HANTU-HANTU CANTIK

HANTU-HANTU CANTIK
Malam Minggu Yang Indah


__ADS_3

"Ya ampun, Mbak ini kebanyakan," seru seorang pemuda saat mengecek ponselnya. Pemuda itu cukup terkejut saat mengecek akun bank lewat ponselnya, tabungannya sekarang bertambah tiga juta. Bagi pemuda kampung yang hidupnya hanya pas pasan selama ini, uang tiga juta pasti terasa sangat banyak. "Jangan gitu sih, Mbak, aku jadi nggak enak."


"Nggak apa apa, Ozil sayang," jawab wanita yang usianya lebih tua dari pemuda yang tadi terkejut. Wanita tersenyum manis kepada pemuda yang telah memakai bajunya kembali dan bersiap akan pulang. "Itu buat jajan kamu dan kamu juga bisa kasih sama orang tua kamu."


"Tapi, Mbak, aku kan jadi nggak enak," keluah pemuda yang tadi dipanggil dengan nama Ozil. "Aku sudah dikasih ijin buat mencicipi tubuh kamu aja aku udah sangat senang, Mbak. Eh ini malah aku dikasih duit. Padahal kan sedari tadi kita main, Mbak Lisa yang terus bergerak di pangkuanku, aku cuma duduk doang."


"Nggak apa apa, Sayang. Ih gemesin banget sih," ucap Mbak Lisa lagi. "Kan aku cuma pengin ngasih uang jajan. Aku udah nganggap kamu adik aku, jadi ya nggak apa apa kan, aku ngasih uang jajan pada adikku?"


Ozil pun akhirnya menunjukkan senyumnya. "Kayaknya aku adik yang durhaka ya, Mbak, berani menyodok lubang nikmat milik kakaknya, hehehe," ujarnya sampai Ozil tertawa. "Ya udah, Mbak, aku pamit pulang dulu. Nanti lain kali kalau ada waktu dan kesempatan, aku nginep deh di rumah ini."


"Harus itu! Aku tunggu loh kamu nginep disini," balas Mbak Lisa.


Akhirnya pemuda itu pulang dengan perasaan yang cukup senang. Lagi lagi Ozil tidak menyangka, wajah dan tubuh kekarnya membawa dirinya kembali mendapatkan lubang nikmat secara cuma cuma. Bahkan menurut pengakuan Mbak Lisa tadi dan juga Mbak Rini kemarin, mereka sudah sangat lama tidak disentuh oleh laki laki. Entah benar atau tidak, Ozil tetap percaya saja. Bagi Ozil yang penting dia mendapat kesempataan, mencicipi lubang nikmat dua janda cantik dan seksi itu.

__ADS_1


Ozil memlih pulang dari rumah Mbak Lisa, selain karena tidak enak kepada Mas Ari, dia juga ada sesuatu yang harus disampaikan kepada lima hantu yang mengikutinya. Ozil sangat berharap dengan dia mengetahui alamat rumah biang dari masalah yang menimpa para hantu, kelima hantu wanita itu bisa segera diselamatkan. Sebelum sampai tempat tujuan, Ozil memilih mengisi bahan bakar motornya terlebih dahulu.


"Dia siapa? Setan apa Manusia? Kok bengong di situ?" tanya Ozil dalam hati saat sedang mengantri di tempat pengisian bahan bakar, matanya menangkap sosok wanita sedang duduk sendirian di tempat yang sepi. Sosok itu terlihat seperti orang yang bingung. "Aku deketin ah, kalaupun dia setan juga, wajahnya nggak nyeremin."


Begitu selesai mengisi bahan bakar, Ozil pun menddekat ke tempat sosok yang tadi dia lihat. Sosok itu juga memandang Ozil dengan kening berkerut. Dan tidak lama kemudian sosok yang duduk di sebuah gubug di tepi jalan itu membelalakkan matanya saat Ozil tiba tiba membuka resleting celananya.


"Sialan! Kirain dia melihat aku, nggak tahunya cuma numpang buang air doang," sungut sosok itu kesal.


"Aku memang melihat wujud kamu," balas Ozil, dan ucapannya sukses membuat sosok itu terkejut. "Aku cuma sedang pura pura buang air doang."


Ozil dengan santainya mengangguk. "Kamu ngapain berada di sini? Apa kamu jadi setan karena kecelakaan?"


"Aku nggak tahu," jawab sosok itu. "Saat aku sadar, aku tiba tiba sudah ada di sini. Seingatku, tadi siang, aku masih baik baik saja," sosok itu terlihat nampak sedih.

__ADS_1


"Oh gitu, kamu terlihat tidak seperti hantu, makanya aku dekatin. Kamu kayak manusia biasa, nggak pucat," ucap Ozil. "Daripada kamu bingung disini, mending kamu ikut aku."


"Ikut kamu, kemana?" wanita itu kembali menunjukan rasa terkejutnya. "Emang orang di rumah kamu bisa melihat hantu semua?"


"Nggak," bantah Ozil. "Aku tinggal sendiri di tempat kerja aku. Di sana juga ada hantu hantu kayak kamu. Biar kamu ada temannya."


"Astaga! Benarkah?" Ozil pun dengan yakin mengangguk. "Baiklah, aku ikut."


Senyum Ozil pun terkembang dan dia kembali melanjutkan perjalanan pulangnya dengan hantu membonceng di belakangnya.


Sementara itu di malam yang sama, di tempat yang berbeda terlihat sosok dua pria sedang brbincang di dalam satu ruangan.


"Orang itu hebat juga ya, bisa menciptakan alat seperti ini," ucap salah satu pria.

__ADS_1


"Namanya juga orang jepang, kamu tahu sendiri lah kecerdasan otak mereka di atas rata rata," balas pria yang lain sambil memanangi sosok yang tidak bergerak di hadapannya.


...@@@@@...


__ADS_2