HANTU-HANTU CANTIK

HANTU-HANTU CANTIK
Terkejutnya Lima Hantu


__ADS_3

Setelah merasa cukup ngobrol dengan seorang dokter, wanita yang dipanggil Nona Zhang lantas langsung pamit. Apa lagi dokter tersebut menittipkan sebungkus obat yang katanya untuk sang kakek, membuat Zhang memutuskan untuk segera pulang karena ingin segera menyerahkan obat tersebut dari dokter spesialis kepercayaan keluarganya.


Tanpa Zhang sadari, Doker yang masih berada di tempatnya langsung mengambil ponsel untuk melakukan panggilan. Tentu saja panggilan tersebut dia lakukan untuk memberi tahu rekan penjahatnya agar bersiap siap, untuk mengikuti target. Sang dokter juga mengatakan kalau obatnya akan bereaksi dalam waktu sekitar lima belas menit lagi, jadi jika wanita itu tiba tiba menghilang, dokter tersebut tidak akan dicurigai karena dia sendiri masih berada di tempat yang sama meski dokter itu yang terakhir ditemui oleh Nona Zhang.


Benar saja, beberapa puluh menit kemudian, saat Zhang sedang mengendarai mobilnya, kepala wanita itu mendadak terasa pusing. Jarak dari tempat pertemuan memang sudah cukup jauh dan kebetulaan sekarang mobil milik Zhang melintas di tempat yang cukup sepi. Karena tidak kuat dengan sakit kepala yang tiba tiba menyerang, Zhang memilih menepikan mobilnya.


Setelah mobil berhenti, Zhang memilih menghubungi seseorang yang mungkin dia kenal. Namun sayang saat dia hendak melakukan panggilan, Zhang langsung pingsan. Tak jauh dari mobil Zhang berhenti, sebuah mobil yang dikendarai tiga penjahat, perlahan mendekat. Sambil mengawasi keadaan sekitar, mereka menghentikan mobil mereka, dan jaraknya tidak jauh dari tempat keberadaan mobil milik Zhang.


Dua dari tiga penjahat itu turun dari mobil dengan segala peralatannya. Sedangkan yang satu memilih menunggu sambil duduk di belakang kemudi mobil. Dua penjahat itu mendekat ke tempat mobil Zhang dan mengawasi isinya. "Target udah pingsan," ucap penjahat pertama.


"Ya udah, kita bergerak sekarang!" penjahat kedua langsung memberi perintah dan keduanya langsung menjalankan rencana mereka. Tidak terlalu sulit bagi mereka untuk melakukan penculikan wanita itu. Dengan sangat mudah, mereka memindahkan tubuh Zhang ke dalam mobil mereka.


"KIta bawa ke kontrakan baru kita aja," ucap penjahat pertama begitu mereka semua sudah berada di dalam mobil.

__ADS_1


"Bagaimana dengan dokter Sakurata?" tanya penjahat ketiga yang memegang kemudi.


"Dia pasti akan memilih kembali ke hotel," ucap penjahat pertama. "Kalau kita kembali ke tempat yang tadi dan bertemu dengan Dokter Sakurata, kita bisa terekam cctv dan hal itu nanti bisa menjadi petunjuk jika berita hilangnya wanita ini tersebar."


"Benar juga," seru penjahat nomer dua. "Ya udah, kita bawa aja ke kontrakan kita. Pasti di sana aman." Mobil akhirnya melaju menuju ke arah tempat tinggal mereka yang baru.


Di tempat lain, para hantu saat ini sudah berbagi tugas untuk menjalankan rencana yang sedari tadi mereka diskusikan dengan Ozil dan juga Seruni. Meskipun Seruni tidak dapat melihat wujud dari kelima para hantu, paling tidak dia bisa nyambung saat mereka semua sedang membicarakan sebuah rencana.


"Ya sudah mulai besok kita menjalankan rencananya, malam ini kita akan mengawasi para penjahat lagi," ucap salah satu hantu. Ozil lantas mempersilakan, dan para hantu pun menghilang.


"Benarkah?" tanya Seruni. Begitu melihat Ozil mengangguk sambil mengiyakan, baru Seruni melepaskan tubuh pemuda itu. Ozil pun berdiri. "Mau kemana?" tanya Seruni lagi begitu meloihat Ozil berdiri.


"Mau melepas kaos sekalian ganti celana kolor," jawab Ozil.

__ADS_1


"Ganti disini aja, jangan di kamar mandi. Aku sudah lihat kamu polosan ini."


"Iya, iya," meski tertegun, Ozil tidak menolaknya. Dengan santai dia melepas celananya di sana.


"Kamu kalau lagi nggak pakai apa apa, gentengnya nambah ya, Bang," puji Seruni sambil terus memperhatikan gerak gerik Ozil yang sedang memakai kolor.


Ozil tentu saja langsung cengengesan mendapat pujian tersebut. "Bisa aja kamu kalau ngomong," jawabnya, lalu pemuda itu beranjak dan merebahkan tubuhnya di atas kasur.


Seruni juga membalas dengan senyuman dan tanpa ada pemberitahuan sebelumnya, Seruni juga langsung melepas semuaa yang dia pakai untuk berganti dengan pakaian tidur. Dengan sangat pasti, mata Ozil langsung membulat dan terpana, melihat tubuh indah tanpa kain di depan matanya.


"Ah sial! Bikin pengin aja sih, Run!" sungut Ozil. Seruni hanya tersenyum tanpa mengatakan apa apa.


Sementara itu, di tempat lain, tepatnya di kontrakan baru yang disewa para penjahat, para hantu nampak sedang berkumpul di teras rumah itu karena penghuninya pada pergi. Setelah menunggu cukup lama, sebuah mobil masuk dan para hantu tahu kalau itu adalah mobil para penjahat. Namun, begitu para penjahaty keluar dari mobil, para hantu dibuat terkejut dengan apa yang dilihat.

__ADS_1


"Mereka bawa korban lagi? Kok Bisa?"


...@@@@@...


__ADS_2