HANTU-HANTU CANTIK

HANTU-HANTU CANTIK
Mulai Bertindak


__ADS_3

Dari tempat persembunyiannya, Ozil terus mengamati gerak gerik dua pria berbadan tegap yang baru saja keluar dari tempat kost. Dari yang Ozil lihat, dua pria itu keluar tapi tidak menggunakan mobilnya, mereka berjalan kaki dan Ozil menduga kalau mereka pasti akan mencari makan. Ozil pun berinisiatif mengikutinya.


Beruntung, saat itu hari sudah gelap, jadi wajah Ozil tidak terlalu mencolok. Bisa saja dua penjahat itu mengenal wajah Ozil karena pemuda itu saat ini namanya sedang viral. Ozil juga melangkah dengan hati hati dan waspada. Biar bagaimanapun di daerah itu, banyak yang mengenal dirinya. Makanya Ozil sebisa mungkin menghindari interaksi dengan orang orang.


Seperti yang sudah Ozil duga, dua pria itu berhenti di salah satu warung tenda yang ada di sekitar taman. Mereja memilih nasi goreng sebagai menu makan mereka. Mungkin karena tubuh mereka lumayan kekar jadi mereka memilih makanan yang porsinya banyak. Ozil memilih duduk, tidak jauh dari tempat duduk dua orang itu. Jika para penjahat duduk di tikar yang disediakan si pedagang, Ozil memilih duduk di atas rumput.


"Coba kamu hubungi Ucok, apa dia sudah mempersiapkan segalanya?" ucap penjahat pertama kepada rekannya. penjahat kedua pun mengangguk dan dia segera saja mengmbil ponsel dari saku jaket yang dia kenakan. Ozil yang juga mendengar perintah itu turut menajamkan pendengarannya.


Beberapa saat kemudian Ozil tercengang begitu mendengar apa yang dikatakan penjahat dalam sambungan telfonnyaa. Ozil tidak menyangka kalau apa yang dikatakan si hantu ternyata benar. Penjahat itu akan berkhianat kepada Sakurata dengan mengunakan tubuh hantu wanita itu. Ozil terus menyimak pembicaraan penjahat sampai obrolan mereka selesai.


"Benar kan, Mas, mereka punya rencana sendiri?" ucap hantu wanita yang sedari tadi juga berada di sana bersama pemuda yang dia ikuti. OZil mengangguk dan dia memberi isyarat dengan jari yang diletakkan di depan mulut. Hantu wanita itu mengganguk dan dia langsung terdiam.


"Aku yakin, kali ini kali ini kita akan mendapat uang yang lebih banyak," ucap penjahat kedua setelah mengakhiri panggilan telfon bersama rekannya yang ada di tempat lain.

__ADS_1


"Apa Ucok sudah beraksi?" tanya penjahat pertama.


"Sudah dari tadi, kan dia harus bersandiwara," balas penjahat kedua. "Dikiranya Sakurata, kita bodoh apa gimana, hahaha ..."


Penjahat pertama sontak ikut tersenyum sinis. "Sekarang kita tinggal menyusun rencana untuk mengancam Ozil. Kira kira kita akan tetap menggunakan surat kaleng, atau mencari nomer ponselnya?"


"Kalau melalui ponsel, bisa saja nomer kita akan terlacak. Kita kan nggak tahu, mungkin diam diam Ozil sudah lapor polisi. Apalagi nama dia sedang viral karena kasus kemarin. Kita harus cari jalan aman aja," ucap penjahat kedua.


"Hahaha ... benar juga," ucap penjahat kedua. "Tapi mungkin itu ada hubungannya dengan Sakurata. Kan dia yang nunjukin foto wanita itu. Kita hanya melaksanakan tugas saja."


"Iya juga yah," sahut penjahat pertama. "Ya udah kita mending gerak cepat. Kita harus membantu ucok juga kan."


Penjahat kedua mengangguk dan mereka langsung lahap dan terlihat terburu buru dalam menikmati nasi goreng yang baru saja dihidangkan. Melihat kesempatan bagus tersebut, tentu saja Ozil akan memanfaatkan sebaik baiknya. Ozil langsung memberi perintah kepada hantu wanita yang bersamanya untuk mengilkuti penjahat yang akan menjalankan rencana mereka. Ozil juga punya rencana sendiri yang harus dia jalankan malam ini juga.

__ADS_1


Beberapa puluh menit kemudian, dua penjahat itu langsung pergi menuju ke tempat dimana Sakurata dan rekannya berada. Tentu saja diantara mereka ada hantu wanita yang terus mengawas gerak gerik orang orang itu sesuai yang diperintahkan Ozil.


"Gimana? Apa target kita sudah melakukan gerakan?" tanya Sakurata begitu dua penjahat yang baru datang, sudah menghadap dirinya pada suatu ruangan. Mungkin karena terlalu bersemangat dengan rencana yang dia buat sendiri, Sakurata sampai tidak menyadari gerak gerik ketiga pria yang dia percaya.


"Bagaimana caranya kita bisa tahu kalau Ozil sudah bergerak atau belum. kamu aja hanya memberi pentunjuk melalui surat kaleng. Mungkin Ozil menganggap itu hanya main main," jawab penjahat pertama dengan santainya. "Harusnya anda ngasih petunjuk lain yang membuat Ozil percaya kalau kita memang menculik wanita itu."


"Oh iya, benar juga apa yang kamu katakan," Sakurata terlihat terkejut kemudian dia tertawa cukup keras. "Hahaha .. baiklah, sekarang kalian ambil foto wanita itu terus kalian cetak dan kirim ke tempat Ozil."


"Baiklah," ucap penjahat sambil menyeringai dan dia memberi kode kepada dua temannya. Di saat bersamaan, ketiga penjahat itu langsung mengeluarkan senjata yang sudah mereka persiapkan. Mata Sakurata seketika membelalak saat senjata yang dipegang para penjahat ditodongkan kepadanya.


"Apa yang kalian lakukan!"


...@@@@@...

__ADS_1


__ADS_2