HANTU-HANTU CANTIK

HANTU-HANTU CANTIK
Kehilangan Yang Menyenangkan


__ADS_3

"Akh~" suara rintiihan keluar dari mulut seorang wanita yang saat ini terbaring pasrah tanpa ada kain yang menutupi tubuhnya. Bukan suara nikmat yang dia keluarkan, tapi suara kesakitan yang dia rasakan saat lubang di bawah perutnya untuk pertama kali dimasuki oleh batang yang begitu terlihat kekar dan tegak.


Sang pemilik batang, bahkan sampai menghentikan gerakan pinggangnya karena merasa tidak tega dengan rintihan kesakitan yang dia dengar dari mulut wanita yang saat ini terbaring pasrah di hadapannya. Perasaan tidak tega yang menyeruak dalam benak membuat pria itu kembali menarik pinggangnya hingga batang yang baru memsuki lubang dibagian ujungnya keluar.


"Kenapa dikeluarin, Bang?" wanita itu malah terlihat heran saat si sepemilik batang mengeluarkan batangnya dengan tiba tiba.


"Karena kamu terlihhat sangat kesakitan, aku nggak tega melihatnya," jawab Ozil dengan polosnya.


Sejenak kening Seruni berkerut begitu mendengar alasan yang keluar dari mulut Ozil. Namun tak lama kemudian, wanita itu mengembangkan senyumnya. "Astaga, Bang. Ya nggak apa apa, awalnya memang sakit, namanya juga baru pertama kali."


"Aku juga dengarnya begitu," jawab Ozil dengan wajah yang terlihat sangat menggemaskan. "Tapi kan aku nggak pernah lihat secara langsung. Kamu tadi kayak kesakitan banget."


Seruni kembali tersenyum tipis. "Ya udah masukin lagi. Kalau takut merasakan sakitnya, nanti kapan akan merasakan enaknya."


Ozil pun ikut tersenyum canggung. "Padahal tadi aku juga sudah merasakan enak banget meski baru masuk kepalanya doang."

__ADS_1


"Ya udah, masukin lagi, cepat."


Tanpa banyak pertimbangan, Ozil langsung bersiap kembali memposisikan batangnya yang sudah sangat siap untuk dimasuki. Dengan menggesekan sejenak pucuk batangnya pada celah yang akan dimasuki, Ozil kembali menggerakan badannya secara perlahan dan batangnya mulai menyeruak lubang yang masih sangat sempit.


Sebenarnya Ozil mengalami sedikit kesulitan saat batangnya terus bergerak maju karena lubang milik Seruni benar benar masih sangat sempit. Namun karena rasa nikmatnya sudah menjalar pada tubuhnya, Ozil terus menerjang lubang milik Seruni meski wanita itu terus mengeluarkan rintihan kesakitan.


Hingga pada titik tertentu, Ozil merasakan ada sesuatu yang menghalangi langkahnya sampai gerakan pinggang pria itu berhenti. Ozil merasa telah sampai pada ujung kedalaman dari lubang milik Seruni. Sekarang Ozil tinggal menyentak gerakan pinggangnya, karena firasat Ozil mengatakan kalau dia sudah sampai pada mahkota milik Seruni. Ozil pun terdiam sejenak, mengumpulkan segala kekuatan dan keyakinannya, lalu dengan sekali tarikan nafas, Ozil menghentak pinggangnya.


"Akhh~" teriakan yang keluar dari mulut Seruni lebih kencang dari yang tadi, membaut Ozil cukup terkejut, samapai pria itu dengan spontan melepaskan batangnya,


"Wahh! ada darahnya," seru Ozil dengan mata berbinar saat melihat darah pada ujung batangnya.


"Dengan senang hati, Sayang," ucap Ozil. Tanpa pikir panjang dia kembali mempersiapkan diri memasuki lubang milik Seruni.


Hingga beberapa menit berlalu, kini suara kesakitan Seruni benar benar telah hilang. Yang ada rasa nikmat yang terus Ozil berikan melalui sodokan demi sodokan pada lubang wanita itu. Sampai pada beberapa menit berikutnya, kedua anak manusia itu meraih puncak secara bersamaan dan permainan penuh rasa nikmat itu berakhir.

__ADS_1


Sementara itu di tempat lain, Sakurata dan tiga orang anak buah Mbah Wiro sedang membicarakan sesuatu yang sangat penting di rumah kontrakan yang mereka sewa. Dilihat dari raut wajah mereka, sepertinya ada hal yang seirus yang sedang mereka bicarakan saat ini.


"Dokter yakin, wanita yang kemarin kita culik, saat ini sedang bersama target terakhir kita?" tanya anak buah pertama.


"Dari informasi yang aku dengar ya seperti itu. Nggak mungkin nyonya Go Ceng itu bohong," jawab Dokter Sakuata debgan segala kegeramannya.


"Berarti semalam wanita itu tidak pergi jauh dari tempat ini ya?" ucap penjahat kedua. "Tapi yang jadi pertanyaan, kok bisa mereka itu bisa bersama dalam semalam?"


"Kalau memang itu yang terjadi, berarti benar kalau target kita yang berada di sepanjang jalan masuk yang kita lewati," ucap penjahat ketiga.


"Nggak perlu berpikir keras, kita bisa melacak keberadaan Seruni lewat nomer ponselnya, kalian tunggu aja hasilnya," ucap dokter Sakurata.


"Loh, dokter punya nomer telfonnya?" tanya penjahat pertama.


Dokter Sakurata mengangguk cepat. "Aku dapat dari Ibunya Zhang, kita tunggu aja, orang suruhanku saat ini saat ini sedang melacaknya. Ternyata nomer keponakanku telah ganti."

__ADS_1


Ketiga penjahat terlihat senang. Dengan begitu tugas mereka akan cepat selesai jika keberadaan Seruni bisa terlacak.


...@@@@@@...


__ADS_2