HANTU-HANTU CANTIK

HANTU-HANTU CANTIK
Mendengarkan Pembicaraan Orang


__ADS_3

"Gloria!" teriakan seseorang sontak mengalihkan beberapa orang yang ada di sebuah tempat kebugaran, termasuk lima hantu yang sedang mengawasi gerak gerik wanita yang namanya baru saja dipanggil. Terlihat di dekat pintu masuk, seorang wanita berjalan dengan antusias ke arah wanita yang sedang menggunakan alah olahraga untuk kaki.


"Teriakanmu kurang kencang, Vlo. Tuh, lihat sekelilingmu," protes wanita bernama Gloria saat wanita yang memanggil namanya sudah berdiri di depan alat jalan kaki yang digunakan Gloria.


"Bodo amat, aku kan memang biasa jadi pusat perhatian," jawab wanita yang akrab dipanggil dengan nama Vlo. "Kamu kesini sama siapa, Glo?" Vlo bertanya dengan mata jelatatan mencari sosok yang mungkin saja dia kenal. Tak butuh waktu lama, wanita itu pun menemukan sosok yang sudah dipastikan pergi bareng Gloria. "Hahaha ... sesuai dengan tebakanku."


"Kalau bukan sama dia, sama siapa lagi, Vlo," balas Gloria dengan santainya dan seperti biasanya, dia merasa bangga jika ada yang tahu kalau Gloria pergi dengan Marcel.


"Ya baguslah, kalau dia udah mau menerima kamu. Nggak perlu pakai drama drama lagi," ucap Vlo.


Gloria lantas tersenyum dan dia mematikan alat yang baru saja dia gunakan. Gloria turun dan mengajak temannya untuk ngobrol di tempat lain. "Kesini aja aku masih pakai drama, Vlo. Kalau aku nggak bayar orang di rumah Marcel ya, aku nggak bakalan tahu kalau dia datang ke tempat fitnes."


"Astaga! Kamu sampai bayar orang?' Vlo terlihat terkejut. "Jadi sampai sekarang Marsel masih nggak mau menjalin hubungan sama kamu?" Gloria menghembus kasar nafasnya lalu dia mengangguk. "Aduh, Glo, kenapa kamu masih maksaain diri gitu sih sama Marsel? Yang ada kamu bakalan sakit hati terus nanti."


"Yah, gimana lagi, namanya juga cinta. Lagian aku tuh heran sama Marsel, Talita kan sudah mati, kok ya kenapa nggak di ikhlaskan saja. Ada aku loh yang siap menggantikannya."

__ADS_1


"Emang udah pasti kalau Talita sudah meninggal? Kan jasadnya belum ditemukan., Glo?"


"Loh, ini udah setahun loh, Vlo. Kamu yakin kalau Talita masih hidup? Nggak mungkin kan? Apa lagi Talita juga punya bisnis kosmetik ysng harus dia kelola. Lagian pernikahan aku sama Marsel sudah tidak bisa dihindari lagi. Persiapan udah matang. Kalaupun nanti Talita datang, dia sudah telat, karena marsel sudah menjadi milik aku."


"Alasannya apa, Marsel mau menikah sama kamu? Apa karena alasannya hotel?"


"Iya, dong. Cuma hotel yang menjadi kelemahan orang tuanya Marsel. Nggak mungkin mereka mau hidup jadi gembel kalau bukan karena pertolongan keluargaku?"


Tanpa merreka berdua sadari, ada sosok yang sangat marah dengan pembicaraan tersebut. Sosok itu memandang tajam wanita bernama Gloria dengan segala amarahnya. Ke empat teman sosok itu juga ikut merasakan amarah yang sedang berkobar.


"Tenang, Li, sabar," Cempaka menasehati. "Kita harus bisa menemukan cara yang tepat untuk memberi pelajaran pada Gloria."


"Aku tahu, tapi kita juga harus nunggu waktu yang tepat untuk memberi dia pelajaran. Jangan sekarang," balas Cempaka lagi.


"Bener, Li, kita harus menunggu waktu yang sangat tepat untuk ngerjan ni cewek," sahut Anggrek.

__ADS_1


Di saat bersamaan, mereka mendengar suara telfon berdering. ternyata itu adalah suara yang berasal dari ponsel Gloria. Wanita itu tersenyum saat mengetahui nama yang melakukan panggilan.


"Apa!" Om?" pekik Melati saat dia dan hantu yang lain mendengar kata Om yang keluar dari mulut Gloria. Mereka juga memperhatikan pembicaraan wanita itu dan sangat jelas terlihat kalau Gloria menunjukkan sikap genitnya.


"Aku pergi dulu ya? Ada urusan penting," ucap Gloria begitu dia mengakhiri panggilan telfonnya.


"Loh? Terus si Marsel gimana?" tanya Vlo dengan wajah terlihat terkejut.


"Gampang. Aku cukup kasih alasan yang masuk akal aja. Lagian, dia juga bakalan senang kalau aku pergi," ucap Gloria sembari bangkit dari tempat duduknya dan meninggalkan Vlo yang nampak geleng geleng kepala.


"Dasar! cewek gatel!" umpat Vlo.


ternyata benar, Marsel membiarkan begitu saja Gloria pergi usai wanita itu pamit. Setelah berganti pakaian, wanita itu bergegas saja dari gedung tempat kebugaran dan segera memanggil taksi. Tentu saja, kelima hantu itu masih mengikuti wanita itu pergi. Mereka sangat penasaran, siapa pria yang gloria panggil Om dan bisa membuat wanita itu pergi meninggalkan Marcel.


"Hotel?" pekik Lili begitu taksi yang membawa Gloria berhenti. "Ngapain dia ke hotel?"

__ADS_1


"Udah ikutin aja, nanti juga kita tahu," ucap Anggrek. Mereka bergegas keluar dari taksi bersamaan dengam Glori. Saat para hantu melihat tangan Gloria melabai sambil tersenyum, mata Lili seketika membulat saat tahu kepada siapa Gloria melambaikan tangannya.


...@@@@@@...


__ADS_2