HANTU-HANTU CANTIK

HANTU-HANTU CANTIK
Sebuah Fakta Baru


__ADS_3

"Kamu serius?" Ozil kembali mengeluarkan pertanyaan untuk memastikan kalau telinganya tidak salah dengar. Mendengar cerita dari hantu wanita yang bersamanya, tentu saja Ozil langsung diingatkan pada ancaman yang dia dapatkan pagi hari tadi. Sebuah surat ancaman sekaligus tantangan yang Ozil terima dari orang yang sedang menjadi buronan.


Hantu wanita itu mengangguk dan terliat semakin meyakinkan. "Telingaku masih waras, jadi aku tidak mungkin salah dengar. Malah dua orang dari empat pria itu semalam pergi dari tempat tubuhku berada menuju ke sini untuk ngawasin kamu."


"Apa!" pekikan Ozil semakin kencang dengan bertambah rasa terkejutnya. Ozil lalu menyalakan ponsel yang dia genggam dan mencari sesuatu dalam ponsel tersebut. "Apa salah satu dari empat pria itu wajahnya seperti ini?" Ozil bertanya sambil menunjukan sebuah foto.


Kening hantu wanita berkerut sambil memperhatikan foto itu dengan seksama. Namun Ozil dibuat terkejut saat hantu itu menggelengkan kepalanya. "Kamu yakin bukan dia?" tanya Ozil lagi memastikan. Karena dalam benak Ozil, dia sangat yakin kalau apa yang menimpa wanita itu pasti ada hubungannya dengan Dokter Sakurata.


"Bukan," bantah hantu wanita dengan tegas. "Cuma matanya saja yang sama, sipit. Wajahnya juga lebih gelap dengan kumis dan jenggot yang cukup tebal."


"Apa! Mana mungkin!" Ozil semakin terperangah. Meski hantu wanita mengatakan semuw itu tanpa terlihat ada kebohongan dibalik ucapannya, tapi Ozil merasa sangat yakin kalau yang terjadi pada wanita itu ada hubungannya dengan Sakurata. "Sekarang coba kamu sebutkan nama empat pria itu? pastinya mereka saling sebut nama kan, saat mereka sedang ngobrol?"


Hantu wanita kembali berpikir untuk beberapa saat, namun dia kembali menggeleng. "Tidak, mereka tidak menyebut nama satu mereka masing masing," jawaban hantu wanita membuat Ozil tiba tiba merasa kecewa. "Tapi saat salah satu dari mereka baru datang, mereka memanggil nama Tuan Sakurata."

__ADS_1


Deg!


"Kamu yakin?" tanya Ozil dengan penuh harap. Bahkan matanya hampir tak berkedip demi mendapat kepastian dari hantu wanita yang dia tatap.


Wanita itu mengangguk sangat yakin. "Aku aja kaget. Saat itu aku baru menyadari kalau aku saat itu baru jadi arwah. kebetulan saat itu juga aku masih bersama tiga pria yang menatap jasadku. Lalu aku mendengar ada suara mobil di depan rumah. Mereka keluar dan aku mengikutinya. Dari sana lah, salah satu dari tiga orang itu menyebut nama Sakurata kepada pria yang baru datang."


Ozil sontak menyeringai. "Dari sana juga kamu tahu apa yang terjadi sama kamu dan kamu mengikuti orang suruhan Sakurata hingga kamu sampai di daerah sini, bukan? Maka itu, kamu masuk ke kamarku karena orang yang kamu ikuti mengawasi tempat tinggalku, bukan?" tanya Ozil menyimpulkan sendiri hasil informasi yang dia dapat.


"Bukan," bantah Ozil yang tadi sempat terperangah sejenak begitu mendengar kembali apa yang baru dia dengar. "Mereka hanya temen aku."


"Halah, mana mungkin ada teman yang sampai ciuman pipi kamu begitu, ngarang aja." cibir si hantu, dan seketika membuat Ozil ternganga. "Ternyata kamu playboy juga ya?"


"Bukan begitu, astaga!" Ozil kebingungan menjelaskannya. Faktanya tadi saat Mbak Lisa dan Mbak Rini pamit pulang, mereka berdua mencium pipi Ozil . Sebagai rasa hormat dan menghargai, pastinya Ozil tidak sanggup menolak hal seperti itu. Tapi dia tidak menyangka kalau perbuatannya bakalan diketahui oleh hantu wanita yang saat ini bersamanya.

__ADS_1


"Terus, kamu sekarang masih ingat nggak? Jasad kamu berada dimana?" tanya Ozil untuk mengalihkan pembicaraan tentang cium pipi yang dilakukan dua janda.


"Ya masih, cuma kan aku juga mendengar kalau rencananya mereka akan berpindah pindah tempat. Bahkan mobil yang dipakai mereka aja seperti mobil ambulan gitu. Entah tujuannya apa mereka memutuskan berpindah pindah tempat."


Ozil mengangguk, tentu saja pemuda itu tahu tujuan dokter Sakurata berpindah pindah tempat. Selain menghindari aparat, dia juga melakukan itu karena tantangan yang dia berikan kepada Ozil. "Aku tahu, alasan mereka berpindah pindah. Apa kamu mendengar nama lain lagi, yang keluar dari mulut mereka? Misalnya nama Mbah Wiro mungkin?"


Kening si hantu kembali berkerut. Jelas sekali kalau dia seketika berusaha mengingat sesuatu. Tapi itu tak berlangsung lama, dan hantu wanita itu segera menggeleng. Ozil pun mengangguk sembarii berpikir. "Sepertinya Dokter Sakurata memang sengaja melakukan penculikan terhadapmu untuk menantangku."


Deg!


"Aku diculik?"


...@@@@@...

__ADS_1


__ADS_2