HANTU-HANTU CANTIK

HANTU-HANTU CANTIK
Mengutarakan Niat


__ADS_3

Jika dikatakan pria brengsek, mungkin saat ini julukan itu sedikit pantas dilayangkan kepada Ozil. Anak kampung yang awalnya polos tersebut, kini menjadi sedikit liar setelah mengetahui nikmatnya hubungan ranjang. Seandainya tidak ada godaan, Ozil tidak akan pernah merasakan hubungan seperti itu sebelum ada ikatan yang sah antara wanita dan pria.


Namun godaan yang bertubi tubi menghampirinya, membuat Ozil tidak bisa mengelak untuk menghindari kenikmatan dari bagian tubuh milik wanita. Diawali dari penampakan hantu dengan pakaian tipis menerawang, ditambah kelakuan wanita muda nan cantik yang gemar memainkan isi celana Ozil dengan mulut, serta godaan dua janda di tempat kerjanya, membuat Ozil menjadi pemuda yang tidak sepolos seperti pertama kali dia datang ke kota.


Seperti saat ini, Ozil sedang melampiaskan hasratnya pada salah satu janda cantik. Beruntung, pemuda itu memiliki tempat spesial untuk menyalurkan hasrat, jadi Ozil tidak perlu memakai tangannya sendiri sebagai pemuas. Meski ada pelampiasan, Ozil tetap memakai pengaman dalam menyalurkann hasratnya. Ozil memang sempat membeli beberapa pengaman sebelum dia datang ke rumah janda tersebut.


Begitu permainan selesai, sepasang pria dan wanita itu ngobrol sejenak sembari melepas lelah. Dan di saat rasa kantuk mulai menyerang, mereka lantas memutuskan untuk tidur dalam keadaan tanpa busana. Hingga pagi menjelang, keduanya juga kembali menyempatkan diri bermain satu kali karena permintaaan si wanita yang sudah terlanjur memasukan batang Ozil ke dalam lubang nikmatnya, di saat Ozil masih terlelap.


"Ya udah, Mbak, kalau gitu aku pulang dulu, takut Nirmala nyariin," ucap Ozil beberapa puluh menit kemudian setelah permainan selesai.


"Iya, sayang. Makasih ya, udah mau nginep di rumahku," jawab Mbak Lisa dengan wajah terlhat senang. "Kalau bisa sih, tiap malam kamu ngiinep di sini, Zil."

__ADS_1


"Hahaha ... penginnya sih gitu, Mbak. Apa lagi masakan kamu enak banget, Mbak. Bisa bisa aku makin gemuk di sini," balas Ozil, dan pujian itu berhasil membuat Mbak Lisa semakin senang. Setelah merasa cukup berbasa basi, Ozil pun segera pergi dari rumah janda cantik itu. Begitu Ozil menghilang dari pandangan matanya si pemilik rumah langsung masuk karena harus bersiap diri untuk berangkat kerja.


Ozil sampai di tempat tujuan dalam keadaan yang sudah cukup siang. Pemuda itu bahkan bertemu dengan istri Pak Satpam yang menggantikan tugasnya sementara sebagai Ob di tempat itu. Keduanya ngobrol sejenak untuk saling berkenalan dan berbagi cerita sedikit. Begitu selesai, Ozil bergegas masuk ke kamar.


"Kamu udah bangun?" Ozil langsung melempar pertanyaan, begitu dia membuka pintu kamar dan melihat Nirmala sedang duduk melamun diatas kasur. Wanita itu bahkan terlihat terkejut saat melihat Ozil masuk secara tiba tiba.


"Kok kamu malah pergi sih, Mas? Aku kan jadi nggak enak sendiri," bukannya menjawab, Nirmala malah melempar pertanyaan dengan wajah antara kesal dan merasa tidak enak sendiri.


Mendengar jawaban dari Ozil, kening Nirmala seketika menjadi berkerut. "Berbuat yang tidak tidak, maskudnya?"


Senyum Ozil masih terkembang di bibirnya. "Nih ya, jujur. Kamu itu kan pakai baju aku. Dari sini aja udah jelas kalau kamu hanya memakai kaos dan celana kolor. Aku itu lelaki normal, otomatis pikiran kotorku langsung kemana mana dong. Nah! Dari pada nanti aku bertindak diluar batas, mending aku pergi dan numpang tidur di rumah teman, biar aman."

__ADS_1


Nirmala sontak tercenung dan tak lama kemudian wanita itu merasa sedikit malu. "Ya abis di lemari hanya ada tiga underwear. Aku mau pakai itu kayak nggak pantas, karena itu punya cowok."


"Ya tinggal pakai aja. Kan adanya emang gitu. Lagian aku juga jarang pakai. Aku lebih nyaman pakai celana kolor. Kerjanya pun, celanaku dirangkap pake kolor di dalamnya."


Suara tawa kecil sontak keluar dari mulut Nirmala. Namun beberapa saat kemudian, Ozil pun ikutan tertawa. Tak lama setelah itu, Ozil memberikan bungkusan berisi makanan untuk Nirmala. Nirmala menerimanya dengan senang hati. Di saat sedang menikmati sarapan, Ozil mencoba mengutarakan apa yang sempat dia bicarakan dengan Mbak Lisa.


"Ya ampun, Mas, apa aku nggak terlalu ngerepotin?" tanya Nirmala tak enak hati. Meski pada dasarnya dia membutuhkan pemasukan, tapi wanita itu merasa tidak enak karena akan menggunakan uang milik Ozil dengan jumlah yang cukup banyak.


"Ya nggak apa apa. Daripada kamu nggak ada kerjaan dan bingung pulang kemana. Kamu nggak perlu terlalu banyak berpikir. Jalani aja selagi ada kesempatan."


Mendengar ucapan Ozil yang nampak semangat, senyum Nirmala seketika terkembang. "Mas Ozil terlalu baik sama aku. kalau aku nanti jatuh cinta sama kamu gimana, Mas?"

__ADS_1


...@@@@@...


__ADS_2