
Di saat Ozil sedang berdebat dengan Cempaka, di saat itu pula, para karyawan yang melihat kejadian itu merasa heran. Meskipun mereka lagi sibuk dengan pekerjaan masing masing, tapi mereka juga sesekali memperhatikan interaksi yang terjadi antara Ozil dan Cempaka, yang sedari tadi berada di taman samping, tempat kerja mereka.
"Kok Ozil kayak udah dekat banget sama itu cewek ya? Lihat deh, mereka kayak lagi marahan gitu?" celetuk salah satu karyawan pria yang tempat kerjanya memang lebih dekat dengan kaca dan bisa melihat area taman samping. Perasaan tadi mereka ngobrol sambil tertawa tawa, tapi lihat sekarang, si ceweknya kayak marah gitu."
"Sedari tadi aku perhatikan memang aneh," karyawan bernama Santos menimpali. Ternyata dia juga sedari tadi menyaksikan apa yang sedang Ozil lakukan dengan tamu wanitanya. "Mereka kayak udah lama kenal, dan baru kali ini mereka bertemu kembali. Apa mungkin sebenarnya Ozil sudah punya pacar?"
Bukan dua orang itu saja yang merasa heran, karyawan yang lain juga akhirnya terpengaruh dan tumbuh rasa penasaran juga akibat dari ucapan dua pria itu, serta apa yang mereka saksikan di taman samping. Mereka bahkan menyaksikan Ozil memegang tangan Cempaka, seperti sikap seorang pria yang mencegah pacarnya agar tidak pergi.
Sementara itu wanita yang sedang diperhatikan oleh beberapa orang yang ada di sana termasuk Pak satpam, saat ini menunjukan wajah terkejutnya setelah mendengar ucapan pria yang saat ini sedang menggengam tangannya. "Kamu lagi nggak bohong kan? Mana mungkin Sakurata masih berani bertindak? Eamang dia mau ngapain sampai orang orangnya berada di sekitar sini?"
"Nggak tahu," balas Ozil. "Dia malah ngirim surat ancaman sama aku. Dia ngasih tantangan ke aku dengan menculik cewek, agar aku bisa menemukan tempat keberadaan mereka."
__ADS_1
Mata Cempaka sontak melebar. "Kamu serius?" melihat Ozil yang mengangguk tanpa keraguan dan adanya kejujuran dari sorot matanya, membuat Cempaka semakin terperangah. "Kamu udah lapor polisi?"
"Gimana aku mau lapor polisi? Aku aja sedang diawasi gerak geriknya. Lagian, gimana nasib cewek itu kalau Sakurata tahu aku lapor polisi. Kali ini tuh, Sakurata benar benar nantangin aku gitu. Sepertinya dia sangat dendam sama aku."
Kemarahan yang tadi terlihat di raut wajah Cempaka, kini berubah menjadi tatapan sendu dan merasa prihatin melihat wajah gundah yang ditunjukan Ozil. "Apa aku jadi hantu lagi aja, biar bisa membantu kamu?"
"Jangan konyol," sungut Ozil. "Sebenarnya wanita yang diculik Sakurata untuk memancingku juga sudah jadi hantu dan dia semalam datang kesini."
"Semalam sih aku suruh dia ngawasin dua penjahat yang sedang mengawasiku dan dia harus melaporkannya ke aku. Biar bagaimanapun cuma lewat dia, aku bisa menolong itu cewek. Tapi sampai siang ini dia belum kembali lagi."
Cempaka menghempas nafasnya secara kasar. "Kok itu orang nggak kapok kapok sih? Ada aja akalnya. Apa mungkin, masih ada orang yang membantu dia? Terus itu cewek dari kalangan orang kaya bukan?"
__ADS_1
"Seperttinya sih bukan," jawab Ozil. "Aku tadi udah nyari informasi tentang berita penculikan, tapi nggak ada berita tentang penculikan yang terbaru. Adanya berita tentang kamu dan yang lainnya, masih menjadi topik pembahasan."
"Duh, kok jahat banget sih. Pasti orang tuanya sangat khawatir tuh. Berarti dia sudah dua hari menghilang dong?" ucap Cempaka. Wanita itu juga terlihat khawatir karena biar bagaimanapun dia pernah berada pada posisi seperti wanita itu. Meski tujuan penculikannya beda. "Berarti kalau kamu nggak menerima tantangan Sakurata, ada kemungkinan wanita itu bakalan dihabisi dong, bang?"
Ozil pun mengangguk. "Maka itu aku harus gerak cepat. Aku harus segera menolongnya. Cuma ya itu kendalanya, hantu wanita itu sampai detik ini belum nongol kembali."
Hantu wanita yang sedang dibicarakan Ozil dan Cempaka saat ini memang masih mengawasi penjahat yang dia ikuti. Sekarang dia malah dibuat terkejut dengan kabar yang baru saja dia dengar. Sedari tadi dia mengikuti dua pria yang menculik dirinya. Dia dibuat terperangah sekaligus takut begitu mendengar rencananya dari para penculik.
"Astaga, aku harus bagaimana ini? Nggak mungkin kan aku akan dibuat sandra selamanya? Aku harus cari bantuan sama siapa?" gumamnya dengan wajah terlihat bingung. Namun tak lama kemudian, dia teringat kembali satu nama yang mungkin bisa dimintai pertolongan olehnya. "Ozil, aku harus mendatangi pria itu lagi."
...@@@@@...
__ADS_1