HANTU-HANTU CANTIK

HANTU-HANTU CANTIK
Menghibur Diri


__ADS_3

"Gila kamu, Zil! Katanya minjam mobil punya temen, eh malah punya bos sendiri. Berani banget kamu," sungut Surya ketika Ozil dan dua sahabatnya sudah berada dalam perjalanan menuju suatu tempat. "Kalau aku, udah otomatis dipecat. Berani beraninya minjam mobil atasan," gerutu pemuda yang sedang mengendalikan laju mobil yang mereka pakai.


"Iya, Zil. Kok Bos kamu baik banget sih sama kamu?" tanya Cipto yang duduk sendirian di jok belakang. "Jarang jarang loh, ada bos sebaik itu sama karyawannya. "


"Ya wajar sih, Cip, kalau Bosnya Ozil baik," Surya yang menjawabnya. "Bukankah selain menyelamatkan istrinya dulu, Ozil juga menyelamatkan anaknya dari penculikan. Ya wajar lah kalau bosnya sampai rela meminjamkan mobil hanya untuk dipakai seorang Ob di kantornya."


"Ah iya, benar juga," sahut Cipto. "Kapan ya aku dapat kesempatan jadi pahlawan kayak kamu? haduh, bikin iri aja kamu, Zil." Ozil yang mendengar dua sahabatnya ribut sendiri hanya tersenyum sembari menatap jalanan. Dia juga tidak menyangka, keputusan dirinya untuk merantau malah membawa Ozil ke jalan seperti ini.


Pertama kali tempat yang mereka kunjungi adalah tempat wisata yang ada di sana. Berhubung mereka pergi di saat siang hari sekitar pukul dua belas siang, jadi mereka memilih tempat wisata yang terkenal dengan wahana wahana yang mengerikan dan sangat menguji nyali.


Awalnya Ozil yang akan melakukan semua pembayaran untuk kedua temannya, tapi siapa sangka, wajah Ozil yang sudah terkenal sebagai pahlawan langsung mencuri perhatian pengelola tempat wisata. Bahkan pemimpin dari tempat tersebut sampai turun tangan menemui Ozil. Akibat dari itu juga, ketiga pemuda itu diberi akses gratis untuk menikmati semua fasilitias yang ada di tempat itu.


"Wuihh, keren!" seru Cipto terlihat senang sekali sambil memandang sebuah kartu di tangannya, yang memudahkan mereka bisa menikmati semua faslitas yang ada. "Gila, bakalan puas banget nih kita main di sini."

__ADS_1


"Pastinya!" sahut Surya tak kalah antusias. "Nggak sia sia kita sahabatan dengan Ozil sejak bayi. Ada untungnya juga kita, bisa menikmati permainan mahal secara gratis. Orang kampung bakalan jantungan nih, kalau dengar kita dapat gratisan."


"Oh iya, kita posting dulu. Biar banyak yang iri," celetuk Cipto. Ozil hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah dua sahabatnya terlihat sangat bahagia hanya karena mendapat sesuatu yang tidak mereka duga. Ozil juga sebenarnya senang dan dia bahkan tidak menyangka akan diperlakukan istimewa seperti tadi.


Selain menikmati beberapa wahana yang menantang secara gratis, ketiga pemuda itu juga bisa menikmati semua makanan dan oleh oleh yang mereka inginkan hanya dengan kartu yang mereka pegang. Namun begitu, mereka juga sedikit kerepotan karena banyak orang yang menyapa Ozil dan ingin berfoto dengan pemuda yang namanya lagi naik daun.


Puas menikmati semua fasillitas yang ada, kini saatnya mereka berpindah tempat. Kali ini yang menjadi tujuan adalah pusat perbelanjaan. Maklum, namanya orang kampung, kalau berada di kota, tidak lengkap kalau tidak mampir ke super mall. Begitu juga dengan Ozil dan dua sahabatnya. Sementara waktu sudah menunjukkan pukul lima sore, tapi mereka masih belum terlihat lelah.


"Kita nggak belanja belanja dulu?" tanya Cipto.


"Ya belanja lah," Surya yang menjawab. "Kan Ozil belum mengeluarkan uang buat kita. Bukankah oleh oleh yang di mobil gratisan semua."


"Hahaha ... sialan kalian," sungut Ozil. "Iya iya, belanja sepuasnya, sana."

__ADS_1


"Siap, Bos, laksanakan!" Cipto dan Surya kembali menunjukan wajah bahagia mereka. Ketiga pemuda langsung menyusuri Mall tersebut.


Sama seperti di tempat wisata tadi, kedatangan Ozil ke tempat itu juga membuat heboh semua orang yang ada di sana. Ozil benar benar sudah seperti orang terkenal dari papan atas yang kehadirannya langsung disambut meriah dan antusias. tentu saja, hal itu kembali membuat ketiga pemuda itu kerepotan karena langkah mereka sedikit sedikit berhenti oleh orang orang yang ingin foto bersama Ozil.


Namun begitu, Ozil dan dua sahabatnya juga mendapat kejutan yang menyenangkan. Lagi lagi mereka mendapat beberapa barang secara gratis. Bahkan secara langsung ada beberapa pengusaha selular yang menawarkan tiga pemuda itu untuk mengambil ponsel yang mereka inginkan secara cuma cuma.


"Hahaha ... akhirnya, aku bisa ganti ponsel yang super mahal ini," seru Surya dengan bangganya saat mendapatkan ponsel dengan logo apel terbelah yang sedang tren.


"Hahaha ... benar. Hari ini kita sangat beruntung!" seru Cipto yang juga mendapatkan benda yang sama. "Zil pergi kemana lagi nih enaknya? Yang bisa mendatangkan gratisan?"


Ozil sontak mendengus, tapi dia juga setika berpikir, hingga beberapa saat kemudian. "Aku tahu kita harus kemana."


@@@@@@

__ADS_1


__ADS_2