
"Apa yang kalian lakukan!" seru seorang tukang bangunan saat melihat rekannya terbaring di lantai bersama seorang wanita yang tengkurap di atas tubuhnya.
"Mbak nya ini tertarik sama aku, Bro. Sampai main drama segala," ucap rekan dari tukang bangunan tersebut kepada wanita yang sedari tadi berusaha bangkit tapi tidak bisa.
"Kalau ngomong jangan asal deh, Pak!" hardik si wanita dengan kesal. "Siapa juga yang tertarik dengan tukang bangunan kayak bapak!"
Tukang bangunan yang sedari tadi di bawah tubuh wanita bernama Amel, seketika langusng menyeringai. "Yakin nggak tertarik? Atau mau coba dulu kekutan isi celana seorang tukang bangunan?" ucap si tukang bangunan, lalu dia melongok ke arah rekannya. "Bro, coba kamu angkat tubuhnya? bener nggak ucapan dia? Katanya susah buat bangkit?"
Dengan senang hati tukang bangunan yang baru datang langsung bergerak dan mengambil posisi yang mudah untuk mengangkat tubuh Amel. Di saat bersamaan, tiga hantu yang ada di sana langsung menghentikan kekuatannya dan tubuh Amel berhasil di angkat.
"Lah itu bisa? Susah darimananya?" seru si tukang yang terbaring sampai membuat Amel gelagapan. Wanita itu sendiri juga bingung, padahal tadi dia sudah berusaha, tapi tetap tidak bisa. Seperti ada yang menekan tubuhnya. Untuk menjelaskannya pun sudah bisa dipastikan kalau dua tukang itu tidak akan percaya. Amel hanya mendengus, lalu dengan menahan rasa sakit di kakinya, dia hendak pergi, tapi lagi lagi tiga hantu mendorong tubuhnya.
Bugh!
"Akhh!"
"Tu kan, Bro, kamu lihat sendiri," ucap si tukang yang belum sempat bangkit dari lantai tapi tubuhnya sudah tertimpa tubuh Amel lagi.
"Aku nggak sengaja, Pak!" teriak Amel kencang.
Kamu lagi ngapain, Mel!" tiba tiba si pemiik rumah datang dan betapa terkejutnya pria itu saat melihat tubuh Amel berada di atas tubuh tukang bangunan. Tentu saja kembalinya pria itu mengejutkan semua yang ada di sana, termasuk para hantu. "Kalian mau main bertiga? Hah!"
__ADS_1
"Maaf, Mas Alex, ini tidak seperti yang kamu pikirkan. Tapi aku merasa ada yang aneh dengan pacar kamu, Mas," si tukang yang terbaring langsung memberi penjelasan.
"Benar, Mas. Pacar Mas Alex aneh," tukang yang berdiri ikut memberi kesaksian. Sementara tiga hantu yang ada di sana hanya menikmati drama yang sedang terjadi di depan mata mereka. Tak lama setelahnya, Cempaka dan Mawar juga datang.
"Sorry, Mel, kita nggak bisa nahan pria itu terlalu lama," ucap Mawar merasa tidak enak.
"Nggak Apa apa, tapi kedatangan pria itu tepat kok. Sekarang kita lihat dulu aja, apa yang bakalan Amel lakukan," ucap Melati dengan seringai jahatnya.
"Aneh gimana?" tanya pria bernama Alex dengan wajah masih terlihat emosi.
"Mbak nya tadi bilang tubuhnya terjatuh dan tidak berdiri. tadi aku sudah bantuin berdiri, udah bisa, tapi Mbaknya kayak sengaja jatuh gitu," balas si tukang yang berdiri.
"Kalau nggak sengaja? kenapa kamu masih disitu? Udah tahu aku datang, kenapa nggak langsung berdiri?" suara Alex terlihat lantang.
"Ini nggak ..." Amel tidak melanjutkan kata katanya karena untuk kali ini dia merasa tidak ada tekanan di tubuhnya.
"Nggak bisa apa, hah! Coba berdiri!" bentak Alex denga kemarahan yang sangat membara.
Amel seketika dilema. Namun Amel tidak memilki pilihan lain lagi selain berdiri. "Serius, Lex. Tadi kayak ada yang nahan tubuh aku," Amel berusaha menjelaskan setelah dia berdiri tegap.
"Alah, omong kosong! Lalu kenapa itu tubuh kamu basah, hah!"
__ADS_1
"Kayaknya dia sengaja nyiram tubuhnya sendiri deh, Mas. Nggak mungkin kan, ada tempat air yang bisa tumpah sendiri langsung nyiram ke atas rambut?" ucapan tukang yang tadi berbaring membuat Amel membelalak..
"Orang benar, kok, Lex. Tadi tuh aku lagi duduk disitu, tiba tiba tempat air nyiram aku gitu," Amel tetap memberi penjelasan.
"Terus kamu pikir aku percaya. hah!" bentak Alex. "Pakai logika kalau mau bohong! Aku tahu, Mel, kamu suka bohongin Jonas dan keluarganya Aneke. Tapi kamu nggak bisa bohongin aku, paham!"
"Sumpah, Lex. Aku nggak bohong," Amel mulai terlihat panik.
Alex menatap dua tukang dengan kemarahan yang masih membara. "Pak, kalian mau nggak masukin satu lubang rame rame?"
Deg!
Amel terperanjat. "Maksud kamu apa, Lex?" tanya Amel dengan perasaan yang tidak enak.
Alex menyeringai dan membalas tatapan Amel dengan segala kemarahannya. "Kamu pengin merasakan sodokan batang dua tukang ini, kan? Akan aku kabulkan. Ayok, Pak, bawa wanita ini ke kamar itu. Kita main bareng."
"Lex, aku mohon.lex, jangan lakukan ini sama aku, lex. tolong, jangan!"
Sayangnya Alex tidak peduli. Amel langsung ditarik menuju kamar dan diikuti dua tukang yang kegirangan.
...@@@@@...
__ADS_1