
Para anak buah yang ada di luar rumah besar itu benar benar tidak bisa berkutik saat ini. Meski dalam hati mereka sangat ingin memberontak, tapi tiga pria yang saat ini sedang mengacungkan senjata tajam kearah mereka, membuat para penjahat tidak memiliki kesempatan untuk melawan.
Mungkin, karena mereka terlalu menganggap tempat itu aman, dan mereka memang terbiasa santai saat berada di rumah bos mereka, jadi para penjahat benar benar tidak mempersiapkan senjata apapun yang bisa mereka pegang. Para penjahat juga sangat terkejut, saat telinga mereka menangkap suara kesakitan dari dalam rumah. Bukan hanya satu suara, tapi banyak suara teriakan.
Rasa terkejut mereka bertambah saat suara itu semakin terdengar jelas. Hampir semua mata yang ada di halaman rumah penjahat membelalak saat melihat bos mereka justru sedang dihajar oleh anak buahnya sendiri. Para penjahat tidak menyangka kalau rekan kerja mereka berkhianat dan menghajar Mbah Wiro tanpa ampun.
Memang Mbah Wiro sedang dihajar oleh anak buahnya sendiri, tapi mereka dalam pengaruh lima hantu. Para hantulah yang mengendalikan para anak buah buat memberi pelajaran pada Mbah Wiro. Para anak buah itu sendiri sebenarnya juga sangat terkejut dan mereka berani melakukan hal seperti itu kepada bosnya.
"Jadi ini, orang yang menculik calon istri saya? Cuih!" ucap Leo saat dia berjongkok di depan tubuh Wiro yang tidak berdaya. Bahkan pria itu sampai meludah di wajah pria itu. "Sekarang masa jayamu telah habis, Tuan!"
"Ozil mana?" tanya Marsel sambil matanya mengedar ke arah pintu tapi sosok yang yang dia cari tidak terlihat.
__ADS_1
"Mungkin Ozil masih di dalam ruangan, coba kamu cari dia," ucap Leo. "Aku sama William tetap disini."
"Jangan lupa, Dokter Sakurata juga, dia tidak kelihatan!" teriak William saat Marsel sudah bergerak menuju ke dalam rumah.
Dokter Sakurata memang saat ini sedang berusasaha mencari jalan keluar untuk kabur. Dia bahkan saat ini sudah berada di atas atap melalui balkon yang ada di sisi lain, kamar yang dia gunakan. Jika jendela langsung menghadap halaman rumah, balkon menghadap beberapa kebun dan rumah warga. "Aku harus bisa kabur dari sini!" tekadnya.
Sementara itu di lain tempat.
Ozil tersenyum miring. "Lumayan babak belur ini," jawabnya. "Gimana? Apa kalian sudah meminta bantuan?"
"Bantuan sedang berada diperjalanan," jawab Marsel, lalu dia mengalihkan pandangannya ke ruangan dimana Ozil berada. Pria itu bangkit dari jongkoknya dan mendekat ke arah tubuh para wanita yang tidak berdaya. Perasaan Marsel bergetar hebat saat menatap sosokk wanita yang dia rindukan terdiam di sana. "Lalita." ucapnya lirih dengan suara yang bergetar.
__ADS_1
Tak lama kemudian, bantuan datang. Beberapa polisi dan ambulan dari rumah sakit terdekat langsung berdatangan setelah mendapat laporan dari tiga pria yang ada di sana. Betapa terkejutnya mereka saat melihat langsung dengan mata kepala mereka sendiri, apa yang terjadi di rumah itu. Para wanita langsung dievakusi oleh tim dokter dan Ozil juga langsung diberi pertolongan. Sedangkan Mbah Wiro dan semua anak buahnya pasrah saat di tangkap
Sedangkan satu penjahat berhasil melarikan diri dengan terjun dari atap rumah. Dialah dokter Sakurata, meski keadaannya sangat mengenaskan, bahkan kakinya hampir pincang, tapi priia itu memilih menyelamatkan dirinya sendiri. Keadaan yang begitu gelap mermbuat ptria itu berhasil lolos, menjauh dari lokasi.
Kejadian di rumah Mbah Wiro, tentu saja mengundang reaksi para tetanggga. Hampir semua merasa terkejut saat mengetahui apa yang terjadi di rumah mewah itu. Banyak juga yang sangat menyayangkan dengan sikap Mbah Wiro yang ternyata seorang penjahat. Dimata para warga, Mbah Wiro itu orang yang baik kepada tetangganya. Maka itu mereka cukup syok dengan apa yang mereka dengar.
Seketika itu pula, berita penemuan lima wanita anak orang kaya, langsung mencuat. Bahkan di dalam berita, korban bertambah dua orang. seketika juga nama Ozil langsung menjadi buah bibir berkat aksinya. Berdasarkan keterangan dari Zhang dan juga tiga pria, mereka semua bisa menemukan para wanita mereka atas bantuan pemuda itu.
Namun begitu, Ozil saat ini tidak bisa ditemui oleh pihak manapun karena dia juga harus menjalani perawatan. Bahkan Leo, Marsel, dan William meminta ruang perawatan Ozil dijaga ketat agar tidak ada wartawan yang masuk demi kenyaman Ozil agar bisa pulih kembali.
"Awas aja kamu Ozil! Aku tidak akan membiarkanmu hidup tenang!" gumam Dokter Sakurata yang sudah berhasil kabur dan mengetahui berita tentang peristiwa tersebut.
__ADS_1
...@@@@@@...