
"Ada informasi apa?" tanya Ozil begitu dia sampai di kamar, menemui para hantu yang sudah menunggunya.
"Seruni mana? Kok nggak kelihatan?" bukannya menjawab pertanyaan Ozil, salah satu hantu malah melempar pertanyaan lainnya.
"Dia pergi, katanya ada urusan," jawab Ozil sambil melepas kemejanya karena sedang bebas tugas.
"Gawat, Bang. Seruni benar benar sedang diincar oleh orang yang menculiknya. Apa lagi perbuatan kita membuat para penculik berpikir kalau Seruni memiliki kelebihan unik," ucap Cempaka.
"Maksud kalian?" tanya Ozil dengan kening yang berkerut.
"Kemarin kan, saat kami menyelamatkan Seruni, kami memakai kekuatan seakan akan Seruni itu bisa memakai sihir gitu. Eh malah karena hal itu, para penjahat semakin gencar mencari keberadaan Seruni. Merek harus berhasil membawa Seruni dengan cara apapun."
"Astaga! Kok jadi rumit gini?" keluh Ozil dengan raut wajah yang tidak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya. "Terus kita harus gimana?"
"Abang sudah menjebol segel milik Seruni belum?" tanya Lili.
__ADS_1
"Ya belumlah, kalian kan tahu alasannya bagaimana," jawab Ozil, dan kelima hantu pun mengerti. "Tapi, jika aku menjebol segel milik Seruni, dan itu ketahuan oleh para musuh, lalau bagaimana nasib lima wanita yang mereka culik sebelumnya? Bukankah itu sangat berbahaya?"
"Nah, aku juga mikirnya gitu, Bang," ucap Melati. "Kalau ternyata lima wanita itu adalah kita, kemungkinan terbesar tubuh kita akan dilenyapkan mereka dan kita tetap jadi hantu gentangan kayak gini."
"Benar juga!" seru Mawar. "Jadi bagaimana ini solusinya?"
"Ya udah mumpung Seruni masih aman bersamaku, kalian diusahakann nyari tahu dimana bos mereka tinggal. Nanti jika sudah dapat, kalian kasih tahu alamatnya. Kalau pas akhir pekan aku akan usahakan mendatangi tempat itu, gimana?"
"Nah itu ide bagus, Bang," seru Anggrek. "Tapi kan sepertinya, para penculik bakalan pulang, jika Seruni sudah ditangkap."
"Ya udah, kalian sabar aja dulu. Nanti pasti ada jalan untuk kita," ucap Ozil memberi semangat agar para hantu tidak berputus asa nantinya. Biar bagaimanapun mungkin kelima hantu itu sudah lelah menjadi hantu penasaran dan sekarang mereka sudah menemukan sebuah titik terang dimana kelima wanita korban penculikan adalah kelima hantu wanita itu.
"Kamu yakin, target kita bakalan datang ke sini?" tanya salah satu dari dua pria itu yang memakai kaos hitam.
"Ini kan toko milik terget kita, jadi ada kemungkinan besar kalau wanita itu akan datang ke sini," jawab rekannya yang memakai jaket kulit. "Dulu itu aku mengawasi target itu di sini, waktu kamu belum gabung sama kita."
__ADS_1
"Owalah, pantes, kamu kayak hafal banget tempat tempat yang didatangi anak keturunan chines itu," si kaos hitam nampak terkejut. "Terus kalau kita nggak dapat menangkap target gimana? Mbah Wiro pasti bakalan murka besar nantinya."
"Maka itu, kita harus bisa menangkapnya. Kamu udah tahu kan murkanya bos kita kayak gimana?" ucap pria berjaket.
"Hahaha ... aku tahu itu," si kaos hitam malah terbahak. "aku juga baru tahu, ternyata tumbal perawan ribet juga ya? Harus ini, harus itu. Berarti lima cewek anak konglomerat yang dulu kita culik, sampai sekarang masih hidup ya?" tanya pria berkaos hitam.
"Ya masih, kan Mbah Wiro lagi nunggu korban terakhir yang sedang kita incar. Kalau sudah lengkap, baru keenam cewek itu ditumbalkan semua dan Mbah Wira semakin sakti tak terkalahkan," jawab pria berkaos
"Apa! Jadi tumbal perawan itu beneran ada?" pekik seseorang dengan suara yang cukup lirih. Orang yang duduk tidak jauh dari dua pria itu nampak begitu terkejut dengan apa yang baru saja dia dengar. Awalnya orang itu hendak memasuki Seruni Bakery yang ada di sana, tapi langkah orang itu terhenti saat melihat dua pria itu dan dia mengenalinya sebagai penculik dirinya. "Aku harus kasih tahu Bang Ozil nih."
Orang itu pun bangkit dari duduknya dan melangkah agak pelan menjauh dari dua pria tersebut. Tapi karena matanya tidak fokus, orang tersebut malah berbenturan dengan pengunjung lain yang tidak melihatnya. Sontak saja tubuh keduanya goyah hingga topi yang dipakai orang itu terlepas dan rambut panjangnya terurai.
Tanpa sengaja mata orang itu bertatapan dengan maat dua pria yang sedang menyaksikan dirinya bertabrakan dengan pengunjung lain. Masing masing mata langsung membelalak.
"Itu target kita!" seru salah satu pria.
__ADS_1
"Sial, aku ketahuan!" orang itu langsung saja lari dan tentunya dia juga dikejar dua pria yang mengenali wajahnya.
...@@@@@...