
Siang itu, di sebuah super Mall, Seruni yang sedang melakukan penyamaran dengan memakai topi dan juga hodie, terlihat melangkah dengan tatapan waspada karena takut ada yang melihatnya. Namun begitu langkah kakinya sudah berada di dekat tempat tujuannya, Seruni melihat dua pria yang wajahnya sangat dia kenal sedang duduk di depan tempat yang dia tuju.
Untuk sesaat, langkah kaki Seruni terhenti. Dia langsung menyembunyikan tubuhnya di balik salah satu pilar yang ada di Mall tersebut. Diam diam, Seruni memantau dua pria itu sampai Seruni yakin kalau dua orang itu sedang terlibat dalam pembicaraan yang cukup serius.
Seketika Seruni nampak terlihat sedang berpikir dengan mata mengedar ke satu arah. Seruni melihat, tak jauh dari dua orang tersebut, tepatnya dia belakang dua orang yang sedang duduk dan berbincang, ada bangku lain di sana. Seruni seketika memiliki ide untuk duduk di tempat itu dan menguping pembicaraan dua orang yang telah menculik dirinya.
"Jadi, tumbal perawan itu benar benar ada!" pekik Seruni dengan suara lirih. Wanita itu bahkan sampai membungkam mulutnya sendiri karena terlalu terkejut dengan apa yang dia dengar dari pembicaraan dua pria tadi. "Berarti aku dan wanita lain yang mereka culik, mau dijadikannya tumbal? Gila!"
Pikiran Seruni mendadak kacau. Karena agak gugup, wanita itu mengurungkan niatnya untuk mengunjungi tempat yang sudah dekat. Seruni lebih memilih pergi dengan perasaan yang tidak menentu. Karena fokusnya sedang terbagi dan agak gugup, begitu Seruni beranjak dari tempat duduknya dan baru melangkah beberapa meter, tubuhnya tiba tiba gontai karena bertabrakan dengan seoarang pengunjung dari arah yang berbeda.
Seruni terkesiap sampai dia ternganga dan topi yang dia pakai terlepas dari kepalanya hingga rambutnya tergerai indah. Secara kebetulan mata Seruni menatap dua pria yang saat ini juga menatap ke arahnya. Begitu mata mereka saling pandang, mata Seruni dan mata dua pria itu langsung membelalak.
"Sial! Aku ketahuan!" pekik Seruni.
"Itu orang yang kita cari!" seru pria berkaos hitam.
__ADS_1
Tanpa membuang waktu lama, Seruni langsung bangkit dan lari secepatnya. Dua pria itu juga tidak mau kalah, dia juga langsung lari untuk mengejar target terakhir yang di incar sang bos. Mungkin karena pikirannya kacau, Seruni tidak meminta bantuan orang orang yang ada di sana. Yang Seruni tahu, dia harus lari secepatnya dan menghilang dari kejaran dua pria itu.
"Dia keluar area Mall!" seru pria berkaos hitam.
"Aku akan siapkan mobil, kamu terus awasi dia baik baik!" titah si pria berjaket.
"Oke!"
Begitu keluar dari mall, dua pria itu langsung berpencar untuk melaksanakan tugas masing masing. Pria berkaos hitam menyaksikan Seruni sedang naik taksi. Begitu mobil yang ditumpangi Seruni pergi, mobil si penjahat datang, pria berkaos hitam segera masuk dan mereka bergegas menyejarnya.
"Buat apa? Yang penting target ada di depan mata," tanya pria berkaos hitam.
"Ambil gambarnya, cepat!" bentak pria berjaket. Mau tidak mau pria berkaos hitam mematuhi perintah tersebut.
Hingga di salah satu persimpangan setelah menempuh jarak puluhan meter, taksi itu menuju arah belok kanan dan mobil si penjahat yang hendak mengikuti malah terjebak lampu lalu lintas yang langsung berwarna merah. Keduanya pun tampak begitu kesal.
__ADS_1
"Tadi dapat kan? Nomer taksinya?" tanya pria berjaket.
"Dapat lah," jawab pria berkaos hitam dengan nada kesal. "Emang buat apaan sih? Orang target kita juga udah jauh."
"Justru, dengan nomer taksi ini, kita bisa melacak keberadaan target kita berada," ucap pria berjaket. "Nanti, kita datang ke mall lagi dan mencari supir taksi ini, dia menurukan target kita dimana."
Kening pria berkaos hitam nampak berkerut. Tapi tak lama setelahnya, matanya agak berbinar. "Ah iya, bukankah taksi ini sering mangkal di mall yang tadi ya?"
"Nah, itu tahu! Tadi aja sempat marah," sungut pria berjaket. Pria berkaos hitam malah cengengesan. Begitu lampu hijau menyala, mobil mereka berjalan dan berusaha menyusuri taksi yang membawa Seruni, berharap apa yang mereka cari dapat secepatnya mereka temukan.
Tapi sayang, sepertinya usaha dua pria itu sia sia. Seruni sudah sampai di tempat dia bersembunyi. Walaupun tidak turun langsung di gedung tempat Seruni menginap, tapi tidak masalah dengan wanita itu. Seruni tinggal jalan kaki beberapa meter dan sampailah dia di gedung tempat persembunyiannya.
"Maaf, cari siapa ya, Mbak?" suara seorang satpam cukup mengejutkan bagi Seruni karena suara itu tiba tiba muncul begitu saja dari arah pos jaga. Apa lagi Seruni juga lupa kalau tempat dia bersembunyi adalah tempat kerjanya Ozil.
"Duh! aku harus pakai alasan apa ini yah?' gumam Seruni memasang wajah bingung.
__ADS_1
...@@@@@...