HANTU-HANTU CANTIK

HANTU-HANTU CANTIK
Menjelang Hari Pernikahan


__ADS_3

Setelah tiga hari berada di rumah sakit dan dinyatakan keadaan sudah membaik, Ozil akhirnya diperbolehkan untuk meninggalkan rumah sakit tersebut. Meski begitu, Dokter menganjurkan pemuda itu untuk lebih banyak istirahat terlebih dahulu dan jangan melakukan pekerjan berat. Karena nasehat itulah, untuk urusan pekerjaan, sementara waktu digantikan oleh Nirmala.


Pulang dari rumah sakit, Ozil langsung disambut dan diberondong berbagai pertanyaan oleh rekan kerjanya. Musibah yang menimpa Ozil dan Nirmala cukup membuat semua yang bekerja di kantor tersebut nampak terkejut. Karena mereka tidak sempat menjenguk Ozil di rumah sakit, jadi mereka sangat antusias menyambut kepulangan pemuda itu.


Kabar Ozil akan segera menikah juga ternyata sudahh menyebar. Mereka sangat senang karena Ozil dan Nirmala akhirnya ada kejelasan dengan hubungan keduanya. Namun yang membuat mereka cukup tercengang adalah, rencana Ozil yang akan keluar dari pekerjaan setelah menikah. Tentu saja ada perasaan tidak rela saat mendengar kabar tersebut. Biar bagaimanapun dimata mereka, Ozil merupakan rekan kerja yang nyaman dan bisa diandalkan dalam kondisi apapun.


"Lalu setelah menikah, kamu rencananya mau ngapain, Zil? Buka usaha?" terka Mas Santos di sela sela obrolan mereka di ruang kerja.


"Ya begitu lah, Mas. pengin buka usaha di kampung aja, Mas," jawab Ozil.


"Ya bagus itu," celetuk Mas Edwin. "Aku sih cuma bisa mendoakan yang terbaik aja buat kamu, Zil. Biar bagaimanapun, kamu juga ingin hidup kamu lebih maju bukan?"


"Iya, Mas, makasih. Aku cuma minta doanya saja sama kalian, dan maaf jika aku banyak salah," ucap Ozil yang sebenarnya dia juga merasa sedih saat mengatakan rencananya yang akan mengundurkan diri dari tempat kerja di sana.

__ADS_1


"Astaga! Orang rencana nikahnya tiga bulan lagi, kenapa malah minta maafnya sekarang? Kamu juga nggak mengundurkan diri sekarang juga kan?' ucap Mas Santos lagi.


"Heheheh ... iya, Mas. Rencananya sebulan menjelang pernikahan baru aku pamit keluar," jawab Ozil sambil cengengesan. Semua yang mendengar nampak lega. Karena Ozil harus banyak istirahat, pemuda itu pun pamit menuju kamarnya, setelah ngobrol cukup lama bersama orang orang yaang bekerja di sana.


Hingga beberapa hari kemudian, kini Ozil kembali disibukan dengan pekerjaannya setelah keadaannya benar benar pulih. rencana pernikahan sudah sangat matang dan tinggal menunggu waktu saja. Untuk sementara waktu, Ozil juga menyuruh Nirmala, agar wanita itu tinggal di kampungnya. Lebih tepatnya tinggal bersama orang tua Ozil. Demi keamaaan wanita itu pula, Ozil melarang Nirmala berjualan lagi dan memintanya untuk tinggal di kampung.


Awalnya Nirmala menolak karena merasa tidak enak harus numpang hidup di rumah calon mertuanya. Namun, saat orang tua Ozil menyambutnya derngan hangat, Nirmala pun akhirnya luluh. Apalagi wanita itu merasa kehangatan dari orang tua saat bertemu dengan orang tua ozil. Nirmala sangat merindukan kehangatan seperti itu dan sikap orang tua Ozil cukup membuatnya terharu.


"Oke," jawab Ozil antusias.


"Duh yang sebentar lagi mau nikah, semangat benar kerjanya," celetuk Mbak Rini tanpa ada rasa cemburu sama sekali, meski Ozil sudah beberapa kali tidur bersamanya. Mereka berhenti tidur bersama sejak Mbak Rini memilik pacar beberapa bulan yang lalu dan wanita itu juga akan segera menikah.


"Hehehe ... ya harus semangat dong, Mbak," jawab Ozil tanpa ada rasa canggung. "Bukankah Mbak Rini juga sebentar lagi akan menikah? Mbak Rini juga harus semangat."

__ADS_1


"Hahahah ... bisa aja kamu, Zil." Mbak Rini sampai tersipu. Mbak Lisa pun sama, dia sama sekali tidak cemburu ataupaun sakit hati begitu mendengar Ozil akan melepas masa lajangnya. Seperti biasa mereka pun berbincang sembari melakukan pekerjaannya.


Sampai waktu yang ditentukan, Ozil pun akhirnya berangkat melaksanakan tugas lapangan, bersama Mas Edwin, pergi ke salah satu hotel. Seperti biasa, Ozil aka membantu beberapa tugas yang Mas Edwin terima. "Nanti aku pulangnya nggak nganter kamu, nggak apa apa kan, Zil? Soalnya arah kita kan beda," ucap mas Edwin.


"Nggak apa apa, Mas. Kan ini bukan pertama kalinya aku pulang sendiri," jawab Ozil santai.


"Iya juga sih," balas Mas Edwin sembari tersenyum tanggung.


Begitu sampai di hotel, Mas Edwin langsung menemui pihak yang akan menyelenggarakan pernikahan dalam beberapa minggu lagi. Ozil pun langsung melaksanakan tugasnya yang sudah ditunjukan oleh Mas Edwin.


Hingga beberapa jam kemudian, tugas lapangan pun selesai dan Ozil harus pulang dengan naik Ojek online. Sambil memainkan ponsel, Ozil menunggu ojeg yang dia pesan di luar area hotel, di tempat yang cukup sepi. Namun, saat mata Ozil sedang fokus menatap layar ponsel karena asyik main game, tiba tiba ada seseorang yang membekap mulut pemuda itu dari belakang dan tak lama kemudian, Ozil tidak sadarkan diri.


...@@@@@@...

__ADS_1


__ADS_2