HANTU-HANTU CANTIK

HANTU-HANTU CANTIK
Keanehan Yang Terjadi


__ADS_3

"Marsel!" pekik Lili begitu dia melihat sosok yang sangat dia kenali berada di ruang yang akan dijadiikan tempat berlangsungnya pesta pernikahan. Bukan hanya Lili, ke empat hantu yang lain juga saat ini sudah bisa mengenali orang orang yang terhubung dengan mereka. Meski tidak semuanya, tapi hal itu merupakan perubahan yang cukup baik.


Bantuan yang dilakukan Ozil juga sangat berguna bagi mereka. Di saat Ozil mengetahui peristiwa hilangnya lima wanita setahun yang lalu, Ozil mulai melakukan penyelidikan. Dari sana lah, Ozil mengetahui nama asli kelima hantu yang bersamanya. Dari informasi yang dikumpulkan Ozil juga, mereka jadi tahu siapa siapa saja yang dekat dengan lima hantu cantik semasa hidupnya.


"Itu tunangan kamu kan?" tunjuk Cempaka yang memang pernah melihat foto orang yang namanya disebut oleh Lili. Sudah pasti mereka tahu foto laki laki itu dari media sosial yang berhasil ditemukan oleh Ozil.


"Apa dia yang akan menikah?" tanya Mawar. "Kalau memang benar, berarti dia juga pengkhianat dong!"


"Sialan!" umpat LIli dan langsung melangkah menuju tempat keberadaan pria bernama Marsel dengan amarah yang berkobar.


"Tunggu dulu Li, jangan gegabah!" Anggrek langsung mencekal lengan LIli dan dibantu hantu yang lainnya.


"Lepas! Aku harus ngasih dia pelajaran!" hentak Lili berusaha melepas cekalan tangannya.


"Jangan seperti ini! Ada bang Ozil. nanti dia yang murka sama kita," bentak Melati. " Nanti kita cari informasi kebenarannya dulu sama Bang OZil."

__ADS_1


Lili seketika langsung diam. Di sana memang Ozil dan Mbak Lisa sedang berdiri bersama Marsel dan terlihat membicarakan sesuatu yang cukup serius. Ozil bahkan langsung menatap tajam dan penuh tanya kepada lima hantu yang nampak sedang ribut di mata pemuda itu


Kelima hantu itu tediam dengan mata terus memandangi gerak gerik Ozil dan yang lainnya. Dari satu tempat ke tempat yang lain, kelima hantu itu mengawasi semuanya. Hingga begitu selesai pembicaraan, Mbak lisa dan Ozil pamit kepada pria bernama Marsel. Kelima hantu itu memilih berpencar, Lili dan Melati Mengikuti pria bernama Marsel. Sedangkan sisanya mengikuti Ozil yang sepertinya menuju restoran yang ada di hotel itu.


"Kenapa amarsel malah ke kamar?" tanya LIli begitu merasa heran saat matanya menangkap sosok yang dia ikuti, masuk ke dalam salah satu kamar hotel.


"Apa ini hotel milik dia sendiri. Li? Ok kayak bebas gitu?" tanya Melati. Mereka kembali malangkah mengkuti pria itu.


"Aku nggak terlalu ingat, mungkin saja iya," jawab Lili yang matanya tidak lepas dari gerak gerik Marsel saat ini. Melati sontak mendengus lalu ikut memperhatikan pria yang sedang melonggarkan dasinya lalu dia merogoh saku celanannya dan mengeluarkan ponsel.


"Udah tenang. Kita awasi aja dulu."


Lili hanya bisa menuruti kata kata Melati. Dia tidak mau nanti para hantu marah dan mengadu ke Ozil. Para hantu takut Ozil marah karena mereka merasa masih membutuhkan bantuan pria itu nantinya.


"Kamu kemana sih, Ta?" dua hantu wanita tertegun. Pria itu menangis sambil menatap dua cincin yang terpampang dalam kotak berwarna biru gelap.

__ADS_1


"Ta? Apa dia menyebut nama asli kamu? Panggilan kamu Talita bukan?" tanya Melati, dan Lili hanya mengangguk dengan mata terus menatap pria yang seddang terisak.


"Cepet pulang lah, Ta, aku mohon. Aku nggak mau nikah kalau bukan sama kamu, Tolong."


"Apa!" pekik Lila dan Melati secara bersamaan. "Jadi benar dia mau nikah? Tapi kenapa malah ngomong kayak gitu?" tanya Melati.


"Ta, kamu tahu kan? Hanya kamu yang aku cintai, tapi mereka nggak ngerti dan terus memaksa aku untuk segera nikah. Aku nggak mau, Ta," pria itu semakin merintih membuat Lila semakin merasa terharu. Lila mendekat dan tangannya bergerak hendak mengusap kepala marsel.


Lili tercengang. "Ini, kenapa aku nggak bisa menyentuh marsel, Mel, kenapa? Apa kekuatanku hilang? Kenapa nggak bisa?" Lila terus berusaha memeganng tapi hasilnya sanbat mengecewakan hingga LIli menjadi frustasi.


"Aku juga nggak bisa, Li, lihat?" Melati pun sama terkejutnya.


"Lalu aku harus gimana, Mel? bagaimana caranya aku bisa mencegah pernikahan Marsel. Aku ingin membantunya," rengeek Lili.


"Kita nanti cerita sama bang Ozil aja, gimana?" tanpa berpikir panjang, Lili langsung mengangguk dan kembali menatap pria yang sedang menangis dengan perasaan yang ikut sedih juga.

__ADS_1


...@@@@@...


__ADS_2