
Tidak ada kata yang keluar dari mulut Ozil. Sejak dia merasakan isi celananya memasuki sesuatu dan dia tahu kalau itu adalah milik wanita, Ozil memilih diam dengan segala pemikirannya. Mata Ozil masih tertutup dan tangan Ozil juga masih terikat sehingga dia tidak bisa memberontak sama sekali.
Namun meski permainan sudah berjalan beberapa menit, wanita yang sedang bergerak naik turun di atas tubuh Ozil, tidak mengeluarkan sekalipun suara rintihan kenikmatan. Padahal dari gerakan yang Ozil rasakan, wanita itu terasa sangat bersemangat. Namun anehnya wanita itu sama sekali tidak mengeluarkan suara yang terdengar sangat menikmati.
Sesekali wanita itu menghentikan gerakan tubuhnya dan melepas isi celana Ozil sejenak. Diluar dugaan Ozil, dia merasakan wanita itu menempelkan pucuk bukit kembarnya pada bibir pemuda itu dan menggesekannya. Ozil tahu wanita itu ingin Ozil memainkan bukti kembar si wanita dengan mulutnya. Karena Ozil sudah terlanjur ikut menikmati permainan tak terduga itu, Ozil pun mengabulkan keinginan si wanita misterius tersebut.
Beberapa puluh menit kemudian saat wanita misterius itu, kembali menggerakan tubuhnya di atas tubuh Ozil, pemuda itu merasakan sesuatu yang ingin segera dikeluarkan. "Aku mau keluar." mendengar kata keluar dari mulut Ozil, wanita misterius itu semakin mempercepat gerakan tubuhnya sampai Ozil benar benar menyemburkan cairan kental berwarna putih.
Wanita itu ambruk di atas tubuh Ozil dengan lubang yang masih tertancap isi celana sang pemuda. Nafas keduanya memburu dan untuk beberapa saat suasana menjadi hening. Dua tubuh itu saling terdiam dengan posisi yang sama.
"Kalau boleh tahu, kamu siapa sih? Kenapa kamu menculikku dan melakukan hal kayak gini? Kamu tahu nggak? Ini tuh namanya penodaan loh, kamu bisa kena pasal," Ozil mencoba kembali bertanyaa. Biar bagaimanapun pemuda itu sangat penasaran dengan sosok yang sudah memberiinya kenikmatan.
__ADS_1
Bukannya mendapat jawaban, Ozil malah merasakan bibir wanita misterius itu menempel dan mengajaknya perang bibir. Ingin rasanya Ozil menolaknya, tapi bibirnya kembali berkhianat. Bibir Ozil malah menikmati dan membalas gerakan bibir wanita itu. "Tolonglah kamu buka suara? Jangan bikin aku takut dong? Apa setelah ini, kamu akan melenyapkanku dan metoting motong tubuhku?"
"Hahahah ..." orang misterius itu malah terkekeh dan hal tersebut sukses membuat OZil tertegun. "Nggak usah takut, aku nggak akan berbuat macam macam," untuk pertama kalinya wanita itu mengeluarkan suaranya dan Ozil sempat tercengang begitu mendengar suara wanita misterius itu.
"Ya wajarlah kalau aku takut, kamu tiba tiba menculikku dan sampai sekarang masih mengikat tanganku. Orang mana sih yang tidak takut diperlakukan seperti ini?" sungut Ozil. "Kamu siapa sih? Buka dong penutup mataku?"
"Nggak perlu, kamu nggak perlu tahu siapa aku," jawab wanita itu dengan tegas. "Aku nggak mau, nanti ada gosip yang bisa menghancurkan karirku. Cukup kayak gini aja, untuk ngobatin rasa penasaranku dan juga rindu."
"Rindu? Penasaran? Maksud kamu?" Ozil kembali dibuat tercengang dengan kata rindu yang keluar dari mulut wanita misterius itu.
Ozil tertegun. Untuk beberapa saat, pemuda itu terdiam dengan segala pemikiran yang sudah lari kemana mana. Selain mencerna ucapan wanita misterius tersebut, Ozil juga mengingat kembali beberapa acara yang pernah dia datangi sebagi bintang tamu. "Acara yang mana sih? Yang ditelevisi atau bukan?"
__ADS_1
"Kamu nggak perlu tahu, Sayang," wanita itu malah tersenyum lebar. "Kamu cukup diam dan nikmati aja hadiah dariku malam ini, Oke?"
"Bagaimana aku bisa menikmatinya? Tangan aku terikat begini," protes Ozil.
"Hahaha ... nggak apa apa. Biar aku aja yang bergerak dan memberi kamu kepuasan. Dengan begitu aku bisa mengenang seseorang yang wajahnya aku rindukan. Kamu tenang aja, Setelah aku merasa puas, kamu akan pulang dengan selamat, Oke."
Ozil langsung mendengus, namun pemuda itu akhirnya pasrah saja. Dia juga tidak mau terjadi seuatu yang buruk. Biar bagaimanapun, wanita misterius itu pasti melakukan semua ini dengan sangat rapi, dari awal penculikan sampai Ozil berakhir di ranjang, pasti dia tidak akan meninggalkan jejak satupun.
"Apa kamu seorang artis?" tanya OZil lagi.
"Tentu dong. Aku nggak mau karirku hancur jika aku sampai berbuat jahat kayak gini sama kamu. Asal kamu tahu, aku itu pemeran utama dua sinetron yang lagi ramai."
__ADS_1
"Hah!" Ozil ternganga mendengarnya.
...@@@@@@...