
Ozil nampak terperangah begitu mendengar apa yang dikatakan wanita di kamar itu. Dia memilh duduk di sebelah Seruni untuk memperjelas ucapan yang terlontar dari mulut si waniat. "Kamu serius mau membalasnya dengan cara kriminal? Astaga!"
"Lah emang kenapa?" wanita itu langsung mentap Ozil yang duduk di sebelah kanannya. "Dia aja sudah berbuat kriminal kan? Ya aku harus membalasnya dengan cara yang setimpal dong. Tapi aku masih bingung mau membalasnya pakai cara yang mana. Banyak banget yang bisa dicontoh, tapi semua pelaku malah mudah tertangkap."
"Hahaha ..." tawa Ozil seketika pecah. Menurutnya pengakuan Seruni terlihat sangat lucu. "Ya iyalah, semua mudah terungkap. Nggak ada kejahatan yang sempurna. Semua pastti memiliki celah yang bisa ditelusuri. Kayak paman kamu itu, pasti ada sesuatu yang bisa kita gunakan untuk dijadikan bukti."
Seruni lantas mendengus dan dia merebahkan kepalanya dipangkuan pria di sebelahnya. "Lalu bagaimana caranya kita cari bukti untuk mengungkap kejahatannya ya? Aku nggak mau, keluargaku terus ditipu sama paman Sakurata."
"Memang paman Sakurata, adiknya mamah kamu atau adiknya Papah kamu sih?"
Sebelum menjawab pertanyaan dari Ozil, tangan Seruni meraih tangan pemuda itu dan meletakkannya di dada. Tenttu saja, Ozil tidak menolaknya. Bahkan Ozil langsung memijat salah satu benda kembar yang masih bersembunyi di balik baju Seruni.
"Dia sebenarnya, saudara sepupunya Daddy. Jadi Ayahnya Daddy itu kakak adik dengan Ibunya Sakurata. Mereka lebih lama tnggal di jepang," ucal Seruni.
Ozil mengangguk beberapa kali. "Sebenerya sih aku juga sudah memiliki rencana. Tapi aku juga harus ngomong dengan para hantu juga, karena kita membutuhkan kerja sama yang bagus dan kompak agar rencana ini berjalan dengan sempurna."
__ADS_1
"Kamu beneran sama sekali nggak takut sama para hantu?" tanya Seruni sambil berbaring miring dan melepaskan kancing kemeja Ozil satu persatu.
"Awalnya, ya pasti aku takut lah. Malah aku pikir ini hanya mimpi. eh tahunya beneran, aku bisa melihat mereka," Ozil pun melepas kemejanya. Sekarang tinggal kaos putih tanpa lengan. Tangan Seruni menelusup ke dalam dan mengusap usap dada bidang pemuda itu.
"Mereka pasti wajahnya sangat menyeramkan?" terka Seruni.
"Nggak sama sekali," bantah Ozil. "Mereka malah kelihatan cantik, meski agak pucat."
"Masa hantu cantik? Nggak mungkin?" Seruni bertanya dengan tatapan tak percaya.
"Yang serem juga banyak sih. Yang nggak ada kepalanya, yang kepalanya bolong, yang hamil, banyak banget. Tapi kelima hantu itu tidak. Mereka malah kelihatan cantik."
"Iya lah, nggak hanya lima hantu saja. Tuyul bawa duit juga aku pernah lihat," jawab Ozil dengan tenang. Seruni malah menjadi ketakutkan sendiri. "Udahlah, aku mau mandi, lalu cari makan. Kalau ngobrol, nanti malah kemalaman lagi."
"Ikut!" rengek Seruni sambil bangkit dari berbaringnya.
__ADS_1
"Ya nanti, aku mandi dulu," Ozil bangkit dari duduknya dan melangkah menuju ke lemari pakaian.
"Ikut mandi juga," Ozil langsung menoleh dengan tatapan terperangah ke arah Seruni. "Aku nggak mau di kamar sendirian. Takut."
"Tapi kan aku mau mandi, masa ikut?" Ozil benar benar takjub dengan tingkah wanita itu.
"Ya mandi bareng sekalian aja. Aku juga belum mandi," ucapan Seruni menambah rasa terkejut pada wajah Ozil. Wanita itu bahkan ikutan bangkit dan segera mengambil handuknya. "Ayo!"
Ozil mengangguk pelan. Antara senang dan juga heran, pemuda itu melangkah menuju kamar mandi dengan perasaan yang tidak karuan. Tentu saja pikiran Ozil juga langsung kemana mana dan isi celananya langsung menegang dengan sangat tegap.
Ozil yang biasa mandi paling hanya menghabiskajn waktu sepuluh menit tanpa buang air besar, namun saat ini, waktu mandinya menjadi lebih lama dari biasanya. Karena yang dilakukan Ozil bukan sekedar mandi, tangan Ozil sibuk mengusap tubuh wanita yang satu kamar mandi dengannya. Meskipun tidak sampai melakukan hubungan yang lebih intim, namun mandi bersama itu sungguh pengalaman pertama yang sangat menyenangkan bagi Ozil.
Secara bergantian, Ozil menyabuni tubuh Seruni. Itu saja atas inisatif Seruni sendiri. Awalnya Ozil hanya pasrah saat Seruni merebut sabun mandi dari tangannya dan meminta dia yang memberi sabun pada tubuh Ozil. Dengan sangat suka rela, Ozil pun memasrahkan tubuhnya disentuh dengan lembat oleh tangan Seruni. Jangan ditanya bagaimana jiwa liarnya Ozil sekarang. Yang pasti Ozil mati matian menahan dirinya.
Jiwa lelaki Ozil semakin meronta saat dirinya yang menyabuni tubuh Seruni. Dari leher sampai kaki Seruni, jari jari Ozil menyentuh semua kulit putih nan lembut milik wanita itu. "Apa ini yang dinamakan tembem?" tanya Ozil saat jarinya menyentuh gundukan daging terbelah berbulu agak lebat. "Kapan ya batangku bisa masuk ke dalam sini?"
__ADS_1
Seruni hanya tersenyum dan membiarkan jari jari Ozil mengusap benda impian yang sangat ingin dinikmati banyak lelaki.
...@@@@@...