
"Waduh! Cuma ada kolor!" pekik Ozil begitu membuka lemari dan menelisik pakaiannnya. Untuk atasan mungkin wanita yang saat ini sedang mandi mau menggunakan kaos. Tapi untuk bagian bawah, hanya ada celana kolor. Celana pendek juga ada tapi kotor, Ozil belum sempat mencucinya. Yang tidak ada, kain segitiga untuk menutupi benda di bawah perut. "Coba aja deh suruh pakai kolor, kali aja dia mau."
Setelah cukup lama Ozil menunggu wanita itu mandi sambil memainkan ponsel, kini wanita itu masuk ke kamar hanya dengan menggunakan handuk. Mata Ozil langsung melebar dan sempat terpesona dengan apa yang dilihatnya saat ini. Wanita itu terlihat sangat cantik dengan kaki putih dan mulus pada bagian pahanya. Ozil bahkan sampai kesulitan menelan salivanya sendiri.
"Aku memakai baju yang mana?" pertanyaan dari wanita itu langsung membuyarkan pikiran Ozil yang sudah berkelana kemana mana.
"Eh, ini," ucap Ozil agak tergagap, sambil menyerahkan kaos dan celana kolor. "Pakai ini nggak apa apa kan?"
Untuk sesaat kening wanita berkerut, tapi tak lama setelahnya dia tersenyum dan senyumannya sukses membuat Ozil terpana. Wanita itu celingukan seperti orang bingung. Kening Ozil berkerut lalu tak lama setelahnya dia mengerti kalau wanita itu sedang bingung mau mengenakan pakaiannya dimana. Ozil pun mengalah, dan dia keluar kamar sebentar.
"Sudah!" wanita itu berseru menandakan kalau dirinya sudah memakai pakainnya. Ozil masuk dan tersenyum canggung. Kaosnya ternyata terlihat longgar, begitu juga dengan celana kolor yang dipakai. Ozil dan wanita itu lantas duduk di lantai dengan posisi berhadapan dan bersandar di setiap sisi kamar yang berbeda.
"Kamu duduk di tempat tidur aja, lantainya dingin," ucap Ozil menghalau kecanggungan.
"Kamu juga duduk disitu, masa aku duduk di sana. Ya nggak mau," wanita itu menolaknya.
__ADS_1
"Kamu lancar menggunakan bahasa sini. Jangan jangan kamu sebenarnya bukan berasal dari luar negeri?" Ozil kembali membahas hal itu.
"Aku tidak tahu. Seandainya tahu, mungkin aku sudah bilang sama kamu sedari tadi," balas wanita itu. "Nanti kamu tidur disini juga?"
Kening Ozil sontak berkerut. Sebenarnya hal itu juga yang mengganggu pikirannya saat ini. Ozil bisa saja tidur di sofa yang ada di dalam kantor, tapi dia merasa tidak enak, selain ada cctv, dia juga tidak mau dikatakan melunjak hanya gara gara sang bos baik pada Ozil. "Emang kenapa kalau aku tidur disini."
Wanita itu malah tersenyum tipis. "Ya tidak apa apa. Maaf telah membuat hidup kamu merasa sulit. Besok aku akan segera pergi dari sini."
"Mau pergi kemana? Nama kamu sendiri saja kamu tidak tahu. Kalau kamu dalam bahaya lagi bagaimana?"
Wanita itu menunduk. "Setidaknya aku disini tidak merepotkan kamu."
"Di sini aja. Nanti kamu yang tidur di sana," tolak wanita itu.
"Jangan ngeyel, nanti kalau kamu sakit bagaimana? Aku juga yang repot nantinya," Ozil terlihat sedikit kesal.
__ADS_1
"Terus kamu nanti tidur dimana?" bukannya langsung menjawab, Ozil malah terdiam karena dia juga bingung akan tidur dimana jika kasurnya dipakai wanita itu. "Tuh, kamu aja bingung mau tidur dimana. Aku tidur di sana, tapi kamu juga iya? Gimana? Kita tidur di satu tempat, ya?"
"Apa!" Ozil memekik dengan mata sedikit membulat.
Sementara itu di tempat lain. Kelima hantu sedang mendatangi tempat dimana dia menolong wanita yang saat ini sedang bersama Ozil. Saat mereka datang ke lokasi kejadian, terlihat, pria yang tadi pingsan sedang duduk dengan pria lain. Mungkin dia adalah rekan kerjanya. Pria yang tadi pingsan terlhat sedang kesal. Para hantu pun mendekati dua pria itu untuk mendengarkan pembicaraan mereka.
"Kamu yakin, wanita itu punya kekuatan misterius?" tanya pria yang memakai kemeja hitam. Wajahnya sangar dengan tubuh tegap dan bertato.
"Ya elah, kamu lihat sendiri kan kamar yang tadi berantakan banget. Itu tuh ulah dia. Untung aja aku nggak dihabisi," balas pria pemakai kaos biru, yang tadi sempat pingsan. Para hantu yang mendengarnya hanya bisa terkikik mendengarnya.
"Kalau dia punya kekuatan ya wajar sih, bukankah dia wanita terakhir incaran bos kita?" ucap pria berkemeja.
"Katanya sih gitu, wanita itu dan juga kelima wanita yang ada di markas, akan membuat bos kita kuat tak tertandingi."
"Hahaha ... kasihan banget ya lima wanita itu. Berita mereka sudah hilang."
__ADS_1
"Lima wanita? Apa itu kita?" ucap salah satu hantu dan mereka saling pandang dengan berbagai macam pertanyaan.
...@@@@@...