HANTU-HANTU CANTIK

HANTU-HANTU CANTIK
Rasa Senang Dan Khawatir


__ADS_3

"Apa yang kalian ceritakan itu benar?"


"Benar lah, Bang, kita mendengarnya sendiri," jawab salah satu hantu. "Gimana nih, Bang, kita takut."


"Sialan! Berarti kita harus bergerak lebih cepat kali ini," ucap Ozil. "Kalian tenang saja, aku sudah tahu, alamat rumah Mbah Wiro."


"Hah! Yang benar, Bang?" tanya Melati dengan wajah nampak begitu terkejut. Begitu juga keempat hantu lainnya yang ada di sana. Sedangkan satu hantu yang baru datang, dia memilih diam dan memperhatikan semua yang dia lihat di depan matanya, meski dia sendiri juga bingung dengan keadaan dirinya sendiri.


Ozil memerintahkan salah satu hantu untuk memindahkan tas slempang yang tergantung di dinding dengan kekuatan hantu tersebut. Hantu yang baru datang merasa takjub dengan apa yang dilihatnya. Dia ingin berkomentar tentang kekuatan itu, tapi dia tidak berani mengatakannya. Karena dia tahu ada hal serius yang sedang dibicarakan oleh satu manusia dan kelima hantu itu.


setelah tas slempang berpindah tempat ke tangan Ozil, pemuda itu langsung membuka tas slempang dan mengambil kartu nama yang tadi dia tunjukan pada saat bermain ke rumah Mbak Lisa. Para hantu pun kembali dibuat terkejut dan memang kartu nama di sana ada nama Mbah Wiro, lengkap dengan profesi dan alamat rumah serta nomer telfonnya.


"Bang Ozil dapat kartu nama ini dari mana?" tanya Anggrek setelah membaca kartu nama itu.


"Dari rekan kerja aku, tadi aku pergi ke rumahnya untuk memastikan alamat itu, dan kemungkinan besar itu memang Mbah Wiro yang kita cari," jawab Ozil yang posisi tidurnya masih berbaring, tapi menghaadap ke semua hantu.

__ADS_1


"Wahh! Bang Ozil hebat, pantes tadi saat mau pergi, Bang Ozil ucapannya aneh. Ternyata ini kabar baiknya," seru Mawar.


"Berarti kita harus benar benar gerak cepat dong, Bang?" tanya Cempaka.


"Tenang saja, aku sudah memikirkan semuanya," jawab Ozil. "Besok kan ada musyawarah sama para laki laki kan? Biar aku bicarakan besok aja rencana kita."


"Makasih banget ya, Bang, kamu benar benar laki laki yang baik," ucap Lili dengan raut wajah nampak terharu. "Padahal kita bukan siapa siapa kamu, Bang, tapi kamu mau melakukan sejauh ini demi kami."


Ozil lantas tersenyum. "Udah, nggak apa apa. Kalian jangan mikir macam macam. Yang penting kalian selamat."


"Khawatir kenapa?" tanya Ozil lembut.


"Aku khawatir, setelah jadi manusia, aku malah lupa sama kamu, Bang. Aku takut hal itu akan beneran terjadi," ucap Mawar lagi. Dan ternyata, apa yang dipikirkan Mawar, sama juga dengan apa yang dipikirkan ke empat hantu lainnya. Mereka takut melupakan semua kejadian yang mereka alami selama menjadi hantu. Kelimanya takut semua itu terjadi karena saat mereka jadi hantu, mereka lupa semua dengan kehidupan saat mereka jadi manusia.


Ozil lantas tersenyum. Dia mengerti apa yang membuat kelima hantu itu gundah. Dalam benak Ozil pun merasakan kekhawatiran yang sama. Mungkin hidupnya akan kembali sepi saat para hantu cantik itu kembali menjadi manusia dan melupakannya. Namun, Ozil sadar, dia tidak ingn bertindak egois dan dia tahu mana yang lebih baik dia lakukan.

__ADS_1


"Kalian jangan terlalu memikirkan yang tidak tidak," ucap Ozil sembari bangkit dan duduk dengan mata menatap para hantu. "Aku nggak apa apa, jika kalian nanti melupakanku. Yang penting kalian bisa kembali kepada keluarga kalian dan hidup bahagia dengan keluarga masing masing. Jangan terlalu memikirkan aku ya?"


Bukannya senang dengan ucapan Ozil, para hantu malah semakin terharu sampai semuanya harus menangis membayangkan jika mereka berpisah. Selain berpisah dengan Ozil, kelima hantu itu juga pasti akan berpisah satu sama lain, dan mereka juga takut saling melupakan. Ozil pun hanya bisa berkata yang bisa membuat kelima hantu itu tenang.


"Terus nasib saya gimana?" akhirnya hantu tanpa nama yang sedari tadi terdiam, kini mengeluarkan suaranya, saat rasa haru yang dia lihat di tempat itu terlah berangsur menghilang.


"Ah iya, Bang, terus nasib dia gimana?" ucap Melati. Karena tadi terlalu fokus dengan masalah mereka sendiri, para hantu baru sadar kalau di sana ada hantu lain yang mungkin nasibnya sama dengan yang mereka alami.


"Bukankah kalau dia sama sama korban kayak kita, bisa jadi jasadnya sekarang berada di tempat lain ya?" ucap Cempaka.


"Iya, yah, korban tambahan yang terakhir kan masih disembunyikan orang suruhannya dokter Sakurata. Waduh, bisa gagal rencana kita," Anggrek menimpali.


Ozil pun terdiam. Karena ini terlalu mendadak, jadi dia belum menemukan ide untuk hantu baru. "Gini aja, sekarang kalian ajak dia untuk melatih kekuatan, biarkan aku yang mencari jalan keluarnya, oke?"


Dan para hantu pun setuju.

__ADS_1


...@@@@@...


__ADS_2