HANTU-HANTU CANTIK

HANTU-HANTU CANTIK
Hasil Dari Perbuatan


__ADS_3

Disiang yang sama, di tempat yang berbeda.


"Mimpi apa aku semalam, bisa bisanya mau ditidurin tukang ojeg," sungut Mauren sambil mengenakan pakaiannya setelah beberapa jam lamanya dia terlelap karena kelelahan akibat permainannya bersama orang yang tidak dia kenal. Lebih parahnya lagi, dia tukang ojeg yang usianya sekitar tiga puluhan.


"Hehehe .." tukang ojeg yang ada di tempat yang sama dengan Mauren sontak terkekeh sambil menikmati batang rokok yang panjangnya tinggal setengah. "Yang ngajakin main kan kamu, Mbak. Aku laki laki normal ya wajar dong mau. Meskipun tukang ojeg juga, Mbak sampai minta nambah tiga kali tadi."


"Tapi kan seharusnya bapak pakai pengaman? Biar semua benihnya nggak masuk ke dalam lubangku. Nanti kalau aku hamil gimana?" protes Mauren.


"Ya mana aku tahu dapat ajakan mendadak seperti itu, Mbak. Kan kamu yang maksa sambil terus meminta aku agar buka celana. Untung aja rumah kontrakan aku bebas dan sepi. Yang terakhir juga, aku ngeluariin di mulut kamu kan, Mbak, itu aja kamu yang minta. Mana rakus banget lagi saat memainkan isi celanaku."


"Udah, ah, nggak usah diingat inget lagi. Sekarang antar aku pulang," sungut Mauren.


"Siap, Mbak cantik," tikang ojeg itu kelihatan girang banget. Mereka berdua langsung keluar bersamaan dari kontrakan tukang ojeg. Sialnya saat itu juga banyak orang yang melihat mereka. Melihat tukang ojeg yang senyum senyum, tentu saja, para tetangga kontrakan tak tahan untuk menggodanya.


"Astaga! Kirain nggak narik ojeg karena lagi sakit, eh nggak tahunya bawa cewek cantik," celetuk salah salah satu tetangga dan hal itu sukses membuat tawa yang ada disana.


"Lumayan, mumpung ada," jawab tukang Ojeg asal, tapi cukup membuat kesal Mauren, dan dia lebih banyak diam dengan wajah tertunduk. Yang jelas selain karena malu, Mauren tidak mau ada yang mengenali wajahnya. Apaagi dia anak mantan pegawai pajak yang korupsi. Meski bukan pejabat tinggi, tapi tetap saja beritanya sudah menyebar dan membuat Mauren kehilangan segala hidup mewahnya.

__ADS_1


Bukannya pulang ke rumah, Mauren malah mendatangi rumah pria yang sering dijadikan teman dalam berbagai hal, termasuk teman mencari kepuasan di atas ranjang. Di sana, di kamar laki laki yang akrab dipanggil Jon, Mauren langsung meluapkan amarahnya. Padahal saat Mauren datang, Jon sedang asyik dengan wanita lain di atas ranjang. Mau tidak mau permainan ranjang Jon pun berhenti dan wanita yang bersamanya pergi dengan kesal.


"Kamu kenapa, sih? Ganggu kesenangan orang aja," ucap Jon sambil beranjak dari ranjangnya. Mungkin karena sudah terbiasa tanpa busana di depan Mauren, pria itu melangkah santai tanpa busana, menuju ke arah meja dimana rokok listrik milik Jon berada.


"Aku tuh lagi kesel tahu, Jon. Leo sangat susah ditaklukin. Bahkan pakai obat perangsang yang kamu kasih juga nggak mempan," sungut Mauren langsung duduk di atas sofa yang sama dengan pria yang saat ini sedang menghisap rokok eletkriknya.


"Bagaimana bisa gagal? Apa kamu ketahuan?"


"Ya enggak lah. Orang tadi aku menaruhnya sangat hati hati, pas Leo sedang ke toilet. Eh, waktu dia balik dari toilet, tiba tiba dia minta tukar minuman, ya aku kaget dong," sungut Mauren berapi api.


"Kenapa bisa begitu?" Jon yang mendengarnya pun cukup merasa heran.


"Terus kamu minum, kopi yang sudah kamu campur dengan obat?"


"Ya awalnya aku nolak meski Leo memaksa. Tapi aku dibuat aneh dengan tubuhku sendiri. Masa tiba tiba kedua tanganku seperti ada yang mengendalikan?"


"Hah! Mengendalikan? Maksud kamu.

__ADS_1


"Jadi gini ..." Mauren lantas menceritakan apa yang dia alami saat berada di cafe tadi. "Tanganku itu ada yang mengarahkannya dan menggerakkannya agar aku minum kopi itu."


"Masa sih?" Jon menatap dengan tatapan tidak percaya.


"Ya ampun, Jon ... kamu pikir aku bohong? Pakai logika aja deh, mana ada orang yang mau masuk dengan sengaja ke dalam perangkap yang dibuat sendiri. Padahal saat itu aku hendak memesan kopi lainnya sampai membuat Leo kesal."


Jon benar benar dibuat tercengang. "Apa mungkin Leo tahu kamu memasukan obat perangsang ke dalam minumannya?"


"Mana mungkin dia tahu. Orang pintu toiletnnya aja terus aku awasi."


Jon masih tercengang dengan pikiran yang sedang bekerja, mencerna cerita waniat di dekatnya. "Terus kamu melampiaskannya sama siapa?"


"Sama tukang ojeg, niat hati naik ojeg agar cepat kesini buat melampiaskan sama kamu, eh ada aja kendala yang terjadi. Di tambah lagi tanganku lagi lagi seperti ada yang mengendalikan. Sepanjang perjalanan, tanganku ngusap ngusap bagian tengah celana tukang ojeg mulu."


"Hahaha .... main berapa ronde?"


"Tiga ronde. Orang pengaruh obatnya kayak kuat banget," sungut Mauren. "Apa mungkin, yang mengendalikan tanganku itu hantunya Mawar?"

__ADS_1


...@@@@@...


__ADS_2