekerjaannya yang sekarang dan memilih mengikuti arus karena namanya sedang viral dan terkenal dimana mana. Apa lagi banyak tawaran yang sangat menggiurkan bagi Ozil untuk merubah nasibnya. Namun untuk saat ini, Ozil belum bisa memutuskan apa apa. Dalam pikiraanya, Ozil hanya ingin melakukan kehidupan yang seperti biasanya saja.


Saat Ozil sedang melakukan tugasnya, mata Ozil menangkap beberapa orang berada di luar pintu gerbang. Dari gerak geriknya mungkin mereka adalah wartawan atau orang yang mungkin ingin bertemu Ozil. Beruntung ini adalah hari sabtu, jadi kantor tutup dan Ozil tidak membuka pintu gerbang.


"Kalau banyak orang yang mencariku, gimana caranya aku nanti cari makan untuk sarapan? Udah kayak artis aja aku, sampai diburu banyak orang," gumam Ozil sambil mengintip keadaan di luar pintu gerbang. Padahal masih jam enam pagi, tapi para pemburu berita bisa bisanya sudah berkeliaran di sana.

__ADS_1


Karena tidak mau berurusan dengan orang yang mencarinya, Ozil memutuskan untuk tidak membersihkan area depan kantor untuk sementara waktu. Biar tidak terlihat, Ozil memilih membersihkan area dalam saja terlebih dahulu. Setelah selesai, Ozil memilih kembali ke kamar dan berpikir apa yang akan dia lakukan saat ini. Hingga beberapa saat kemudian ponsel Ozil berdering dan ada nomer asing yang melakukan panggilan telfon.


"Hallo!" ucap Ozil begitu ponsel sudah menempel pada telinganya. "Apa! Iya iya, aku keluar!"


Ozil segera bangkit dari berbaringnya, meraih kaos tanpa lengan dalam lemari dan memakainya, lalu dia segera keluar dari kamar menuju pintu kamar. Senyum Ozil terkembang sempurna saat melihat seseorang yang sangat dia kenal dan juga dia rindukan berdiri di depan pintu gerbang sembari tersenyum kepada Ozil. orang itu juga sedang dikerubuti beberapa orang.


"Seruni!" seru Ozil sambil berjalan cepat untuk segera membuka pintu gerbang.


"Apa kalian ada hubungan spesial?" tanya salah satu orang yang memang sedari tadi sedang ikut berkerumun di luar gerbang.


"Tidak," bantah Seruni begitu dia melepas pelukannya. "Mungkin kalau ke enam wanita yang Ozil tolong sudah sadar, mereka pasti akan melakukan hal yang sama. Kalian pasti juga akan melakukannya pada orang yang telah menyelamatkan hidup kalian, bukan?"

__ADS_1


"Hahaha ... benar juga," balas orang itu. "Minta waktunya, dong, kami ingin mewanwancarai Ozil secara ekslusif nih? Kapan Ozil ada rencana untuk berbicara secara langsung pada masyarakat? Secara Ozil belum banyak berkomentar dengan merebaknya kasus yang baru saja kalian alami?"


Jika Ozil terlihat bingung, Seruni justru malah terrsenyum. "Nanti ada waktunya. Ozil hanya sedang menunggu kabar ke enam wanita lainnya siuman dan kami akan berbicara bersama sama, tunggu aja ya," ucap Seruni dengan penuh keyakinan. Sedangkan Ozil malah terlihat kaget, mendengar ucapan Seruni tapi dia tidak membantahnya sama sekali.


Setelah memberi keterangan beberapa saat, Seruni pamit karena dia ingin menghabiskan waktu berdua dengan Ozil. Orang orang itu pun mengerti, setelah mendapat jawaban yang cukup membuat mereka puas.


"Kamu kesini sama siapa, Run?" tanya Ozil begitu mereka berdua sudah berada di dalam kamar. Bahkan mereka langsung berbaring berdua dengan tubuh saling menempel layaknya sepasang kekasih. Sebenarnya Ozil ngajak Seruni duduk, tapi wanita itu merengek minta rebahan bareng. Ozil mana mungkin bisa nolak.


"Aku tadi diantar supir, Bang," jawab wanita yang sedang merebahkan kepalanya di dada Ozil. "Aku tuh kangen banget sama kamu, Bang. Saat sadar kemarin, aku bisa bisanya langsung keingat kamu."


"Aku juga, aku kangen kamu dan semuanya, Run," ucap Ozil dengan berubah jadi sendu.

__ADS_1


...@@@@@...


__ADS_2