
Sementara itu di tempat lain, tepatnya di sebuah hotel, lima hantu cantik masih mengawasi musuh mereka yang saat ini menginap di sana. Dari rencana yang mereka dengar, para penjahat itu rencananya akan mencari target mereka pada komplek perumahan dimana letak tempat kerja Ozil berada.
Meski yang menginap di hotel itu hanya satu orang penjahat, tapi bagi lima hantu itu sudah merasa cukup untuk diawasi. Karena pada akhirnya para penjahat akan bertemu satu sama lainnya, jadi cukup satu penjahat yang mereka awasi. Apa lagi penjahat yang berprofesi sebagai dokter itu, merupakan sumber informasi yang bisa menguak keberadaan jasad kelima hantu tersebut.
Saat ini penjahat dengan nama Dokter Sakurata itu sedang bersiap diri untuk keluar dari kamar yang dia sewa. Siang ini tiga penjahat lainnya akan menjemput sang dokter untuk menyusuri jejak keberadaan Seruni. Namun saat dokter tersebut melewati lobby hotel, dia dan juga para hantu dikejutkan dengan suara seseorang yang memanggil nama dokyer Sakurata dengan suara yang cukup lantang.
"Dokter Sakurata!"
Suara itu terdengar kencang sampai membuat sang dokter langsung menoleh, dan juga beberapa orang yang ada di lobby hotel. Kelima hantu juga ikut mengarahkan panddangan mereka ke arah suara yang memanggil sang dokter. "Willliam!" pekik salah satu hantu begitu matanya menangkap sosok yang dia kenal.
"Kamu kenal dia Nggrek?" tanya Melati yang terlihat cukup terkejut. Begitu juga dengan hantu yang lainnya.
"Dia sahabatku," jawab Anggrek dengan tatapan heran. "Dia kenal dokter Sakurata juga?"
"Nah itu, buktinya dia manggil namanya. Berarti dia kenal," sahut Lili.
"Nggak, maksud aku, apa dia juga yang turut andil dengan hilangnya aku?" pertanyaan yang keluar dari mulut Anggrek, tentu saja membuat para hantu yang lain kembali merasa terkejut.
"Waduh, jangan jangan dia juga terlibat, Nggrek," seru Mawar. "Wahh, parah kalau kayak gini. Ternyata orang orang terdekat kita pada menjadi pengkhianat semua."
__ADS_1
"Jangan berprangsangka buruk dulu," ucap Cempaka. "Kita lihat dulu, cara mereka berinteraksi. Kalau emang kerja sama, pasti nanti bakalan ketahuan kok."
"Ah iya, benar juga." Para hantu langsung sependapat dengan apa yang diucapkan Cempaka.
Sementara itu di tempat yang sama.
"Anda siapa ya?" Dokter Sakurata justru malah melempar pertanyaan dengan tatapan penuh tanya kepada pria muda yang saat ini sudah berada di hadapan sang dokter.
Pria itu tersenyum cukup lebar. "Saya William, Dok, saya pernah bertemu dua kali dengan dokter."
"Dua kali? Kapan itu?" kening Dokter Sakurata semakin berkerut.
Mata Dokter Sakurata sontak membelalak. Begitu juga dengan para hantu yang mendengar ucapan Wiliiam, mereka terkejut bukan main dengan ucapan dan sikap yang ditunjukkan oleh kedua pria itu.
"Jadi, pada saat aku hilang, dokter Sakurata ada di tempat yang sama?" pekik Anggrek yang tidak dapat menyembunyikan rasa terkejutnya.
"Jangan jangan, saat kita menghilang, di sana juga ada dokter ini, sialan!" sahut Melati yang terlihat sangat marah. "Jadi para penjahat benar benar mengawasi kita sejak lama, sampai mereka tahu dimana kita berada saat kita akan hilang?"
"Benar benar harus diberi pelajaraan yang setimpal nih dokter Sakurata," sahut Mawar yang juga tidak bisa menyembunyikan kemarahannya.
__ADS_1
"Sabar, Besti, kita masih butuh informasi yang lebih akurat," ucap Lili mencoba menenangkan hantu yang dalam keadaan marah, meskipun dirinya juga sedang dilanda kemarahan juga.
"Bener, besti, kita harus pastikan dahulu, jasad kita aman, baru kita memberinya pelajaran," Cempaka menimpali, dan ucapannya kembali membuat para hantu yang sedang marah, mau menahan diri agar bisa menahan emosi mereka.
Sementara itu, Dokter Sakurata masih menunjukan keterkejutannya begitu mendengar ucapan pria muda yang baru saja mengatakan hal tidak terduga. "Apa maksud kamu?" Dokter Sakurata langsung memasang wajah pura pura tidak mengerti.
William langsung tertawa sinis. "Apa saya harus membeberkan apa yang saya lihat di hari dimana hilangnya Laura, putri dari Tuan Tiang feng?"
Dokter Sakurata kembali terperanjat. "Maaf, saya tidak mengerti apa maksud anda, permisi," dokter Sakurata langsung saja melangkah bergi, meninggalkan William yang tersenyum sinis kepadanya.
"Aku yakin, kamu pasti ada sangkut pautnya dengan hilangnya Laura, Dokter," gumam William dengan tatapan penuh kebencian.
Di saat bersamaan, ketiga penjahat yang menjemput Tuan Sakurata, sampai di depan hotel. Saat itu juga Tuan Sakurata keluar dari hotel dan langsung melangkah dan masuk ke dalam mobil dengan keadaan sangat marah.
"Ada tugas tambahan buat kalian," ucap sang dokter.
"Apa itu?" jawab salah satu penjahat.
"Lenyapkan pria bernama Wiliiam."
__ADS_1
...@@@@@@...