HANTU-HANTU CANTIK

HANTU-HANTU CANTIK
Tamu Untuk Ozil


__ADS_3

"Mereka siapa?" tanya salah satu wanita yang baru saja menjadi hantu dan bertemu dengan lima hantu lainnya di sebuah kamar milik pria yang bisa melihat wujud mereka. Karena sang pria harus istirahat, kelima hantu cantik itu membawa hantu baru ke tempat dimana mereka sedang mengawasi penjahat.


"Mereka adalah orang orang yang menculik kami dan membuat kami menjadi para hantu," jawab Lili. Tentu saja jawaban yang keluar dari mulut Lili, membuat hantu tanpa nama itu terkejut. "Kami memang sedang mengawasi gerak gerik mereka."


"Kalian tahu darimana kalau mereka yang menyebabkan kalian jadi hantu?" tanya hantu tanpa nama lagi. Dia terlihat sangat penasaran dengan semua yang terjadi kepada lima hantu yang bersamanya.


"Ceritanya sangat panjang," jawab Cempaka. "Kami tahu siapa mereka, karena mereka juga beberapa hari kemarin menculik dua wanita untuk korban. Kami tidak sengaja melihatnya dan menolong mereka. Tanpa diduga, dari peristiwa itulah, kami jadi tahu kalau kami juga korban penculikan seperti yang kamu dengar tadi di kamar Bang Ozil."


Kening hantu tanpa nama lantas berkerut. "Lalu,dua wanita itu mana? Apa mereka jadi hantu juga?"


"Tidak," Cempaka kembali bersuara. "Kedua wanita itu berhasil meloloskan diri dan mereka sedang bersembunyi di tempat yang aman. Karena itulah, mereka mencari korban lain yang kami sendiri tidak tahu dimana mereka menyembunyikannya."

__ADS_1


"Astaga!" pekik hantu tanpa. "Apa seperti itu juga yang aku alami saat ini?"


Para hantu tersenyum tipis. "Ini baru dugaaan, soalnya kan kamu baru saja jadi hantu. Jadi belum ada petunjuk," ucap Melati. "Mungkin kalau ada yang sudah merasa kehilangan anggota keluarganya, baru kamu akan dicari."


"Emang kamu serius tidak ingat apapun?" tanya Anggrek, dan hantu tanpa nama itupun mengangguk. "Apa yang kamu alami itu sama persis dengan apa yang kita alami satu tahun kemarin. Kami juga dulu lama banget berada di rumah sakit dengan rasa bingung. Namun sejak kenal Bang Ozil, kami menemukan titik terang dan harapan. Kamu tadi mendengar obrolan kami bukan?"


Hantu tanpa nama mengangguk lagi. "Lalu bagaimana nasib aku? Apa aku juga akan lama menjadi seperti ini?" tanyanya.


"Ah iya," seru Melati. "Benar tuh, yang dikatakan Mawar. Dari sanalah, bang Ozil mengumpulkan semua informasi dan mencari semua yang berhubungan dengan kami. Ada yang dapat dari obrolan tukang ojeg malah." Hantu tanpa nama itu sampai tercengang mendengar cerita yang keluar dari mulu Melati. Para hantu menjadi heboh saaat menceritakan kenangan mereka berjuang bersama Bang Ozil saat mencari informasi serta mencari kekuatan.


"Maka itu, kamu nggak perlu khawatir," ucap Cempaka. "Selama kamu bersama Bang Ozil, pria itu pasti akan membantu kamu. Percayalah, suatu saat nanti, kamu pasti akan menemukan, siapa kamu sebenarnya."

__ADS_1


Hantu tanpa nama itupun hanya mengangguk dan mereka kembali terlibat perbincangan yang cukup seru.


Hingga tanpa terasa, kini pagi kembali hadir. Di sana, di dalam kamar, Ozil baru saja membuka matanya. Dengan sisa rasa ngantuk yang masih bersarang, Ozil meraba lantai bagian atas kepalanya, untuk mencari ponsel. Setelah tahu sekarang sudah jam berapa, Ozil bangkit dari duduknya dan termenung sesaat. memikirkan hal yang sudah dia lalui sejak dua harri terakhir ini.


Selain memikirkan para hantu dan rencananya, Ozil juga memikirkan hubungan nikmat yang dia lakukan dengan tiga wanita. Pemuda itu maasih tidak menyangka, hanya dalam waktu empat puluh delapan jam, dia bisa menikmati tiga lubang wanita. Suatu keajaiban yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya.


"Gimana cara menghilangkan tanda merah ini ya?" gumam Ozil sambil melihat dadanya dan meraba leher yang katanya banyak tanda merah bekas kecupan Mbak Lisa. "Kalau Seruni melihat tanda merah ini, dia marah nggak ya?"


Di saat Ozil sedang bergumam sendiri, tiba tiba ponselnya berdering. Saat Ozil menatap layar ponselnya, Ada nama Mas Ari terpampang di sana. Ozil pun segera menggeser tombol hijau dan meletakkan ponsel tersebut pada telinganya. Tidak ada perbincangan yang panjang, hanya perintah untuk Ozil dari Mas Ari. Setelah obrolan telfon berakhir, Ozil bergegas beres berers kantor lalu bersiap diri pergi ke rumah Mas Ari.


Selang beberapa waktu kemudian, Ozil kini sudah sampai di rumah sang bos. Saat Ozil memasuki ruang tamu, Ozil terkejut saat di sana ada tamu lain, dan Ozil semakin terkejut saat tamu itu mengatakan kalau dia ingin bertemu dengan Ozil.

__ADS_1


...@@@@@@...


__ADS_2