
"Besok Pamanku akan datang dari jepang," ucap seorang wanita setelah keadaannya lebih tenang usai beberapa puluh menit yang lalu wanita itu tersadar dari pingsannya. Wanita yang akrab dipanggil Seruni itu baru saja mengakhiri obrolan dengan Mommnya melalui sambungan telfon.
"Paman kamu? Siapa?" tanya pria yang saat ini duduk di hadapan wanita itu. Pria bernama Ozil sangat lega karena Seruni berbohong tentang dirinya yang berkomplotan dengan penculim dan dilaporkan ke keluarga Seruni. Ozil juga sedikit lebih lega karena bisa menjelaskan apa yang baru saja dialami wanita itu meski belum mengatakan semuanya.
"Paman Sakurata," jawab Seruni lalu dia berbaring kembali diatas kasur yang dia duduki. Ozil agak bergeser ke tepi agar wanita itu bisa sedikit bebas bergerak. Seruni memiringkan tubuhnya hingga wajahnya tepat berada di sebelah pinggang Ozil. Tangan Seruni bergerak dan meletakkan tangannya di tengah tengah celana kolor yang Ozil pakai.
Ozil cukup terkejut, tapi dia tidak bisa menolaknya. Apa lagi saat jari jari lentik Seruni masuk ke dalam kolor dan meraih isinya, Ozil malah semakin menikmati. "Apa kamu akan menemuinya?" tanya Ozil sedikit menoleh ke arah samping di mana wajah Seruni sedang tergeletak.
"Kalau lagi nggak ada masalah sih, biasanya aku yang menjemput Paman dari bandara. Tapi tadi Mommy bilang katanya ada temen Paman yang akan menjemputnya," jawab seruni dengan jari terus menggenggam isi color Ozil.
"Berarti dia sering datang ke negara ini, dong? Apa dia dokter yang hebat?"
"Yah, dia memang dokter yang hebat. Alat hasil ciptaannya bersama rekan rekannya di jepang juga cukup canggih dan sangat terkenal bagi semua instansi kesehatan di seluruh dunia."
__ADS_1
"Contohnya?" Ozil malah terlihat semakin tertarik dengan cerita tentang Paman Sakurata. Biar bagaimanapun Ozil tahu, bagaimana majunya negara asal Pamannya Seruni itu.
"Ada beberapa macam obat dan alat yang biasa digunakan manusia sebagai alat bantu untuk tetap bertahan hidup jika pasien mengalami koma. alat itu bisa mendeteksi kestabilan keadaan seseorang yang sedang tidak sadarkan diri dalam waktu lama. Ada tandanya di setiap pasien mengalami peningkatan jika memakai alat itu."
"Wahh! keren ya?" puji Ozil dengan wajah terlihat takjub. "Apa alat itu diperjual belikan dengan bebas?"
"Ya, sebenarnya sih bebas, cuma harganya sangat mahal. Paling yang mampu beli hanya pihak rumah sakit, karena kebanyakan yang membutuhkan alat itu pasti rumah sakit kan. jadi yang mampu beli alat alat seperti itu ya pihak rumah sakit. Tapi sayang, meski bekerja dibidang medis, Pamanku itu memiliki keanehan yang cukup unik."
"Apa itu?" tanya Ozil sambil bergerak merebahkan tubuhnya tepat di sisi Seruni.
Ozil lantas tersenyum cukup lebar. "Kebiasan orang kaya memang kadang aneh. Entah karena kebanyaakan duit atau gimana, yang pasti ada aja kelakuaan aneh yang mereka lakukan. Apa kamu juga seperti itu?"
"Ya enggak lah," bantah Seruni. "AKu paling kalau liburan ya main ke tempat wisata."
__ADS_1
Ozil menghembus nafasnya dengan pelan. "Enak ya jadi orang kaya. Nggak kayak aku. Kalau libur sekolah dulu pasti main ke empang. Kalau nggak ya, main ke pasar belajar jadi kuli panggul."
Seruni sontak tersenyum. "Pantes badan kamu bagus bangget kayak gini, Bang. Terbentuk secara alami, nggak perlu fintes," ucapnya sambil meraba dada bidang pemuda itu.
"Hahaha ... aku mana percaya diri kalau pergi ke tempat seperti itu. Nggak ada duit juga." ucapnya, lalu keduanya tertawa bersama. Mereka kembali melanjutkan obrolan mereka sampai rasa kantuk menghampiri keduanya.
Dan waktu terus bergulir hingga kini pagi kembali hadir. Seperti biasa, Ozil langsung mengerjakan tugas tugasnya tiap pagi menjelang. Pria itu selalu bersemangat setiap kali menjalankan tugasnya.
Di pagi yang sama tapi di tempat berbeda pula, dua penjahat nampak sedang duduk berdua di tempat tinggal mereka. Biasanya kedua pria itu bangun lebih siang. Tapi untuk hari ini, dua pria itu nampak bangun lebih pagi dari biasanya.
"Apa kita jadi pindah ke komplek yang semalam kita datangi?" tanya salah satu dari mereka.
"Jadi dong! Karena itulah kita bangun pagi hari ini," jawab rekan yang lainnya. "Selain pindah, bukankah kita juga ditugaskan untuk pergi ke bandara juga?"
__ADS_1
Pria itu mengangguk sembari menyeruput kopinya, dan tanpa mereka sadari ada makhluk lain yang terkejut mendengarkan rencana mereka hari ini.
...@@@@@@...