HANTU-HANTU CANTIK

HANTU-HANTU CANTIK
Rencana Tak Terduga


__ADS_3

"Kalau dilihat dari atas sini, pemandangan ibu kota, sangat indah ya?" ucap seorang pria muda dengan mata memandang suasana kota besar di di sore hari dari salah satu unit apartemen milik wanita yang berdiri tidak jauh dari keberadaannya. Pria bernama Ozil itu terlihat begitu takjub dengan apa yang dilihatnya saat ini.


Sementera itu wanita yang bersama Ozil, hanya tersenyum tanpa ada niat untuk membalas ucapan pria itu. Wanita yang memiliki dua nama panggilan itu tahu kalau pemuda yang bersamanya sedang kagum dengan sesuatu yang baru dilihatnya sejak pria itu hidup di kota besar. Sejak masuk ke dalam apertemen, pemuda itu memang tidak henti hentinya menunjukan rasa kagumnya dengan semua yang dia lihat.


"Oh iya, katanya kamu punya rencana?" tanya Ozil saat dia teringat dengan kedatangannya ke apartemen Seruni. Pria itu menoleh, menatap wanita yang juga sedang menoleh ke arahnya. "Apa rencana kamu? Kita sudah di apartemen loh."


Bukannya langsung menjawab, Seruni malah tersenyum lalu mendekat ke arah Ozil dan meletkan mulutnya di dekat telinga pria itu. Ozil seketika langsung terperangah begitu mendengar kata yang dibisikan Seruni. Tiba tiba jantung Ozil langsung berdegup dengan cepat.


"Kamu serius?" tanya Ozil untuk memastikan rencana yang baru saja Seruni katakan. Melihat Seruni mengangguk dengan antusias dan senyum tanpa rasa ragu, membuat Ozil malah dilanda resah. "Tapi, nanti nasib kelima hantu itu gimana? Kalau kamu ketahuan?"

__ADS_1


Dengan senyum yang masih merekah, Seruni menggerakan kedua tangannya dan melingkarkan tangan itu pada leher Ozil. "Kan sudah ada Zhang sebagai target terakhir. Aku yakin jika Zhang pun melakukan hal yang sama dengan apa yang aku lakukan sama kamu, ritual itu akan ditunda terus menerus. KIta jadi memiliki waktu lebih banyak untuk menemukan letak kelima tubuh wanita itu."


Ozil terdiam. Matanya menatap lekat wanita yang sedang tersenyum kepadanya, namun pikiran Ozil seketika langsung mencerna ucapan wanita itu. "Benar juga sih, tapi apa kamu beneran serius, mengijinkan isi celanaku masuk ke dalam lubang kamu untuk pertama kali?"


Seruni kembali tersenyum nakal dan dengan perlahan dia mendorong tubuh Ozil hingga pria itu terduduk di sofa yang ada di belakang pria itu. Seruni lalu naik ke atas pangkuan Ozil. "Apa kamu ragu? Bukankah ini impian kamu? Memasuki lubangku untuk pertama kali?"


Ozil sontak tersenyum tanggung. Dia malah jadi gugup sendiri dengan penawaran yang Seruni berikan. Padahal dari kemarin kemarin, Ozil memang selalu berharap bisa memasuki lubang milik wanita itu, tapi disaat hal itu akan terjadi, entah kenapa ada rasa ragu dalam hati Ozil.


Jiwa liar Ozil, benar benar membimbing pemuda itu dengan baik dalam menyalurkan rasa yang kini sudah bergejolak. Begitu juga dengan Seruni, secara bergantian, mereka melapas semua kain yang menempel pada tubuh mereka. Dengan perang bibir juga, mereka sembari bergerak menuju ke atas ranjang untuk melakukan hal yang lebih dari sekedar perang bibir.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian, kini, Seruni sudah terbaring pasrah dengan dua kaki yang membentang, memamerkan lubang nikmatnya yang sudah siap untuk dimasuki milik pria untuk pertama kalinya. Ozil sendiri juga duduk bersimpuh di antara kaki Seruni dengan tangan kiri mengusap lembut celah merah jambu yang akan dia masuki, dan tangan kanannya mengusap miliknya sendiri yang sudah sangat menegang.


"Ini tinggal masuk aja apa gimana, Sayang?" tanya Ozil dengan mata terus menatap celah milik Seruni yang sedang diusap usap dengan jari Ozil,


"Aku nggak tahu, Sayang. Ya perkiraan aja dimana masukinnya. Kamu pernah nonton video kan? coba ingat ingat," ucap Seruni dengan suara yang cukup berat. Sejujurnya wanita itu juga sedang dilanda panik saat ini. Seruni tahu kalau baru pertama kali dimasuki, itu akan terasa sangat sakit. Namun karena dia juga sudah ingin merasakan kenikmatan yang tidak terhingga, wanita itu memilih menepis rasa paniknya.


Setelah membayangkan sejenak video yang pernah Ozil lihat, pemuda itu akhirnya dengan yakin akan segera menerobos lubang Seruni untuk pertama kalinya. Ozil sekarang sudah berada di posisinya dengan ujung batang yang mengusap usap celah di depannya. Begitu Ozil sudah yakin dan Seruni juga kelihatan sudah siap, secara perlahan Ozil mulai memasukkan miliknya.


"Akhh~" rintihan kesakitan mulai keluar dari mulut Seruni, membuat Ozil mengehentikan gerakannya dan menatap wanita itu dengan perasaan tidak tega.

__ADS_1


...@@@@@...


__ADS_2