HANTU-HANTU CANTIK

HANTU-HANTU CANTIK
Kejutan Yang Lainnya


__ADS_3

Lega, itulah yang Ozil rasakan saat ini. Beban yag selama ini sudah dia tahan sejak mengenal para hantu, akhirnya bisa dia keluarkan saat disentuh oleh tangan lentik milik manusia. Ozil sendiri heran, padahal kelima hantu cantik itu senang sekali memegang isi celananya, tapi hal itu sama sekali tidak membuat Ozil mengeluarkan isinya. Namun, begitu dipegang oleh sosok manusia, beban itu langsung menyembur dengan derasnya.


Kini Ozil terbaring pasrah tanpa busana, didampingi seorang wanita yang akan memijat bagian perut dan dadanya. Sebenarnya Ozil masih agak canggung, karena baru kali ini, anak muda itu tanpa busana di depan wanita. Tapi Ozil tidak punya pilihan lain lagi selain pasrah.


Ozil dan tukang pjat sesekali saling melempar senyum. Jika senyum Ozil karena canggung, senyum yang ditunjukkan si tukang pijat malah lebih santai. Mungkin karena pekerjaannya, wanita itu sering menghadapi situasi seperti ini jadi dia merasa tenang saat menghadapi pria tanpa busana di hadapanya.


"Mbak," panggil Ozil kepada wanita yang sedang meneteskan minyak ke telapak tangannya.


"Hum? Apa, Mas?" tannya si wanita menatap Ozio dengan tangan mulai menyentuh perut rata pria itu.


"Mbak udah sering menghadapi pelanggan seperti ini?" tanya Ozil yang mulai merasakan pijatan lembut di perutnya.


"Maksud kamu yang tanpa busana?" tanya tukang pijat, dan Ozil langung mengangguk. "Ya gimana lagi, Mas, udah jadi profesi aku. Resiko dong."


"Terus, apa Mbak sudah menikah?"


Si tukang pijat lantas tersenyum. "Aku janda, Mas." melihat raut wajah Ozil, si tukang pijat tahu kalau pemuda itu saat ini sedang terkejut. "Kenapa? Kok kayak kaget gitu?"

__ADS_1


"Hehehe ..." Ozil seketika langsung cengengesan. "Apa Mbak nggak takut ada orang yang menilai buruk?"


Si tukang pijat tersenyum sembari terus melakukan tugasnya. "Penilaian buruk itu sudah biasa terjadi, Mas. Bahkan yang pekerjaannya baik baik saja, juga masih sering mendapatkan pikiran buruk, apa lagi kayak pekerjaanku. Tapi aku sih nggak peduli. Aku dan anak anakku butuh makan, Mas."


Ozil manggut manggut. "Mbak jadi janda karena suaminya meninggal atau ..."


"Karena dia selingkuh," si tukang pijat memotong ucapan Ozil sambil memijat bagian dada. "Kalau nggak selingkuh, mungkin aku juga ngggak bakalan kerja kayak gini. Kalau orang bilang pasti kayak nggak ada kerjaan lain aja. Ya gimana lagi ya, Mas, aku dari kampung, hanya sekolah lulusan sekolah dasar. Jadi pembantu aja susah. Adanya pekerjaan seperti ini, ya udah, ambil aja."


"Jadi Mbak kerja seperti ini, setelah cerai?"


Ozil kembali mengangguk beberapa kali. "Tapi ada nggak, Mbak pelanggan yang minta dilayani lebih? Mbak pasti tahu lah maksud dari pertanyaanku."


"Hahaha ... iya, tahu. Ya nggak munafik juga, aku kadang melayani pelanggan sampai tidur bareng. Tapi nggak semua pelanggan aku perlakukan kayak gitu. Lagian aku kan niatnya mijat, bukan jual lubang."


"Lah terus kalau misal ada yang minta tapi Mbak nggak mau gimana? Apa nggak dimarahin oleh bos kamu, Mbak?"


"Ya nggak. Kan nanti dilempar ke yang lain, yang mau gitu. terus kita bagi hasil. Hasil pijatnya buat aku dan hasil tidur barengnya buat yang melayani tidur. tarifnya kan beda dan kelihatan. Kenapa? Kamu pengin coba apa gimana?"

__ADS_1


Ozil sontak terkesiap. Bahkan batangnya sudah menegang lagi sejak tadi setelah nyembur. "Nggak lah, Mbak. Aku belum berani kejauhan. Lagian aku nggak ada uang buat bayar."


"Hehehe ... ya mending nggak usah. Kamu mainnya nanti aja sama gadis, jangan sama lubang bekas banyak orang. Udah longgar, nggak enak."


"Hahaha ... Mbak bisa aja. Aku mana tahu soal begituan, Mbak."


"Nanti kamu juga tahu. Apa kamu pengin lihat punya aku?"


"Apa!" Ozil memekik dengan wajah terkejutnya, tapi si wanita itu malah tersenyum dan tiba tiba menghentikan gerakan tangannya lalu wanita itu berdiri. "Mbak, jangan ..."


"Udah, tenang aja, kan cuma lihat," balas tukang pijat dengan santai sembari mengangkat bajunya sampai ke pinggang dan melepaskan segitiga bermuda. Mata Ozil membelalak, gundukan daging terbelah itu benar benar nyata di depan mata. si tukang pijat duduk dengan kaki terbuka memamerkan barang indah miliknya.


Di luar dugaan, si tukang pijat meraih tangan Ozil dan menuntubnya hingga mendarat pada benda bercelah di bawah perut wanita itu. Tangan Ozil benar benar gemetar saat mendarat pada celah tembem berumput tipis. Perlahan tangan itu mengusapnya dan dia sangat takjub bisa menyentuhnya dengan bebas.


"Bang Ozil lagi ngapain?" suara para hantu langsung membuat Ozil mematung tak bergerak.


...@@@@@...

__ADS_1


__ADS_2