HANTU-HANTU CANTIK

HANTU-HANTU CANTIK
Rencana Mulai Berjalan


__ADS_3

Setelah pembicaraan selesai.


"Kamu nggak jadi nginep di tempat Ozil? Katanya kamu mau ..." tangan Seruni langsung bergerak menutup mulut wanita yang sedang memegang kendali mobil. Zhang sangat kaget dengan reaksi wanita yang duduk di sebelahnya. Kening Zhang bahkan sampai berkerut saat menoleh ke arah Seruni dan wanita itu sedang melotot kepada Zhang.


Seruni langsung mendelik dan mengetikan sesuatu pada ponsel barunya dan menunjukkannya pada Zhang. Setelah Zhang membacanya, wanita itu langsung cengengesan dan memberi tanda dengan jarinya kalau dia mengerti. Mereka lantas kembali menatap ke arah jalan yang mereka lalui.


Seteleh bermusyawarah dengan Ozil, semua memang langsung kembali ke tempat tujuan masing masing. Begitu juga dengan Zhang dan Seruni. Sebenarnya Seruni ingin kembali tidur bareng Ozil, tapi karena ada tugas yang harus dia lakukan, dengan sangat terpaksa dia harus kembali untuk tinggal bersama Seruni.


"Ternyata tebakan Ozil benar ya?" ucap Zhang begitu dia telah memasuki komplek tempat tinggalnya. "Tuh, ada mobil yang terparkir di dekat gerbang rumah aku," ucapnya lagi sambil menunjuk ke arah mobil yang terparkir di tak jauh dari tempat tinggal Zhang.


"Ah iya," seru Seruni. "Karena tadi kelihangan jejak kita, mereka kembali lagi dan mereka sengaja ganti mobil."


"Kita lihat saja nanti saat kamu mulai beraksi," balas Zhang.


"Beres," balas Seruni dengan ceria.

__ADS_1


Bukan hanya Seruni yang terkejut saat melihat mobil itu. Ada dua hantu lain yang memang ditugaskan untuk mengikuti Zhang dan Seruni. Mereka juga cukup terkejut saat mendengar ucapan Zhang. Mata kedua hantu itu menelisik mobil yang dimaksud. Begitu mobil Shang berhenti di depan pintu gerbang rumahnya, dua hantu yang mengikuti mereka langsung keluar dari mobil Zhang dan berpindah menuju mobil yang dimaksud oleh Zhang tadi.


"Apa benar ini penjahatnya?" tanya salah satu hantu yang diberi nama Mawar. Saat ini dia dan hantu lain yang dipanggil Melati sudah berada di dalam mobil, dimana ada dua orang pria yang sedang duduk di sana. Yang satu duduk sambil memegang kemudi, yang satu duduk di sebelahnya.


"Ya kita lihat aja nanti," balas Melati. "Seperti yang direncanakan, Seruni dan Zhang sebentar lagi akan keluar, bukan?" Mawar pun mengangguk.


Tak lama kemudian, seperti yang sudah direncanakan, Seruni keluar dari pintu gerbang dan berpura pura pamit pada Shang. Setelah Zhang masuk, Seruni juga pura pura menelfon seseorang sambil melangkah pelan menjauh dari rumah Zhang.


"Target sudah ada di depan mata. Kita bergerak sekarang," ucap salah satu pria yang duduk di sebelah rekannya.


Hap!


Mulut dan hidung Seruni langsung dibekap dengan sapu tangan yang sudah dibubuhi obat bius. Seruni mencoba melawan tapi tenaganya kalah kuat dan tubuhnya berangsur melemas. Begitu Seruni tidak sadarkan diri, pria yang membiusnya langsung mengangkat tubuh Seruni dan memaasukannya ke dalam mobil.


"Dia pikir dia bakalan lolos dari kita," ucap pria yang memegang kemudi dengan tatapan mengejek.

__ADS_1


"Udah, sekarang kita ke markas, aku akan telfon bos kita dulu," balas pria yang tadi membius Seruni. Rekannya langsung menyalakan laju mobil dan pria yang tadi langsung menghubungi seseorang untuk melaporkan tentang Seruni.


"Ternyata benar, mereka orang suruhan Sakurata," sungut Melati begitu mereka mendengar pria yang sedang melakukan panggilan telfon, memanggil bosnya dengan kata dokter. Sudah dipastikan kalau itu adalah dokter Sakurata.


"Tenang aja, sebentar lagi kita akan mengetahui tempat persembunyian mereka, kamu tenang aja," ucap Mawar.


Seruni memang dibawa ke suatu tempat. Setelah menempuh perjalanan sekitar dua puluh menit, mobil itu nampak memasuki bangunan berbentuk rumah. Sepertinya mereka memang sengaja menyawa rumah. Begitu gerbang tertutup, tubuh Seruni langsung di angkat menuju ke dalam rumah itu.


Tanpa dua penjahat itu sadari, selain diikuti para hantu, mobil mereka juga diikuti oleh Zhang. Tadi begitu Seruni keluar dari gerbang rumahnya, wanita itu juga bersiap diri dan mengawasi keadaan. Begitu penajahat fokus kepada target mereka, Zhang langsung mengeluarkan mobil yang lain untuk mengikuti mobil penjahat itu.


Kini Zhang sudah berada di dekat rumah persembunyian dua pria yang menculik Seruni. Sekarang tugas dia adalah memberi tahu Ozil agar pemuda itu segera datang ke tempat tersebut.


Begitu mendapat kabar dari Zhang, Ozil langsung bersiap diri untuk mendatangi tempat tersebut.


...@@@@@...

__ADS_1


__ADS_2