HANTU-HANTU CANTIK

HANTU-HANTU CANTIK
Sukses


__ADS_3

"Bro, coba kamu tengok tawanan kita, Bro. Kali aja dia sudah sadar," titah salah satu penjahat kepada rekannya yang lain. Saat ini mereka sedang berbincang sambil menikmati minuman beralkohol. Mungkin karena mereka sudah terbiasa mengkonsumsi minuman seperti itu, jadi mereka udah kebal dan terlihat tidak mabuk sama sekali, meski dua botol telah mereka habiskan isinya.


"Baiklah," rekan yang tadi diberi perintah langsung bangkit dengan malas. Bau alkohol benar benar menyeruak di tubuh orang itu dan kedua rekan yang lain. Baunya cukup menyengat dan membuat pusing bagi yang tidak suka bau minuman tersebut. Dengan sedikit gontai, pria itu melangkah menuju ruang yang dekat dengan dapur, dimana wanita yang mereka sandra berada.


"Tahanan kabur!" teriak pria itu dengan suara kencang. Tentu saja teriakannya membuat dua rekannya terkejut dan mereka langsung bangkit menyusul pria yang saat ini sudah berdiri di ambang pintu kamar, tempat sandra ditahan. "Wanita itu nggak ada!"


"Sial!" umpat penjahat berjaket biru saat melihat kamar yang tidak ada penghuninya. "Bukankah tadi kita mengikitanya sangat kencang?"


"Ya Sudah, mungkin dia belum jauh. Kita harus gerak cepat, cari wanita itu sampai ketemu. Aku yakin, dia pasti tidak hafal daerah ini," ucapan penjahat yang memakai kaos hitam tentu saja langsung disetujui oleh kedua rekannya. Mereka segera saja bergerak tanpa pikir panjang lagi.


Sementara itu, wanita yang mereka culik, begitu mendengar teriakan dari para penculik, langsung lari menuju pintu gerbang. Beruntung para lelaki itu tidak mengunci gerbang, bahkan tidak menutupnya secara rapat. Padahal kontrakan yang di sewa para penculik memiliki pintu gerbang yang tinggi dan mereka menyewa satu rumah penuh. Mungkin agar mereka bisa melakukan hal apapun, termasuk penculikan jadi mereka menyewa satu rumah utuh.

__ADS_1


Karena terlalu panik dan takut, wanita itu lari begitu saja dan dia tidak sadar kalau sebenarnya dia diarahkan oleh para hantu untuk mengambil langkah menuju tempat keberadaan Ozil. Letaknya tidak terlalu jauh, hanya melewati beberapa tikungan, wanita bernama Zhang, sudah hampir sampai di depan gerbang tempat Ozil berada.


Di saat itu pula, Cempaka membuka gerbang yang kuncinya memang sudah dilonggarkan oleh Ozil. Para hantu yang lain mengarahkan Zhang untuk masuk ke dalam dan bersembunyi di sana. Secara kebetulan, tak lama setelah Zhang masuk, wanita itu mendengar teriakkan pria yang meminta rekannya berpencar. Zhang langsung saja mencari tempat bersembunyi dan dia memilih tempat pos satpam yang kebetulan berada didekatnya.


Begitu Zhang sudah bersembunyi, Cempaka kembali menutup gerbang dan menguncinya dengan rapat. Untuk sementara Zhang aman. Bahkan saat para penjahat yang melintas, tidak menyadari kalau Zhang ada di dalam gedung yang mereka lewati.


"Ozil sudah tidur belum ya?" tanya Mawar begitu para hantu berkumpul di sekitar tempat persembunyian Zhang. "Kasihan wanita itu kalau semalaman barada di sini."


"Lah terus dia gimana?" tanya Mawar lagi.


"Ya kita tahan dia agar disini saja. Lagian ini sudah sangat larut dan bisa bahaya kalau dia pergi dari sini," ucap Cempaka.

__ADS_1


"Benar," Melati menimpali. "Kalau dia bisa lolos dari penjahat itu, takutnya ada penjahat lainnya nanti. Apa lagi dia tidak tahu berada di daerah mana sekarang. mending dia tetap di sini. Kan tiap pagi Bang Ozil sudah bangun tuh."


Para hantupun akhirnya setuju dengan usulan Cempaka dan Melati. Sedangkan wanita bernama Zhang, begitu merasa aman, dia keluar dari persembunyiannya. Zhang melangkah menuju ke pintu gerbang dengan tatapan waspada. "Loh kok nggak bisa dibuka? Apa tadi aku yang menguncinya?" gumam Zhang saat mencoba membuka pintu gerbang.


Tidak sampai satu menit, Zhang pun menyerah untuk membuka gerbang. Matanya memandang ke sekitar depan bangunan dan tempatnya terlihat sangat sepi. Lalu Zhang beralih menatap bangunan yang dijadikan tempat Zhang untuk bersembunyi. Zhang membaca papan yang terpajang di sebelah kiri. "Anindita Wedding, sepertinya aku kenal tempat ini? Tapi kenapa aku tiba tiba berada di daerah sini? Siapa mereka?"


Lagi lagi berbagai pertanyaan muncul dalam benak wanita itu. Saat ini Zhang benar benar tidak bisa bertidak apapun karena dia memang tidak memegang ponsel ataupun sesuatu yang bisa dia gunakan untuk menghubungi keluarganya. Zhang kembali duduk di pos satpam.


"Apa tempat ini nggak ada orangnya?" gumamnya lagi. "sepertinya malam ini aku harus bermalam disini? Ya udahlah, mau gimana lagi. Nggak ada, bantuan juga," Zhang pun akhirnya pasrah.


...@@@@@@...

__ADS_1


__ADS_2