
"Kalian siapa, hah!" tanya Ozil dengan suara yang cukup lantang kepada dua orang yang memaksa Ozil agar masuk ke dalam mobil. Dengan perasaan bingung dan pikiran yang bermacam macam, saat ini Ozil sungguh dibuat panik dengan kejadian yang baru saja dia alami. "Apa kalian anak buah Sakurata?"
"Sudah diam, nggak usah banyak tanya!" hardik salah satu pria yang Ozil sendiri tidak bisa melihat wajahnya. Yah, selain dipaksa untuk masuk ke dalam mobil, mata Ozil juga saat ini ditutup kain oleh orang yang tadi memaksanya. Seingat Ozil, ada tiga orang di dalam mobil tersebut. Ozil tidak bisa berkutik karena selain memegang senjata, orang orang itu juga mengikat tangan Ozil.
Ozil pun terdiam dengan beribu pertanyaan dari pikiran yang sudah kemana mana. Entah dia mau dibawa kemana saat ini, karena Ozil sama sekali tidak bisa melihat apapun. Sampai beberapa menit kemudian, Ozil merasa mobil yang dia tumpangi berhenti. Setelah itu, dia dipaksa turun dan salah satu dari orang yang memaksanya, mencengkram lengan Ozil dengan kuat dan menariknya agar Ozil mengikutinya.
Selang beberapa saat kemudian, langkah kaki Ozil berhenti. Sungguh Ozil tidak mengetahui dimana saat ini dia berada karena matanya masih tertutup hingga saat ini. Ozil hanya merasakan ada beberapa orang disekitarnya. Namun tak lama setelah itu, Ozil merasa suasana menjadi sepi. Ozil benar benar merasa sendiri di tempat itu.
"Hallo! Apa ada orang!" Ozil berteriak, tapi dia dibuat tercengang karena tidak ada sahutan sama sekali. Ozil sungguh benar benar dibuat bingung, sampai pada saat Ozil sedang memikirkan cara untuk melepas tali yang mengikat tangannya, Ozil dibuat terperanjat karena ada sesuatu yang mengusap pipinya.
__ADS_1
"Kamu siapa!" teriak Ozil lantang. Namun tidak ada sahutan sama sekali. yang ada Ozil semakin dibuat heran karena saat itu juga Ozil merasa tangan tersebut mengusap pipi lalu turun meraba dadanya. "Apa kamu mau menodaiku, hah!" teriak Ozil lagi dengan segala rasa panik yang kembali menyerang.
Tapi sayang, seberapapun kuatnya Ozil berteriak, tidak menghentikan seseorang yang saat ini terus meraba dada Ozil. Bahkan Ozil kini merasakan tangan orang misterius itu menyentuh celananya dan megusap gundukan yang berisi isi celana Ozil dengan begitu lembut.
"Kamu siapa sih? Tolonglah, jangan bikin aku penasaran?" Ozil kembali mencoba bertanya, tapi sepertinya usaha Ozil tidak membuahkan hasil. Orang yang saat ini sedang meraba tubuh Ozil tetap tidak mengeluarkan suaranya. "Kamu wanita berbatang ya?" Ozil kembali membuat tuduhan, tapi usahanya sungguh sia sia.
"Ya ampun, aku benar benar dinodai," rintih Ozil begitu dia merasakan ada mulut yang memainkan isi celananya. Ozil berusaha untuk tidak berhasrat agar isi celananya tidak menegang. Namun isi celananya malah berkhianat, benda itu malah semakin menegang dengan kekar karena permainan mulut orang misterius terasa sangat nikmat.
"Kamu siapa sih? Jangan gini deh, tolong," Ozil kembali memohon, berharap orang misterius itu mau membuka suara dan mengakuinya. Namun lagi lagi hanya kekecewaan yang Ozil rasakan. Orang itu tetap diam dan semakin liar memainkan isi celana Ozil.
__ADS_1
Mungkin karena sudah merasa puas memainkan isi celana, orang itu kini membuka kemeja Ozil dan mulai menikmati tubuh kekar itu dengan memberi beberpa kecupan. Ozil tidak bisa lagi mengeluarkan suaranya. Pada akhirnya, pemuda itu hanya bisa pasrah dengan apa yang dia alami saat ini, meski pikirannya juga masih memikirkan cara agar dia bisa lolos dari kejadian tak terduga yang sedang dia alami.
Selang beberapa menit kemudian, Ozil merasakan sebuah tangan menggenggam lengannya dan tangan itu menarik Ozil agar mengikutinya. Ozil agak sulit melangkah karrena celana yang dia pakai hanya terbuka sampai lutut. Namun tak lama setelah itu langkah Ozil terhenti dan Ozil merasakan dua tangan memegang pundaknya dan memutar tubuh Ozil lalu mendorongnya.
Bugh!"
Ozil terjatuh, tapi dia tidak merasakan sakit. Ozil merasa kalau dia jatuh di atas ranjang. Ozil tertegun karena setelah tubuhnya terbaring, dia tidak merasakan sakit. Ozil mencoba bangkit, tapi tiba tiba ada tangan yang menahannya agar Ozil terus terbaring. Tak lama setelah itu, Ozil kembali dibuat tercengang saat isi celananya seperti dimasukan ke dalam sesuatu yang menghadrikan rasa nikmat.
...@@@@@...
__ADS_1