
Ozil menghentikan laju motornya begitu melihat mobil yang dia ikuti memasuki pintu gerbang. Tak lama setelah itu kening Ozil nampak berkerut saat melihat dua hantu justru datang menghampirinya. Apa lagi wajah dua hantu itu terlihat cukup panik. OZil zonyak saja melempar pertanyaan begitu mereke sudah berada di dekatnya.
"Kalian kenapa? Kok kayak panik gitu?" tanya Ozil.
"Bang, sepertinya si pemilik rumah bisa merasakan kehadiran kami di sana deh," jawab Melati. "Tadi saat dua orang itu datang, ada pria agak tua yang menyambutnya, tapi menatap tajam ke arah kita. Makanya aku langsung ngajak Mawar untuk keluar."
"Benarkah?" tanya Ozil guna memastikan. Dia juga cukup terkejut dengan kabar yang diceritakan oleh Melati.
"Benar, bang," jawab Mawar. "Dia kayak menatap tajam ke arah kami. Aku rasa sih, dia memang melihat kami, soalnya dia kan katanya dukun yang sakti, Bang. Bukankah itu hal yang wajar jika dia juga memiliki indra ke enam?"
Ozil nampak manggut manggut dan dia cukup setuju dangan apa yang dikatakan Mawar, meski dia juga agak ragu karena Ozil tidak tahu banyak tentang dunia seperti itu. Di saat Ozil akan mengeluarkan suaranya, terlihat mobil Zhang datang dan berhenti tak jauh dari keberadaan motor yang dikendarai Ozil.
"Gimana, Bang? Markasnya udah ketahuan?" tanya Zhang setelah dia turun dari mobil dan mendekat kepada Ozil.
"Sudah," ucap Ozil sambil menunjuk ke salah satu rumah yang paling besar di kawasan tersebut. "Leo dan yang lainnya gimana?"
__ADS_1
"Sebentar lagi mungkin sampai," ucap Zhang. "Tadi mereka sudah menghubungiku."
Di saat bersamaan, mereka melihat dua mobil lain melintas. Zhang dan Ozil langsung berpaling ke arah lain karena Ozil tahu itu adalah mobil Sakurata dan juga anak buahnya. Meski Ozil tidak melihat wajahnya, di atas mobil mereka ada empat hantu lain yang mengawasi, makanya Ozil langsung tahu.
"Kok kalian ada di sini?" tanya hantu Cempaka yang langsung mendekati Mawar dan Melati. Dia dan tiga hantu lainnya segera menghilang dari atap mobil setelah mendapat kode dari Mawar dan Melati agar mereka mau mendekat.
"Apa kalian sudah tahu, dimana letak bos penjahat berada?" Lili ikut bertanya.
"Sudah," jawab Mawar. "Makanya kami mnta kalian ke sini? Tuh lihat, mobil yang kalian ikuti masuk kemana."
Ketiga hantu lantas menoleh. "Ah iya," seru Anggrek. "Jadi itu tempatnya?"
"Yang bener, Mel?" tanya Anggrek memastkan. Melati langusng mengangguk dan menceritakan semua yang telah dia alami beberapa saat yang lalu. "Owalah, terus sekarang kita bagaimana?" ucap Anggrek lagi.
"Nunggu yang lainnya dulu, baru kita bergerak," jawab Mawar.
__ADS_1
Tak lama kemudian, Leo, Marsel dan Wiliiam serta seorang wanita, datang dengan mobil masing masing. Mereka langsung berkumpul jadi satu untuk membahas rencana selanjutnya. Agar tidak dicurigai, mereka memilih tempat lain yang lokasinya agak jauh dari tempat tujuan mereka.
"Ini bembi, aku sudah menceritakan sama dia kentang kronologinya," ucap Leo yang saat itu memang datang dengan seorang wanita untuk dijadikan umpan. "Dia seorang wanita bayaran dan dia juga cukup tahu tentang Mbah Wiro dari teman temannya."
"Ya udah, nanti biar aku yang menemani Bembi masuk ke dalam, aku akan berpura pura jadi mucikarinya," ucap Ozil. "Untuk yang lainnya, saya harap kalian waspada dan tetap menunggu kabar dari saya."
Semuanya nampak setuju. Marsel lalu menyerahkan sesuatu kepada Ozil. "Ini senjata, kali aja nanti bisa kamu gunakan di saat waktu yang cukup genting. Bembi juga sudah aku bekali dengan senjata."
Ozil lantas tersenyum sembari menerimanya. Setelah tidak ada yang dibicarakan lagi, Ozil dan Bembibsegera bergerak dengan menggunakan motornya. Sedangkan yang lain mengawasi keadaan dengan menggunakan satu mobil. Mobil yang lain mereka sembunyikan agar tidak terlihat mencolok. Ozil benar benar memantapkan hatinya agar bisa tenang untuk menghadapi keadaan yang menegangkan seperti ini untuk pertama kalinya.
Sementara itu di tempat yang sedang dituju oleh Ozil. Tepatnya di dalam salah satu ruangan, dua orang terlihat tertawa terbahak bahak meluapkan kebahagiaan mereka. Beberrapa orang yang menjadi anak buah mereka juga ikut tertawa atas keberhasilan tugas mereka sampai membuat bos mereka puas.
"Tidak sia sia, saya mengajak anda untuk bekerja sama, Dok. Lihat, ketujuh wanita ini, saya tidak menyangka akhirnya bisa mengumpulkan mereka," ucap Mbah Wiro yang senyumnya tak pernah surut dari wajahnya.
"Tentu, saya juga senang bekerja sama dengan anda," balas Dokter Sakurata. "Walaupun yang kita butuhkan hanya enam, tapi kalau dilebihkan satu, sepertinya tidak masalah bukan?"
__ADS_1
"Tentu, tidak masalah, Hahaha ..."
...@@@@@...