HANTU-HANTU CANTIK

HANTU-HANTU CANTIK
Ulah Si Dia


__ADS_3

Ozil terkekeh cukup kencang, melihat tingkah hantu wanita yang sedang menutupi rasa malunya dengan wajah kesal. Hantu wanita dengan rambut yang panjangnya sepunggung itu terlihat begitu menggemaskan saat sedang malu seperti itu. Meskipun wanita itu adalah hantu, tapi wajahnya tidak terlihat pucat sama sekali. Ozil pun jadi teringat dengan Sakura yang wajahnya tidak pucat saat jadi hantu.


"Kenapa kamu nggak bilang dari tadi sih, kalau kamu bisa melihat wujudku?" tanya wanita itu dengan rasa kesalnya masih bersarang. Jelas sekali kalau hantu wanita itu sangat malu dengan tingkahnya saat ozil memainkan isi celananya di depan wajahnya tadi. "Kamu pasti mikirnya aku hantu apaan."


"Hantu apaan emangnya?" ucap Ozil sambil membereskan bekas makannya. Pria itu dengan sigap kembali merapikan kamarnya setelah digunakan untuk makan, lalu dia membuang sampah dan mencuci alat alat makannya.


"Ya hantu murah meriah gitu," sungut hantu wanita.


"Hahaha ..." Ozil kembali terbahak. "Emang ada, hantu murah meriah? Baru dengar aku?" tanya Ozil setelah dia duduk di atas kasur begitu selesai beres beres. Tangan kanannya meraih ponsel dan melepas kabel pengisi daya. terlihat hantu wanita itu semakin kesal dengan suara tawa Ozil yang terkesan meledeknya.


"Kamu datang darimana sih? Kok tiba tiba nongol aja di kamarku?" tanya Ozil lagi. Karena tadi hantu wanita memilih diam dengan segala rasa kesal dan malunya, Ozil pun mencoba mengalihkan pembicaraan, agar hantu itu tidak merasa malu dan kesal lagi.


"Aku nggak tahu, aku berasal darimana," balas wanita itu. Perubahan wajah yang ditunjukan hantu wanita membuat Ozil menatap lekat hantu yang tiba tiba terlihat sedih. Seketika pikiran Ozil pun mengingat lima hantu yang juga mengalami hal yang sama, yaitu lupa dengan asal usulnya.


"Lah terus, kamu bisa sampai ke tempatku? Apa kamu biasa berkeliaran disini?" tanya Ozil lagi. "Tapi sepertinya kamu baru di daerah sini apa yah? Soalnya, dari hantu yang sering aku lihat, kamu terasa beda gitu."

__ADS_1


Hantu wanita itu menoleh dan menatap Ozil dengan tatapan tercengang. "Apa kamu sudah lama bisa melihat makhluk tak kasat mata?"


Ozil mengangguk. "Ya cukup lama sih. Sejak aku hampir mati beberapa bulan lalu. Nggakk nyangka aja, luka di kepalaku malah membuat aku mampu melihat kalian?"


Meski masih merasa terkejut, hantu wanita itu menganggukan kepalanya beberapa kali. "Apa kamu nggak takut melihat hantu? Aku aja takut meski itu hantu bohongan, eh malah sekarang aku jadi hantu kayak gini."


Ozil tersenyum cukup lebar. "Ya awalnya takutlah. Apalagi hantu itu banyak yang serem serem dari pada yang cantik kayak kamu."


"Cih, mana ada hantu cantik?" hantu wanita itu malah mencibir.


Kening hantu wanita sontak berkerut. Dia mencoba mengingat hantu lain yang dia lihat. "Aku belum terlalu memperhatkan mereka. Aku kan belum lama jadi hantu. Baru kemarin malam aku menjad arwah kayak gini."


"Hah!" untuk pertama kalinya Ozil menunjukan wajah terkejutnya. "Kamu baru kemarin jadi hantu?" tanya pemuda itu, dan hantu wanita mengangguk dengan yakin. "Terus kamu matinya kenapa? kayaknya bukan kecelakaan ya? Atau kamu mati karena pemyakit?"


Hantu wanita itu menggeleng. "Aku nggak tahu, aku mati karena apa. Aku tiba tiba sudah jadi hantu kemarin."

__ADS_1


"Loh, loh, loh! Gimana ceritanya?" Ozil semakin dibuat terkejut. "Mana mungkin kamu tiba tiba harus jadi hantu?"


"Emang kenyataanya begitu," sungut sang hantu. "Aku aja kaget saat melihat seorang wanita yang wajahnya mirip sama aku, terdiam dengan tubuh yang tidak bergerak. Baju wanita itu aja sama dengan baju yang aku pakai saat ini. Namun tak lama kemudian, aku baru tahu kalau itu adalah tubuhku dan aku sadar aku sudah mati."


Meski masih diliputi rasa terkejut, Ozil terlihat mengerti dengan apa yang diucapkan oleh hantu. Ozil bahnkan sampai menganggukan kepalanya beberapa kali. "Terus, bagaimana kamu bisa keluyuran sampai daerah sini dan masuk ke kamarku?"


Wanita itu menghela nafasnys sejenak. "Semalam aku mendengar oborolan empat pria dan salah satu dari mereka, menyebut nama kamu."


"Apa!" Ozil memekik dengan suara yang cukup lantang. "Menyebut nama aku? Coba jelaskan gimana ceritanya?"


"Ya gitu, mereka berempat ngobrolin tentang kamu. Salah satu dari mereka bahkan ngomong kalau aku adalah alat untuk menguji kamu, apakah kamu bakalan mengetahui keberadaan orang itu atau tidak, jika dia memacingmu dengan cara melenyapkan aku."


Deg!


Ozil semakin terperangah mendengar informasi yang keluar dari mulut hantu wanita.

__ADS_1


...@@@@@@...


__ADS_2