HANTU-HANTU CANTIK

HANTU-HANTU CANTIK
Salah Paham


__ADS_3

"Seruni! Apa yang kamu lakukan!" seru Ozil dengan wajah sangat terkejut. Seruni menatapnya tajam. Wanita itu kelihatan sangat marah. Ozil mendekat dengan panik. "Apa yang terjadi sama kamu, Seruni? Kenapa kamu mengacungkan pisau seperti itu?"


"Kamu siapa sebenarnya, hah! Jawab!" tanya Seruni dengan suara yang sangat lantang. Tentu saja, pertanyaan yang keluar dari mulut Seruni membuat Ozil langsung terperangah.


"Maksud kamu?" tanya Ozil yang kini wajahnya terlihat sangat bingung. Pemuda itu sungguh tidak mengerti dengan apa yang terjadi pada wanita itu.


"Nggak usah pura pura! tadi aku melihat sendiri kamu berbicara dengan seseorang di taman!"


Deg!


Mata Ozil seketika kembali membelalak. Ozil mendadak panik dan dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan saat ini.


"Kamu kaget? Kamu terkejut, iya? Kamu pasti ngggak nyangka kalau aku bakalan tahu belang kamu," ucap Seruni lagi dengan lantang. "Pantas, aku merasa aneh, aku di culik tapi begitu sadar aku udah ada di tempat ini. ternyata aku hanya ditolong oleh orang yang sedang pura pura bersikap baik. tenang saja, aku sudah telfon keluargaku, kalau aku berada di sini dengan kompollotan penculik!"


"Apa!" pekik Ozil. "Kamu salah paham, Run?"


"Salah paham? Hahaha ... kamu pikir aku bodoh!"


Jujur seketika Ozil bingung saat ini. Dia ingin mengatakan yang sebenarnya tapi takut wanita itu tidak percaya. Namun jika Ozil tidak jujur, maka Seruni juga akan tetap mencurigainya. Apa lagi Seruni sudah memberi kabar pada orang tuanya, sudah dipastikan Ozil yang tidak memiliki bukti kuat, pasti akan ditangkap karena kesalah pahaman ini.


Namun di saat Ozil sedang merenung, pemuda itu kembali dibuat terkejut oleh teriakan Seruni yang cukup kencang. Ozil kembali membelalakkan matanya begitu melihat apa yang terjadi di hadapannya. Wajah Seruni langsung pucat karena pisau yang dia pegang terlepas begitu saja dan kini pisau itu melayang dengan ujung pisau menghadap ke arah wanita itu.


"Apa ini? Kenapa ini bisa terjadi?" suara Seruni sampai tergagap. Wajah Seruni semakin memucat saat benda benda lain di kamar Ozil ikut berterbangan. "A~Ada apa ini? Apa yang terjadi?"

__ADS_1


"Itu perbuatan para hantu yang ada di rumah ini," ucap Ozil yang kini bisa bersikap tenang.


"Hantu!"


"Ya, hantu!"


"Ti ..."


Brugh!


Seruni langsung pingsan.


"Untung kita kembali lagi," salah satu hantu langsung menampakan diri, disusul hantu hantu yang lainnya.


"Nggak semuanya sih, tapi tadi kami sempat mendengar dia udah lapor orang tuanya," jawab Cempaka. "Abang nggak perlu takut. Kan di sini ada cctv."


"Takut ya pasti lah, kalau aku yang dipenjara gimana?" jawab Ozil setelah berhasil memindahkan tubuh Seruni.


"Nggak bakalan. Lagian kita juga bakalan turun tangan, tenang aja," balas Melati.


"Coba, Bang, mumpung Seruni pingsan, intip isi celananya, bagus nggak?" celetuk Anggrek.


"Ishh, kalian ini. Nanti dia sadar, aku yang kena marah," tolak Ozil.

__ADS_1


"Ya kita bikin pingsan lagi," jawab Anggrek enteng. Semua yang ada di sana sontak saling tertawa.


"Kalian kenapa nggak jadi pada pergi? Apa ada yang ketinggalan?" tanya Ozil.


"Enggak, Bang. Kita cuma lupa ngasih tahu kalau katanya anak buah bosnya penculik itu mau ke bandara menjemput seseorang. Apa mungkin ada hubungannya dengan kita?" ucap Cempaka.


"Bandara? Kapan kalian mendengarnya?"


"Tadi, pas dua penjahat itu balik dari komplek ini. Salah satu dari mereka kan menerima telfon. Kita dengar kalau akan ada orang penting yang mereka jemput. Kira kira orang itu ada hubungannya dengan kita nggak ya?"


Ozil nampak manggut manggut. "Ya aku nggak tahu. Mending kalian awasi aja mereka. Nanti setiap ada perkembangan, kalian kabari aku."


"Baik lah, Bang."


Setelah obrolan selesia, para hantu lantas menghilang satu persatu. Kini tinggal Ozil bersama Seruni yang matanya masih terpejam. Ozil pun berusaha menyadarkannya. Tak butuh waktu lama, mata Seruni terbuka. Namun detika itu juga dia langsung bangkit dengan wajah menunjukan rasa takut. Matanya mengedar berkeliling.


"Nggak perlu takut, mereka sudah pada pergi," ucapan Ozil langsung membuat kening Seruni berkerut dan tatapan matanya menunjukan kalau wanita itu butuh penjelasan. "Ya, seperti yang kamu lihat, aku memang tadi sedang berbicara. Tapi aku bukan berbicara dengan seseorang, melainkan para hantu."


"Apa!" pekik Seruni lirih. " Kamu bisa melihat hantu?" suara wanita itu masih tergagap dengan tatapan tidak percaya.


Ozil mengangguk. "Ya, aku bisa melihat makhluk makhluk itu. Mereka juga yang tadi membuat kamu pingsan." Seruni semakin tercengang. "Dan asal kamu tahu, para hantu juga yang telah menolong kamu dari penculikan itu."


Deg!

__ADS_1


...@@@@@...


__ADS_2