
"Apa para hantu beneran sudah pergi?" tanya Seruni saat melihat Ozil mengajaknya untuk berbaring setelah tadi mereka keluar sebentar untuk melonggarkan kunci pintu gerbang.
"Sudah," jawab Ozil singkat, lalu dia merebahkan tubuhnya dengan posisi telentang. Ozil mengambil posisi seperti itu karena dia tahu pasti wanita yang bersamanya akan menempel pada tubuhnya dengan tangan masuk ke dalam celana kolor yang dia pakai. Ozil sudah cukup hafal dengan tingkah Seruni yang membuat dia merasa senang.
Tidak ada hubungan spesial, tapi kedekatan mereka berdua sudah seperti orang yang memliki hubungan khusus. Padahal Ozil dan Seruni baru saja kenal beberapa hari, tapi mereka sudah bisa sedekat itu. Bahkan mereka sudah berani saling lihat dan saling pegang serta saling raba bagian tubuh satu sama lain tanpa ada rasa canggung lagi. Entah karena nyaman atau apa, sepertinya Ozil dan Seruni sangat menyukai hubungan seperti itu.
"Apa ada masalah serius?" tanya Seruni sambil memijat pelan isi celana Ozil yang setiap hari menegang jika sedang bersamanya. Bahkan dengan santainya wanita itu mengeluarkan isi celana Ozil dari dalam kolor hanya untuk dimainkan pakai tangan.
"Para penjahat menculik wanita lain, sebagai ganti kamu untuk tumbal," ucap Ozil sambil membelai lembut rambut Seruni yang kepalanya berada di dada bidang pria muda itu. "Sepertinya acara penumbalan sebentar lagi akan dilaksanakan, jadi mereka memilih gadis lain sebagai pengganti karena kamu susah ditemukan."
__ADS_1
"Jadi karena itu tadi kamu memberi ide kepada para hantu?" tanya Seruni, dan Ozil langsung mengiyakan. "Terus kenapa wanita itu nggak di bawa kesini aja?"
"Jangan! Nanti dia malah salah paham sama aku, kayak kamu, kemarin kan gitu. Biar saja para penculiknya merasa frustasi. Para hantu harus bisa mengulur waktu agar para hantu benar benar menemukan jasad mereka. Kamu besok bisa kan, melaksanakan tugas kamu?"
Seruni mendongak menatap wajah Ozil yang jaraknya begitu dekat. "Harus bisa dong, aku nggak tega sama hantu wanita itu jika arwahnya benar benar terombang ambing." Ozil lantas tersenyum, tapi Seruni malah maju dan mengajak Ozil untuk perang bibir. Tentu saja Ozil yang sudah pandai melakukan perang bibir, menyambutnya dengan senang hati.
Di saat para penjahat sedang ngobrol di ruang yang berbeda, para hantu mulai berbagi tugas. Dengan menggunakan kekuatannya, Anggrek melepas tali yang mengikat tangan wanita bernama Zhang. Melati bertugas membuka pintu yang terkunci dari luar dan kebetulan kuncinya masih tertancap pada lubangnya. Mawar mengambil air dengan gayung dari kamar mandi. Sedangkan Cempaka dan Lili bersikap waspada.
Pintu sudah terbuka dan tali sudah terlepas, kini saatnya tugas Mawar menyiram wanita yang disandra itu dengan air, agar wanita itu sadar dari pingsannnya. Mawar mengalirkan air sedikit demi sedikit ke wajah Zhang, sampai wanita itu benar benar terbangun. Mawar langsung menjatuhkan gayung ke lantai secara pelan. Zhang terkesiap, begitu sadar, dia langsung bangkit dari berbaringnya.
__ADS_1
"Aku ada dimana?" gumamnya, Mata zhang mengedar ke sembarang arah dan dia menyadari sesuatu saat menggerakan kakinya. Mata Zhang membelalak begitu melihat kakinya yang terikat."Apa aku diculik?" Zhang langsung bersikap waspada dan segera melepaskan ikatan pada talinya. "Ada tali lain? Apa tanganku juga habis terikat? Lalu kenapa juga rambut dan wajahku basah?"
Banyak pertanyaan yang tumbuh dalam benak Zhang saat itu juga. Tapi yang utama adalah dia saat ini harus bisa pergi dari tempat yang tidak kenal. Setelah tali yang mengikat kakinya, sudah Zhang lepaskan, Zhang perlahan segera keluar dari ruangan itu. Namun baru beberapa langkah kakinya hampir sampai di ambang pintu, telinganya menangkap suara pria yang sedang bercengkrama. Zhang langsung saja berhenti dan bersembunyi di balik pintu.
"Apa mareka yang menculiku?'" lagi lagi benak Zhang bertanya. Perlahan dia melongok untuk melihat keadaan ruang di depan kamar. Zhang mendengar suara itu berasal dari arah depan yaiitu sisi kanannya, Zhang menoleh ke arah kiri, lalu tanpa pikir panjang, dia mengambil langkah keluat dari kamar mengambil arah kiri.
Kini Zhang berada di area dapur dan matanya melihat jendela yang sudah terbuka. Tentu saja itu ulah hantu yang terus mengawasi. Zhang segera menggunakan kesempatan untuk kabur melalui jendela itu. Di saat Zhang sudah berada di area halaman samping, dia mendengar suara laki laki yang berteriak kalau tahanan mereka kabur.
...@@@@@@...
__ADS_1