
Kabar ditemukannya Dokter Sakurata kembali menyeruak begitu Dokter itu diserahkan oleh aparat setelah mendapat sidang dari keluarga para korban. Informasi tersebut langsung menjadi topik utama diberbagai media pemberitaaan, dan lagi lagi nama Ozil kembali viral karena tiga pria yang membantu Ozil memberikan kesaksian kalau mereka mendapat informasi keberadaan Sakurata dari Ozil.
Leo, Marsel dan William juga menceritakan kejadian yang membuat Sakurata dapat ditemukan. Dari cerita merekalah, hampir semua warga mengutuk perbuatan Sakurata yang tega menculik wanita demi pelampiasan dendamnya. Bahkan pemerintah jepang juga sangat menyayangkan perbuatan dokter tersebut. Biar bagimanapun, berita mengenai Dokter Sakurata, kali ini lebih kuat dari sebelumnya.
Jika penangkapan awal, nama Mbah Wiro yang lebih mendomaninasi di setiap berita yang muncul, kali ini nama Sakurata yang lebih menonjol, seiring dengan nama Ozil yang juga semakin melambung diberbagai media online. Di rumah sakit sendiri, Ozil cukup kewalahan menghadapi para pemburu berita. Beruntung, dia mendapat bantuan dari Leo dan yang lainnya yang mengirim orang untuk memperketat penjagaan. Wanita korban penculikan di tempatkan di tempat khusus yang lebih aman dan dijaga beberapa aparat dan juga orang orang suruhan Leo dan yang lainnya.
Saat ini, Ozil sedang merebahkan tubuhnya di atas sofa, yang berada di dalam satu ruangan bersama wanita yang belum sadarkan diri. Ozil benar benar merasakan lelah yang luar biasa hari ini. Mungkin karena terlalu lelah, mata Ozil sampai terpejam, setelah beberapa waktu tari otaknya memikirkan drama kehidupan yang dia alami. Ozil baru bisa isirahat dengan tenang setelah mendapat penjaagan.
Hingga beberapa jam kemudian.
"Akhirnya kamu bangun juga," sebuah suara tiba tiba terdengar di telinga Ozil, saat pemuda itu baru saja menunjukan tanda tanda bangun dari tidurnya. Mata Ozil yang masih terpejam sempat tercengang karena ada suara diruangan itu. Ozil segera membuka matanya untuk melihat orang yang berada di ruangan yang sama dengan dirinya berada. Mata Ozil langsung terbuka lebar begitu melihat siapa yang ada di sana.
__ADS_1
"Kalian!" pekik Ozil begitu melihat beberapa wajah yang dia kenali. Wajah wajah para wanita cantik yang Ozil rindukan sejak beberapa hari ini. "Kalian sudah sadar semua?" Ozil benar benar dibuat terkejut dengan kehadiran lima wanita yang dulu pernah menjadi hantu. Ozil bahkan langsung bangkit dari rebahannya dan duduk dengan rasa ngantuk yang mengilang saat itu juga.
"Kenapa? Abang nggak suka kami sadar?" tuduh salah satu wanita dengan memasang wajah cemberut.
"Bukan begitu," jawab Ozil agak tergagap. "Aku cuma kaget aja. Kalian masih mengingatku? Sejak kapan kalian sadar?"
Kelima wanita itu kembali tersenyum. "Emang kenapa kalau kami masih mengingat kamu, Bang? Abang nggak suka?" ucap salah satu dari lima wanita itu. Tapi kali ini bukan wanita yang tadi mengelurkan suaranya.
"Bukan begitu, astaga!" Ozil malah terlihat sedikit frustasi. Sedangkan kelima wanita yang pernah jadi hantu itu, hanya bisa terkekeh melihat sikap salah tingkah yang ditunjukan Ozil. "Kok kalian bisa bareng?"
"Bagaimana aku bisa lupa, Bang Ozil kan orang yang sangat berjasa buat aku," celetuk Anggrek. "Awalnya kami juga sempat lupa sama kamu, Bang, tapi orang orang disekitar kami itu ngingetin kami tentang kejadian yang kami alami bersama kamu. Sampai akhirnya kami mengingat kembali saat saat tersulit kami."
__ADS_1
"Kalian masih memakai nama hantu kalian?" tanya Ozil lagi yang saat ini sudah bisa bersikap biasa saja.
"Khusus sama Abang doang sih. Lagian itu kan nama kenangan yang nggak mungkin kami lupakan," jawab Melati. "Ya makasih juga, berkat kamu, kami akan belajar untuk tidak menjadi wanita angkuh lagi seperti yang digosipkan."
"Hahaha ... kalian masih mengingat hal itu juga?" Ozil kembali bertanya dengan diringi suara tawa.
"Ya masih lah, Bang," jawab Mawar. "Kami sadar, mungkin dulu kami sering memandang rendah orang lain. Abanglah yang membuat kami sadar kalau kami memamg harus merubah sikap kami."
"Ya baguslah, aku senang mendengarnya," ucap Ozil diringi dengan senyum manisnya. "Lalu rencana ke depannya apa yang akan kalian lakukan?"
"Aku, Mawar dan Anggrek sih rencananya akan segera menikah, Bang," ucap Lili. "Kalau Cempaka dan Melati katanya mau ke luar negeri."
__ADS_1
Mendengar jawaban seperti itu, entah kenapa tiba tiba hati Ozil merasakan nyeri. Bukan karena cinta, tapi apa yang pernah mereka bahas saat para wanita itu menjadi hantu, benar benar menjadi kenyataan. Mereka akan berpisah menjalani kehidupan masing masing setelah mereka kembali hidup.
...@@@@@...