HANTU-HANTU CANTIK

HANTU-HANTU CANTIK
Kabar Dari Tamu


__ADS_3

"Sepertinya ada yang mengikuti kita deh, Zhang," ucap Seruni yang saat itu tidak sengaja menatap arah belakang dari mobil yang dia naiki. Awalnya dia tidak sengaja melihat mobil lain yang mengikuti mereka, tapi setelah beberapa kali melewati lampu merah, mobil itu masih berada di belakang mobil yang dikendarai Zhang.


"Mana?" tanya Zhang sembari sesekali memperhatikan kaca spion untuk melihat keadaan di belakang mobilnya


"Mobil yang warna hitam dan ada motif kotak kotak putih di sebagian sisi depannya," ucap Seruni. "Sedari tadi aku perhatikan, dia tidak berbelok ke arah manapun. Padahal kita sudah melewati tiga lampu merah."


"Baiklah, coba kita kecoh mobil itu," ucap Zhang sambil tersenyum miring. Zhang langsung menaikan sedikit kecepatan mobilnya, lalu dia mulai berkelit ke segala arah demi membuktikan dugaan Seruni. Ternyata benar mobil yang dimaksud Seruni memang mengikuti mereka sejak beberapa waktu yang lalu.


"Apa kita sudah ketahuan oleh dokter Sakurata?" tanya Zhang sambil terus melajukan mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi.


"Sepertinya begitu," ucap Seruni. "Mending kita jangan langsung ke tempat Ozil, Zhang. Kita ke tempat Leo, Marsel dan William aja."


"Oke," Zhang terus fokus ke arah jalanan dengan mengendalikan mobil yang cukup kencang.

__ADS_1


Mobil yang mengikuti kedua wanita itu memang mobil yang dikendarai anak buahnya Sakurata. Tapi mereka anak buah yang berbeda. Bukan tiga penjahat yang selama ini diawasi oleh para hantu. Maka itu saat Zhang dan Seruni sedang dikejar, tidak ada satu hantu pun yang tahu dengan kejadian itu. Beruntung, Seruni cepat mengetahuinya, jadi dia bersama Zhang segera ambil tindakan.


Sementara itu di rumah Mas Ari, Ozil sedang tertegun saat melihat sesuatu dari pria yang memiliki tempat usaha panti pijat. "Ini siapa, Pak?" tanya Ozil sembari mengamati benda berupa foto tersebut.


"Itu foto keponakan saya, Zil, anaknya Ibu dan bapak ini," jawab pemilik tukang pijat. "Dia hilang sejak kemarin siang, Zil."


"Apa!" Ozil cukup kaget mendengarnya. "Hilang? Bagaimana maksudnya, Pak?"


"Ya hilang, kayak yang terjadi pada anak saya," ucap pemilik panti pijat. "awalnya kami pikir dia sedang bermain dengan teman temannya. Tapi saat ada salah satu teman yang mencari keponakan saya ke rumah, adik saya ini kaget."


Mendengar hal itu Ozil semakin terperangah. Ozil langsung teringat, perisitiwa yang sama juga menimpa pada Zhang. Berita itu semakin menguatkan dugaan Ozil kalau kejadian yang menimpa wanita dalam foto itu pasti dilakukan oleh orang yang sama. "Apa kalian sudah melaporkannya ke polisi?"


"Sudah, Mas," jawab wanita yang sama. "Kami sudah membuat laporan, tapi kami juga nggak mungkin tinggal diam, karena kami ingin secepatnya anak kami ketemu."

__ADS_1


"Maka itu, Zil, saya dan adik saya ini datang ke sini untuk menemui kamu," ucap pria pemilik tempat pijat. "Sejak kamu menemukan anak saya yang diculik, entah kenapa aku seperti memiliki firasat kalau kamu pasti bisa menemukan keponakan saya, Zil."


Ozil seketika langsung tersenyum tipis dan mengangguk pelan, meski dia sendiri saat ini sedang dilanda rasa bingung. Jika dulu dia menemukan tempat penculik anak anak, itu karena bantuan para hantu, lalu sekarang, bagaimana cara dia mencarinya?


"Sebelumnya saya minta maaf," ucap Ozil. "Saya mungkin bisa membantu, tapi bantuan saya bisa jadi tidak akan maksimal. Bapak tahu kan saya juga harus bekerja di rumah Mas Ari, saya akan bantu semampu saya, Pak."


Pria itu lantas tersenyum. "Nggak apa apa, Zil. Yang penting kamu bersedia untuk membantu, saya rasa itu sudah cukup. Kita juga sudah meminta bantuan orang lain kok."


Ozil cukup lega mendengarnya. Setelah kembali berbincang sejenak ketiga tamu Mas ari lantas pamit. "Semoga kamu bisa membawa kabar baik ya, Zil. Saya tunggu loh, kamu main ke tempat saya. Nanti saya siapkan tukang pijat yang masih ting ting."


"Akan saya usahakan, Pak," jawab Ozil dengan perasaan sedikit cengengesan. Akhirnya mereka pun berpisah. sebelum Ozil pergi, Mas Ari dan Mbak Anin terlebih dahulu memberi nasehat kepada Ozil yang berhubungan dengan permintaan para tamunya. Setelah dirasa cukup, Ozil pun pamit, kembali ke tempat kerjanya.


"Darimana, Bang? Beli sarapan?" tanya salah satu hantu saat mereka melihat Ozil pulang. Kebetulan mereka saat itu sedang ada di tempat Ozil.

__ADS_1


"Iya, sekalian ke tempat bos aku," jawab Ozil sembari memarkirkan motornya. "Kalian, ikut aku, ada yang harus aku kasih tahu pada kalian." ucapan Ozil yang terlihat serius, sontak saja membuat para hantu mengerutkan kening mereka.


...@@@@@...


__ADS_2