HANTU-HANTU CANTIK

HANTU-HANTU CANTIK
Menjalankan Rencana


__ADS_3

Seperti yang sudah direncanakan sebelumnya, hari ini Seruni memberanikan diri keluar dari persembunyiannya. Rencana yang awalnya akan dia kerjakan sendiri, sekarang ada wanita lain yang dengan sangat rela hati mau membantu Seruni. Wanita itu adalah Zhang, orang yang Seruni kenal dan juga memiliki nasib yang hampir sama dengan Seruni saat ini.


Dengan persiapan yang sangat matang, kedua wanita itu pergi ke suatu tempat untuk menemui seseorang. Alamat orang yang dituju Seruni, dia dapat dari salah satu wanita yang kini sudah menjadi hantu. Setelah menempuh perjalanan menggunakan taksi online, Seruni dan Zhang sekarang sudah berada di depan sebuah gedung


"Permisi, Mbak?" tanya Seruni begitu dia sampai ke tempat tujuaannya yaitu sebuah kantor dimana pemimpin kantor tersebut adalah tunangan dari salah hantu yang bernama Mawar.


"Iya, ada yang bisa saya bantu, bu?" balas seorang wanita yang menjabat sebagai resepsionis kantor tersebut.


"Saya ingin bertemu dengan Pak Leo, apa orangnya ada?" balas Seruni lagi,


"Kebetulan Pak Leonya baru saja datang. Kalau boleh tahu, apa Ibu sudah membuat janji?"


"Belum sih, Mbak. Kami datang secara mendadak," jawab Seruni dengan sikap yang sangat tenang. "Apa boleh saya bertemu dengan Pak Leo sebentar. Tolong sampaikan, kalau saya temannya Mawar, tunangannya."


Kening sang resepsionis sontak berkerut. Tentu saja beberapa karyawan kantor yang bekerja di tempat Leo sangat mengenal nama wanita yang menjadi kekasih bos mereka. "Baik, Bu, akan saya sampaikan."

__ADS_1


Setelah Seruni mengangguk, wanita itu langsung menghubungi ruang utama pemimpin kentor tersebut. Sesuai dengan yang diperkirakan, Leo langsung mengjijinkan tamu untuk menemuinya karena menyebut nama Mawar, wanita yang dia cintai sampai sekarang. Sang resepsionis pun segera saja menyampaikan hal itu kepada Seruni dan Zhang serta meminta dua wanita itu agar segera saja menuju ke ruang kerja Leo yang berada dilantai paling atas.


"Kalian temannya Mawar?" pertanyaaan pertama yang keluar dari mulut Leo, begitu melihat wajah Seruni dan Zhang. Sudah pasti Leo merasa asing dengan dua wanita tersebut. "Bukankah kalian putri Tuan Go ceng dan Tuan Pranata? Sejak kapan kalian berteman dengan Mawar?"


"Kita sebenarnya nggak pernah berteman, cuma kita saling tahu aja dan ya paham lah, Mawar itu siapa," jawab Seruni dengan sikap yang masih tenang. "Tapi mungkin kamu kenal laki laki yang bernama Ozil, kan?"


"Oh, Ozil," sahut Leo. "Kalian kenal Ozil juga? Padahal aku udah ada niat buat menemuinya, tapi kesibukanku, astaga, bikin aku nggak ada wakttu. Apa lagi aku menjalankan usaha milik Mawar juga."


Seruni nampak menganggukkan kepalanya beberapa kali. "Kita kenal juga nggak sengaja. Kita itu kenal karena kita memiliki nasib yang hampir sama dengan yang menimpa mawar."


"Jadi gini, kasus penculikan yang terjaadi tahun lalu itu, ternyata bukan penculikan biasa. Kamu tahu, kenapa para penculik tidak meminta tebusan sama sekali, kan?"


Leo sontak mengangguk. "Iya aku tahu itu. Tidak ada pihak keluarga yang mendapat telfon atau pesan apapun dari si penculik untuk meminta tebusan."


"Nah, si penculik itu sebenarnya orang orang yang sudah sangat kaya, tapi sayangnya kekayaan mereka iitu didapatkan dengan cara yang tidak wajar."

__ADS_1


"Cara yang tidak wajar? Maksudnya?" Leo sungguh semakin dibuat penasaran begitu mendengar kabar yang cukup menarik. Apa lagi kabar yang diceritakan Seruni berhubungan dengan tunangannya, rasa penasaran Leo pun semakin besar.


"Mawar dan yang lainnya itu diculik karena mereka akan dijadikan tumbal pesugihan dan ilmu hitam gitu."


Apa!" pekik Leo dengan lantang. "Kamu serius?"


Seruni mengangguk, dan wanita itu juga menceritakan tentang dirinya, serta wanita lain yang menemani Seruni saat ini. Leo bener benar tercengang mendengar semua yang keluar dari mulut Seruni dan juga Zhang, yang ikut menjelaskannya juga.


"Jadi ada kemungkinan besar kalau Mawar masih hidup?" tanya Leo memastikan dengan segala harapan yang kembali berkobar.


"Kemungkinan saat ini Mawar dan empat wanita korban lainnya masih hidup, cuma dibuat koma. Maka itu kita berdua datang kesini untuk meminta bantuan kamu," terang Seruni.


"Katakan, bantuan apa yang kalian perlukan?" Leo terlihat lebih antusias. Mendengar kemungkinan Mawar masih hidup, membuat semangat hidup Leo kembali mencuat. Seruni lantas menceritakan semua rencananya dan juga bantuan apa yang dia butuhkan dari Leo.


"Baik, kalau begitu kita bersama sama menemui Marsel dan William, aku cukup mengenal dua orang itu kok," jawaban yang keluar dari mulut Leo, membuat Seruni dan Zhang sedikit lebih lega. "Ya sudah kita berangkat sekarang aja menemui mereka." ajak Leo. Seruni dan zhang langsung menyetujuinya.

__ADS_1


...@@@@@@...


__ADS_2