HANTU-HANTU CANTIK

HANTU-HANTU CANTIK
Malam Panjang


__ADS_3

"Akhh~" suara keenakan menggema, memenuhi ruang kamar dari mulut pria muda yang benda kebanggaannya sedang dimainkan oleh wanita cantik dengan mulutnya. Suara itu keluar, saat batang yang sedang dijadikan santapan lezat oleh si wanita, menyemburkan cairan kental dan berwarna putih. Cairan itu keluar cukup banyak.


Sang wanita tersenyum nakal sambil tangannya terus bergerak naik turun untuk menuntaskan caiaran yang keluar dari pria yang terbaring di hadapanyya. Setelah terasa tuntas, Wanita itu mengmabil pakaian kotor untuk membersihkan caiaran tersebut. Begitu selesai, wanita itu merangkak dan merebahkan kepalanya di dada pria muda.


"Puas, nggak, Bang?" tanya wanita yang akrab di pangil Seruni. Tangannya masih memainkan batang yang masih sedikit menegang.


"Ya puas ngak puas, Run," jawab Ozil dengan mata menatap langit langit kamar. "Seandainya masuk ke dalam lubang, pasti akan lebih enak lagi."


Seruni malah tersenyum. "Jangan ngelunjak, Bang, servis mulut dulu aja cukup kan?"


"Yayaya ..." jawab Ozil sambil mendengus. "Ya udahlah aku mau mandi. Gerah banget." Seruni lantas mempersilahkan. Dia juga ikut keluar kamar untuk sekedar berkumur karena mulutnya sedikit bau keringat akibat permainan mulutnya.


Sementara itu tak jauh dari keberadaan Ozil dan Seruni. Tepatnya di taman yang ada di samping bangunan yang sama dengan Ozil, kelima hantu wanita sedang bercengkrama disana. Mereka tentu saja membahas tentang sesuatu yang baru mereka melihat di dalam kamar Ozil.


"Tadi Seruni kayak menikmati banget batang milik Ozil ya? Apa mungkin batang Ozil memang seenak itu?" tanya Lili.


"Pasti enak banget tuh," Anggrek yang menimpali. "Kata orang orang, batang bang Ozil itu tipe ideal. Panjang, lurus dan gede. Mantap itu."


"Berarti mirip kayak pria pria yang suka main dalam video dewasa ya?" tanya Mawar. "Rata rata kan bintang film gituan, batangnya lebih diutamakan yang lurus dan gede?"

__ADS_1


"Ya emang gitu. Itu Syarat kalau pengin jadi aktor panas. Ozil memebuhi semua syarat itu," ucap Anggrek.


"Sayang sekali ya, kita jadi hantu, " ucap Melati. "Kalau masih jadi manusia, aku pasti akan nyobain deh sodokannya bang Ozil."


"Seandaianya saja kalau arwah kita nggak dingin, mungkin Bang Ozil mau memasuki lubang kita satu persatu," sahut Cempaka. "Sayangnya, dipegang tangan kita saja, Bang Ozil merasa kedinginan."


"Fiuhhh, benar benar nggak ada harapan lagi untuk menikmati batang milik Bang Ozil."


Para hantu lantas terdiam dengan segala keluhan yang masih bersarang dalam benaknya. Di saat bersamaan, salah satu dari mereka yang menatap gerbang, dikejutkan dengan sosok yang melewati gerbang itu. "Loh, itu kan para penculik! kenapa mereka ada disini!"


Keempat hantu lainnya tentu saja terkejut dan mata mereka langsung menatap ke arah gerbang. Benar saja, mereka melihat dua penjahat yang menculik Seruni melintas di depan gerbang, tempat kerja Ozil. Tanpa banyak buang waktu, kelima hantu itu langsung saja bergerak mengikuti dua pria itu.


Di dalam kamar mandi sendiri, Ozil saat ini sedang termenung sambil nongkrong. Pikirannya menerawang dengan apa yang terjadi malam ini. Ozi heran, kenapa para hantu pada pergi setelah mereka melihat batang miliknya dinikmati wanita lain dengan wujud manusia. Ozil memang sangat menikmatinya, tapi entah kenapa, hatinya mendadak gundah hanya karena para hantu memilih pergi tanpa menyapannya.


Beberapa menit kemudian setelah selesai mandi, Ozil kembali ke kamar hanya dengan menggunakan celana kolor saja. Mungkin karena Seruni sudah pernah melihat Ozil tanpa busana, jadi Ozil sekarang cuek saja hanya memakai kolor tanpa mengenakan kaos untuk menutupi tubuh bagian atasnya.


"Enaknya ngapain ya, Bang?" tanya Seruni yang saat itu sedang rebahan, begitu melihat Ozil masuk ke dalam kamar.


"Ya nggak tahu," jawab Ozil sambil hendak duduk di atas lantai.

__ADS_1


"Kok malah duduk disitu sih?" protes Seruni. "Sini diatas kasur sambil rebahan." antara kaget dan juga senang, Ozil tanpa pikir panjang langsung saja merangkak menuju ke arah kasur dan merebahkan badannya disana. Sudah bisa dipastikan Seruni akan langsung menempelkan tubuhnya tanpa rasa canggung.


"Run, kamu jangan terlalu nempel dong," protes Ozil meski dia sebenarnya sangat senang.


"Kenapa?" tanya Seruni heran.


"Bukit kembar kamu terlalu nempel, bikin aku pengin megang tahu."


Seruni lantas tersenyum lebar. "Megang ya tianggal megang aja kok, Bang."


"Hah!" Ozil begitu terkejut. "Yakin, boleh megang?"


"Ya boleh lah, pegang aja."


Tanpa membuang waktu Ozil langsung memgangi bukit kembar Seruni yang tertutup kain putih dengan kencang. "Keluarin dari sini boleh nggak?" Ozil malah meminya lebih. Beruntung, Seruni mengangguk, jadi senyum Ozil langsung melebar. "Masih kenyal banget, Run."


"Namanya juga baru pertama kali dipegang cowok."


"Hah!"

__ADS_1


...@@@@@@...


__ADS_2