HANTU-HANTU CANTIK

HANTU-HANTU CANTIK
Bantuan Tiga Pria


__ADS_3

Sama seperti Leo, dua pria lain yang ditemui oleh Seruni dan Zhang juga terkejut mendengar cerita dari mulut kedua wanita itu. Mereka merasa tidak percaya dengan berita yang baru saja mereka dengar. Kini dua pria itu memang diajak bertemu bersama di satu tempat, tepatnya di tempat usaha milik William.


Awalnya Marsel menolak untuk bergabung. Namun saat nama Talita disebut oleh Seruni, pria itu begitu terkejut. Apa lagi saat Seruni mengatakan Talita ada di satu tempat dan kemungkinan masih hidup, membuat pria itu penasaran dan dengan antusias mau mengikuti Seruni dan yang lainnya.


"Jadi selama ini Laura jadi hantu gentayangan?" tanya William dengan wajah yang masih menujukkan raut terkejutnya.


"Ya, seperti yang kalian dengar. Awalnya aku juga tidak percaya dengan hal kayak itu, tapi apa yang aku alami, benar benar membuat aku syok dan aku yakin kalau Laura, Mawar dan talita, memang saat ini menjadi hantu gentayangan," jawab Seruni.


"Kalau aku memang sudah membuktikannya," kini Leo yang bersuara. "Awalnya aku juga kaget saat ada pria lain yang mengaku mengenal Mawar. Tapi, saat dia mengatakan sesuatu, aku begitu takjub. Soalnya yang dia katakan itu adalah sesuatu yang hanya diketahui oleh aku dan Mawar doang. Dari sanalah aku percaya, kalau laki laki yang bernama Ozil itu memang melihat para arwah wanita kita."


"Sekarang aku tanya," ucap William. "Apa hilangnya kelima wanita itu, ada hubungannya dengan dokter Sakurata?"


"Dokter Sakurata?" tanya Marsel. "Dokter Sakurata siapa?"


"Dokter dari jepang," jawab William. "Dia itu dokter ahli jantung, tapi bisa menangani kasus lainnya. Terutama orang orang yang koma."

__ADS_1


"Oh, dokter itu?" seru Leo. "Dokter pribadi kakeknya Mawar dulu. Aku ingat. Emang apa hubungannya dengan hilangnya para wanita?"


"Ada," jawab Seruni dengan bibir agak bergetar. Tentu saja jawaban yang keluar dari mulut wanita itu sangat mengejutkan tiga pria di hadapannya. Tiga pria itu tentu saja membutuhkan penjelasan meski mereka hanya menatap Seruni.


Dokter Sakurata itu salah satu dalang penculikan itu," bukan Seruni yang bercerita, tapi Zhang.


"Apa!" ketiga pria itu hampir memekik bersamaan. "Darimana kamu tahu?" tanya marsel.


"Kami adalah korbannya, dan Seruni juga keponakan dari dokter itu," Lagi lagi para pria tidak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya. Tanpa membuang waktu lagi, Zhang pun menceritakan semuantentang keterlibatan dokter Sakurata yang dia ketahui, Zhang juga sampai mengatakan informasi yang akurat sampai Zhang dan Seruni mengatahui kalau dokter Sakurata memang terlibat dengan peristiwa hilangnya lima gadis anak konglomerat.


"Kalau kami lapor polisi, lalu bagaimana dengan nasib Lalita dan yang lainnya?" ucap Seruni. "Apa kalian ikhlas kalau wanita kalian dibuat meninggal beneran oleh bos yang menculik mereka, jika kami lapor ke polisi?"


Marsel terperangah, seketika pria itu mencerna ucapan Seruni. "Lalu apa yang harus kita lakukan?"


"Kalau kalian ada waktu, kalian datang ke tempat Ozil. Kemungkinan orang yang menculik wanita kalian memiliki anak buah yang begitu banyak. mungkin Ozil butuh bantuan tenaga kalian," terang Zhang. "Lagian kita juga sedang menunggu para hantu mendapatkan alamat bos utama para penculik. Kalau nggak salah Ozil bilang, namanya Mbah Wiro."

__ADS_1


"Mbah Wiro? Apa dia seorang paranormal?" tanya Leo.


"Kurang tahu aku, kemungkinan dia seorang dukun."


"Lah kalau dia dukun, apa hubungannya dengan dokter Sakurata sih?" Wiliam nampak kebingungan.


"Jadi gini," Seruni yang bersuara. "Paman aku tuh suka sekali dengan sesuatu yang berbau mistis. Mungkin dia juga penasaran, bagaimana bisa seseorang bisa menjadi kaya raya dengan menumbalkan nyawa. Maka itu saat dia kenal dengan Mbah Wiro itu, dia makin banyak pengetahuan tentang hal mistis yang ada di negara ini. Jadi dia mau membantu Mbah Wiro untuk mengumpulkan para korban."


"Astaga! Kelakuannya kok ada ada aja. Apa mungkin Dokter Sakurata juga ingin mendapat kekayaan lewat mistiss juga?" tanya Leo.


"Bisa jadi itu," seru Marsel. "Nggak mungkin kalau dia hanya mengumpulkan tumbal doang. Pastinya dia juga mendapat bagian."


"Aku nggaka tahu," ucap Seruni. "Mungkin saja, Paman Sakurata udah capek kerja, jadi dia pengin menambah kekayaannya dengan cara lain. Maka itu, kalian bertiga mending secepatnya ketemu dan ngobrol sama Ozil. Biar cepat ambil tindakan."


"Baiklah, gimana kalau minggu besok kita ke tempat Ozil?" usul Leo, dan tentu saja kedua pria yang ada di sana sangat setuju.

__ADS_1


...@@@@@@...


__ADS_2