HANTU-HANTU CANTIK

HANTU-HANTU CANTIK
Marahnya Para Hantu


__ADS_3

"Akh! Sialan!" teriak Mbah Wiro begitu dia tersadar dari pingsannya. Dukun yang namanya cukup terkenal itu tidak menduga akan mendapat kesialan seperti ini. Kakinya telah terborgol, sedangkan wanita yang tadi menjalani ritual, kini sudah bergabung dengan yang lain setelah tugasnya sukses. Tidak ada sosok wanita dalam ruangan tersebut selain anak buah yang sedang merasa was was.


Sementara itu beberapa anak buah Mbah Wiro saat ini sedang berusaha masuk ke ruangan rahasia. Beberapa kali mereka berusaha membuka pintu tapi mereka merasa aneh karena pintu yang menuju ke ruang rahasia selalu akan menutup kembali sebelm mereka bisa masuk.


"Apa di dalam ada orang? Ini kuncinya agak keras untuk didorong," salah satu penjahat mengeluarkan suara tanyanya karena dia merasa heran, kotak kayu yang biasanya sangat mudah di dorong, saat ini terasa sangat keras dan susah.


"Sepertinya begitu," sahuta penjahat yang lainnya. "Coba kamu berdua dorong yang kuat, biar biar aku dan yang lain nanti menahannya saat pintu bergeser."


Rekannya mengangguk dan dia bersama yang lain langsung mengerjakaan usulan lainnnya. Begitu pintu rahasia bergeser sedikit, para penjahat langsung menahan pintu tersebut agar tidak tertutup kembali. Dan betapa terkejutnya mereka saat mata mereka menangkap sessosok pria sedang berusaha menahan pintu agar tidak terbuka.


"Sialan! Siapa kamu hah!" bentak salah satu penjahat.

__ADS_1


Ozil yang sekuat tenaga menahan pintu agar tidak terbuka, akhirnya menyerah karena lawan yang mencoba membuka pintu rahasia lebih besar tenaganya. Mau tidak mau Ozil harus bertarung melawan lima penjahat seorang diri. Perkelahian pun tidak dapat dihindari saat itu juga. Ozil benar benar berjuang sekuat tenaga melawan para penjahat demi melindungi tubuh para wanita.


"Akhh!" teriakan Ozil menggema cukup keras. Di saat Ozil lengah, dia harus menerima hantaman dipunggungnya dari salah satu penjahat. Awalnya Ozil memang masih bisa bertahan. Tapi karena lawan yang tidak seimbang, secara otomatis tenaga Ozil pun terkuras dengan cepat. Ozil sambruk dan saat itu juga, dia langsung dihajar. "Akhh!"


"Bang Ozil!" pekik salah satu hantu dengan suara yang cukup keras. Para hantu memang langsung mencari keberadaan Ozil di saat tiga pria berhasil masuk ke halaman rumah Mbah Wiro dan menahan para penjahat di sana. Kelima hantu langsung menyebar untuk mencari tubuh mereka dan betapa terkejutnya dua hantu saat melihat Ozil sedang dihajar. Dua hantu itupun langsung bertindak dengan segala amarahnya. Mereka menggunakan semua tenaganya untuk membalas balik para penjahat yang sempat menghajar Ozil.


"Apa yang terjadi? Kenapa tanganku tidak bisa bergerak?" salah seorang yang sudah mengepalkan tangannnya dan bersiap untuk meninju Ozil sangat terlihat terkejut saat tangannya terasa berat untuk digerakan.


"Jangan bercanda, Bro," sahut rekan yang lain dan dia juga bersiap hendak melayangkan tendangannya tapi dia pun merasakan hal yang sama dengan rekannya. "Kakiku kenapa susah bergerak?"


"Bang Ozil!" pekik Anggrek sambil menekuk kaki.

__ADS_1


"Aku nggak apa apa." ucap Ozil sambil meringis menahan sakit. Dia memang masih sadar karena para penjahat belum lama menghajar Ozil tapi dua hantu yang lain sudah datang. "Kalian beri aja mereka pelajaran."


Para penjahat seketika serentak dibuat tercengang dengan apa yang mereka lihat. Dimata mereka Ozil nampak sedang berbicara dengan orang lain tapi tidak terlihat wujudnya. Dan semuanya kembali dibuat tercengang dengan mata yang melebar, saat benda benda yang ada di ruang rahasia itu berterbangan.


"Apa ini!" pekik penjahat dengan suara tergagap karena mereka begitu terkejut melihat benda benda yang terangkat dan secara bersamaaan semua benda itu langsung melayang dan menghantam mereka semua.


"Akhh!" semua penjahat serentak berteriak kesakitan dan juga ketakutan. Bahkan ada beberapa penjahat yang wajahnya sampai pucat melihat keanehan di depan mata mereka. Para hantu dengan segala kekuatanyya, benar benar melampiskan kemarahan mereka saat itu juga.


"Ada apa ini!" teriak seseorang dengan lantang begitu matanya melihat para penjahat sedang merasakan kesakitan dan saling berteriak. Dialah Mbah Wiro. Dengan kaki yang terborgol dia bersusah payah melangkah menuju ke ruang rahasia dengan dibantu anak buahnya dan betapa terkejutnya dia saat melihat kekacauan di ruangan tersebut.


"Sekarang giliran kamu!" teriak Lili dengan lantang ke arah Mbah Wiro. Semua hantu langsung memberi pelajaran pada bos para penjahat.

__ADS_1


"Akhh!"


...@@@@@...


__ADS_2