
"Akhirnya kalian datang juga," ucap Marsel kepada lima orang yang sedang dia tunggu. Lima orang yang baru itu tadi memang sempat dimintai Marsel untuk datang, beberapa saat setelah dia dimintai tolong oleh Ozil untuk menangkap buronan yang dia cari sejak beberapa waktu yang lalu, karena telah menculik kekasihnya.
"Gimana, Bang, apa kami telat datang?" tanya salah seorang dari mereka dengan gaya khasnya. Mereka lalu mengalihkan pandangan mata mereka ke arah empat pria yang saat ini juga sedang melihat kedatangan lima orang tersebut. Empat pria yang saat ini sedang terikat, jelas sekali menunjukan banyak tanya dalam benak mereka.
"Tidak. Kalian datang tepat waktu, sangat tepat waktu,"jawab Marsel antusias. "Tuh, para pria yang kalian yang kalian impikan. Kalian pasti suka kan, dengan jenis pria bertubuh kekar dan tampang sangar kayak preman?" Marsel langsung menunjuk ke arah tiga penjahat yang tubuhnya terikat.
Lima orang yang baru datang itu mendekati ketiga pria yang terikat dengan wajah yang terlihat sumringah. "Ini sih, tipe aku banget, Bang. Tipe preman, pasti sangat hot banget kalau lagi di ranjang," ucap salah satu dari mereka sambil mengusap salah wajah satu penjahat yang menatap orang itu dengan tatapan ngeri dan bergidik
Bukan hanya para penjahat yang menatap lima orang itu dengan tatapan ngeri, Marsel dan dua temannya yang melihatnya juga ikutan bergidik meski tubuh mereka tidak disentuh oleh para wanita berbatang itu. Ya, Marsel minta tolong wanita berbatang untuk menghukum para penjahat sebelum mereka menyerahkan para penjahat ke pihak aparat.
__ADS_1
Dari lima wanita berbatang yang datang ke tempat itu, sebenarnya Marsel hanya kenal satu orang saja. Dia adalah langganan di tempat usaha kecantikan milik kekasih Marsel. Mereka semua sejatinya adalah para laki laki. Namun karena mereka memiliki orientasi yang menyimpang dengan tubuh yang gemulai, mereka dengan sadar merubah penampilan mereka layaknya perempuan.
"Bang, ini yang tua, memang buat kita apa gimana?" tanya salah satu dari wanita berbatang itu sambil menunjuk satu pria paling tua yang ada di sana. Pria itu juga dalam kondisi terikat dan menatap para wanita berbatang itu dengan tatapan sama ngerinya dan bergidik.
"Kalau kalian doyan yang tua ya, ambil aja," jawab Leo dengan santainya. "Dia orang jepang loh, dan duitnya banyak." Marsel dan William hanya bisa cengengesan menikmati wajah wajah ketakutan para pria yang sedang terikat itu akibat digerayangi oleh lima wanita berbatang.
"Hei, Jeng," celetuk salah satu pria berbatang kepada temannya yang mendekati pria jepang. "Emang kamu doyan sama batang cowok jepang? Batang mereka kan katanya kecil," ucapnya dengan gaya khas seorang wanita jadi jadian sambil tangannya terus mengusap bagian bagian tubuh tiga penjahat yang wajahnya juga sudah berubah pucat.
"Aku tahu," jawab rekannya tak kalah genitnya. "Makanya aku sekarang mau membuktikan kalau isi celana pria jepang ini beneran kecil atau tidak," ucapnya santai dengan tangan yang mulai nakal, menempel dan mengusap pada bagian celana Sakurata.
__ADS_1
"Mas tolong, Mas. Mending kalian langsung serahkan kami ke aparat. Kami lebih rela langsung mendekam dipenjara, tolong, Mas, tolong," salah satu penjahat tiba tiba langsung memohon dengan segala rasa panik yang menyergap tubuhnya. Sebagai pria normal sudah pasti, dia dan teman temannya tidak mau tubuhnya dijadikan pelampiasan bagi para pria menyimpang itu.
"Udah, nikmatin aja. Kalian juga nanti bakalan keenakan," jawab William dengan entengnya. Meskipun dia dan dua pria lainnya juga bergidik menyaksikan apa yang terjadi di depan mata mereka, tapi mereka terlihat puas dengan ide Marsel yang menurut mereka sangat aneh dan menjijikjan.
"Benar itu," sahut wanita berbatang dengan genitnya. Tangannya merayap ke tubuh penjahat yang tadi protes. "Kamu tidak perlu takut, Sayang, aku pasti akan membuat kamu keenakan melebihi para wanita yang sudah kamu nikmati," ucapan wanita berbatang semakin membuat wajah para penjahat itu pucat. Mereka ingin memberontak, tapi apa daya, tangan dan kaki mereka terikat kuat dan ada senjata yang siap menembus tubuh mereka jika mereka melawan.
"Kok aku ngeri ya," celetuk William dengan tubuh yang bergidik. "Mending aku keluar deh, nggak kuat aku menyaksikan keromantisan mereka," Wiliiam langsung bangkit dari duduknya dan melangkah menuju ke arah luar bangunan, disusul oleh Marsel dan Leo yang jijik sendiri meski hukuman itu berasal dari ide salah satu pria itu.
...@@@@@@...
__ADS_1