HANTU-HANTU CANTIK

HANTU-HANTU CANTIK
Informasi Korban


__ADS_3

Tiga penjahat kini terduduk lesu dengan tangan terikat. Uang banyak yang sudah mereka bayangkan akan menjadi milik mereka, pupus sudah dengan kegagalan rencana yang baru saja mereka alami. Selain gagal mendapatkan sejumlah uang, sepak terjang mereka sebagai penculik profesional juga sepertinya akan berakhir detik ini juga.


Tak jauh berbeda dengan nasib ketiga penjahat itu, seseorang yang berprofesi sebagai dokter dan berasal dari negara lain, juga sepertinya akan mengalami hal yang sama. Nama besar yang sudah dia bangun sebagai dokter jantung terbaik, akan runtuh akibat ambisi konyolnya yang tidak masuk akal. Setelah kasus kejahatannya terungkap, dokter itu kini harus pasrah akan nasib yang akan menimpanya setelah berhasil di temukan.


"Bagaimana, Dokter Sakurata? Bukankah saya bisa dengan mudah menemukan anda?" tanya seorang pemuda yang beberapa hari sebelumnya telah menggagalkan rencana sang dokter. Dan kali ini untuk kedua kalinya, pemuda itu kembali menggagalkan rencananya dengan sangat mudah. Bahkan Dokter yang sedang terikat tangan dan kakinya itu, masih tidak percaya dengan keberhasilan pemuda itu.


"Anda pasti sangat tidak menyangka bukan, kalau saya akan sangat mudah menemukan keberadaan anda? Tidak lebih dari satu minggu, anda sudan berhasil saya temukan. Sekarang anda tahu, betapa bodohnya anda, bukan?" ucap pemuda itu lagi dengan segala kegeraman yang dia pendam sejak menerima tantangan berupa surat kaleng. "Sangat disayangkan sekali, anda dendam kepada saya, kenapa anda harus mengorbankan orang lain? apa anda sudah kehilangan kewarasannya?"


Untuk saat ini dokter itu hanya terbungkam. Namun nampak sekali dari sorot matanya, ada kemarahan yang begitu besar, yang dia tunjukan kepada pemuda bernama Ozil itu. Dia mengalihkan pandangannya dari pria yang sedang duduk di kursi dan menghadap wajahnya. Namun saat memandang ke arah lain pun amarahnya Dokter Sakurata kembali berkobar karena ada tiga orang yang nasibnya sama seperti dirinya, terikat tak berdaya.

__ADS_1


"Sekarang kalian puas, bukan?" Dokter itu malah berkata kepada tiga penjahat di dekatnya. "Itulah ganjaran bagi orang yang berkhianat pada saya. Sekarang bukan uang yang kalian dapat, tapi hukuman yang harus kalian terima!" ucap sang Dokter dengan segala kemarahannya.


"Hahaha ... jadi kalian tadi berencana mengkhianati Dokter bebedah ini?" tanya William dengan sinisnya kepada tiga penjahat yang sudah tidak berdaya. "Memang apa yang menyebabkan kalian ingin berkhianat? Apa bayaran dokter itu kurang banyak?"


Untuk beberapa saat ketiga penjahat itu saling tatap satu sama lain, tak lama setelahnya salah satu dari mereka menatap penuh amarah juga kepada Dokter yang nasibnya sama dengan mereka. "Karena saya tidak suka dengan niat dia yang ingin melenyapkan korban dan mencari korban lain hanya untuk memancing pria bernama Ozil."


"Apa!" pekik Ozil dengan tatapan terperangah. Jelas sekali dari raut wajahnya kalau dia begitu terkejut meendengar ucapan dari salah satu penjahat yang sedang kesal. "Dia ingin melenyapkan gadis itu?"


Ozil dan ketiga pria yang membantunya, cukup syok mendengarnya. Bahkan tatapan mereka langsung tertuju pada dokter yang saat ini sedang tertunduk dengan segala umpatan di dalam benaknya. "Hahaha ..." tawa Ozil sontak menggelegar. "Apa karena anda sudah tua dan banyak uang, lalu anda harus menjadi pengecut untuk menghadapi saya, Dokter? Hahaha ..." Dokter itu tetap terbungkam dengan segala kekesalannya yang terus dia tahan.

__ADS_1


"Pantas saja, tadi aku merasa aneh saat kita datang," ucap Marsel. "Kok bisa dokter Sakurata sudah terikat? ternyata karena dia dikhianati anak buahnya sendiri, Hahaha ... apes banget kamu, Dok."


Tiga pria yang mendengar ucapan Marsel ikutan menyeringai. "Lalu apa rencana kalian selanjutnya, setelah kalian berkhianat kepada Dokter itu?" kini giliran Leo yang mengeluarkan suaranya.


"Awalnya kami hanya ingin mendapatkan uang yang lebih banyak dari Dokter itu dan lepas tangan, tapi dokter itu tidak mau memberikan kami uang. Jadi kami berniat memberikan dokter itu kepada tiga pria yang juga sedang mencarinya dengan imbalan yang cukup besar," jawab salah satu penjahat.


"Loh, itu kita dong?" ucap William. "Bukankah kita yang membuat informasi itu?" tanyanya kepada Leo dan Marsel. "Terus, kalian juga akan minta tebusan kepada orang tua wanita itu juga?"


Penjahat yang tadi mengeluarkan suaranya, sontak menggeleng. "Kami tidak tahu keluarga wanita itu ada dimana? Kami hanya mendapat perintah berdasarkan foto yang kami terima dari dokter itu?"

__ADS_1


"Hah!"


...@@@@@...


__ADS_2