
"Astaga! Apa yang sedang aku lakukan?" pekik seroja begitu matanya terbuka dan menyadari yang sedang terjadi. Seroja langsung menatap wajah Ozil dan wanita itu merasa lega karena Ozil sudah tertelap. Seroja perlahan mengeluarkan tangannya dari dalam celana kolor Ozil dan memperbaiki keadaan pakaiannya.
"Huh! Untung Bang Ozil nggak lihat," gumam wanita itu, lalu dia bangkit dari berbaringnya. Sepertinya Seroja terbangun karena ingin pergi ke toilet. Wanita itu segera berdiri dan beranjak keluar dari kamar.
"Sial! Lagi enak enaknya, malah bangun!" gerutu Ozil begitu Seroja keluar dari kamar, lalu Ozil memiringkan tubuhnya menghadap ke tembok. Tak lama kemudian Ozil mendengar pintu kamar dibuka dan merasakan kehadiran Seroja di belakang punggung.
"Yah, kok Bang Ozil tidurnya miring sih? Padahal aku pengin megang isi celananya lagi, huft!" Seroja bergumam dengan suara yang tidak terlalu lirih. Ozil benar benar dibuat terkejut mndengar ucapan wanita itu, dan diam diam senyum Ozil terkembang. Ozil kembali menggerakkan tubuhnya hingga posisinya kembali telentang. Seketika senyum Seroja jadi terkembang.
"Maaf ya, Bang, aku diam diam pegang isi celana kamu. Aku penasaran kayak apa bentuknya," ucap Seroja dengan suara yang cukup lirih. Tak lama setelahnya tangan Seroja bergerak kembali masuk ke dalam kolor Ozil dan memegang isinya. Karena tidak puas hanya dengan memagang saja, Seroja mengeluarkan isi celana Ozil dari dalam kolor secara perlahan.
"Gede banget yah?" gumam Seroja sambil mengusap milik OZil yang sudah sangat menegang. "Benar benar kekar dan berurat. Pasti banyak cewek yang doyan nih."
Ozil tertegun mendengarnya. "Apa wanita ini sudah terbiasa megang isi celana cowok?" tentu saja pertanyaan itu hanya Ozil suarakan dalam hati. Dia masih tetap bersandiwara dengan mata terpejam sembari menikmati belaian lembut tangan wanita itu.
__ADS_1
Cukup lama Seroja memainkan benda menegang milik Ozil. hingga rasa ngantuknya kembali hadir. Dengan terpaksa, Seroja kembali memasukan batang Ozil ke dalam kolor dan dia merebahkan kepalanya di dekat dada pria itu, bersiap untuk tidur. Ozil juga sama, tak lama setelah Seroja bersiap untuk tidur, Ozil juga bersiap diri untuk terlelap karena rasa ngantuk yang sudah tidak tahan dan malam ini Ozil cukup senang.
Sedangkan para hantu saling tersenyum melihat kedua manusia itu. Tadi saat di awal, yang baju Seroja terbuka, itu adalah ulah dari para hantu. Begitu juga saat tangan Seroja memegang isi celananya ketika matanya terpejam, itu juga ulah para hantu.
"Sepertinya, sangat pengalaman memegang isi celana cowok. Tadi kalian dengar sendiri bukan dia ngomong apa?" ucap Lili.
"Bukanka itu hal bagus?" balas Cempaka. "kalau mereka terus bersama berarti ada kemungkinan Ozil yang membobol segel wanita itu. Secara otomatis rencana penjahat itu gagal."
"Iya yah? Bukankah penculik tadi ngomong kalau dia adalah target terakhir untuk melengkapi upacara yang dilakukan bos mereka. Berarti kalau Ozil membobol segel wanita itu, maka rencana para penjahat bakalan gagal total dong," ucap mawar.
"Benar juga, terus kita harus bagaimana?" tanya Melati.
"Kita harus membicarakannya dengan bang Ozil. Dia kan manusia, pasti nanti ada solusi," ucapan Cempaka langsung mendapat persetujuan dari ke empat hantu lainnya.
__ADS_1
Waktu terus bergerak maju dan kini hari telah berganti. Di saat Ozil membuka mata, pria itu kembali merasakan sebuah tangan berada di dalam isi kolornya dan kepala wanita di dadanya. Senyum Ozil pun terkembang dan dia tidak segera bangkit seperti biasanya. Apa lagi ini hari minggu, jadi Ozil cukup santai dalam menjalankan pekerjaannya karena karyawan pada libur.
"Kalau tiap malam begini terus, aku mana tega membiarkan wanita itu pergi dari sini," gumam Ozil. Di saat pikirannya sedang berkelana, Ozil dikejutkan dengan alarm ponsel yang cukup kencang. Otomatis suara berisik itu membangunkan Seroja yang masih terlelap.
"Astaga!" pekik Seroja langsung mengeluarkan tangan dari dalam kolor dan wanita itu langsung duduk. Tak lama setelahnya Ozil pura pura terbangun karena secara kebetulan suara alarrm masih terdengar.
"Eugh!" Ozil melenguh dengan tangan puura pura meraba lantai untuk mencari ponselnya yang sedang berdering. begitu ponsel itu sudah di tangan, Ozil langsung mematikan alarmnya. "Kamu udah bangun?" tanya Ozil dengan suara berat.
"Sudah," jawab Seroja agak tergagap.
Ozil pun bangkit lalu duduk dan menghadap arah yang berbeda. "Sepertinya kamu tidur nyenyak banget ya?" tanya Ozil, sedikit menoleh ke belakang, menatap pundak Seroja.
"Mungkin aku lelah," Seroja masih agak gugup. "Aku mau ke toilet dulu."
__ADS_1
Ozil memperlisahkan dan senyuimnya pun terkembang. "Sepertinya dia sedang malu."
...@@@@@...