HANTU-HANTU CANTIK

HANTU-HANTU CANTIK
Merubah Target


__ADS_3

Seorang wanita nampak sedang melambai ke arah seorang pria yang duduk bersama tiga pria lainnya. Wanita yang sedang melangkah sambil tersenyum itu kelihatan masih sangat muda daripada pria yang sedang membalas lambaian tangannya. Tanpa ada perasaan aneh sedikitpun wanita itu dengan anggun terus melangkahkan kakinya menuju tempat si pria tadi.


Namun pria yang membalas lambaian tangannya memilih berdiri dan tanpa kata untuk basa basi, pria itu meninggalkan tiga pria lain yang tadi sempat berbincang dengannya. Pria yang usianya sudah menginjakkan kakinya diangka empat puluh tahun ke atas itu, memilih beranjak menyusul tamu wanitanya.


"Selamat malam, Dok, maaf saya telat datang. Tadi sedikit ada kemacetan di jalan," ucap wanita itu begitu tubunya berhadapan dengan pria yang dia panggil Dokter.


"Tidak apa apa, Nona Zhang, saya sendiri juga belum lama datang," balas sang dokter yang tidak lain adalah Dokter Sakurata. "Sebaiknya kita duduk di sana, Nona."


"Loh, terus itu teman teman anda?" tanya Nona Zhang sambil menunjuk ke arah meja dimana tiga pria berada di sekelilingnya.


"Salah satu dari mereka adalah keluarga pasien saya, Nona, nggak perlu khawatir. Tadi kita tidak sengaja ketemu di sini karena mereka ada acara di tempat ini juga," balas Dokter Sakurata dusta, dan nampaknya wanita yang dipanggil Zhang percaya dengan ucapan dokter tersebut.


"Baiklah, Dokter, mari," Zhang dan Dokter Sakurata langsung melangkah menuju ke tempat lain, tapi masih satu ruangan dengan tempat dimana tiga penjahat berada. Agar Nona Zhang tidak mencurigai sesuatu, ketiga pria itu nampak ngobrol sendiri, membahas hal lain sambil sesekali mengawasi gerak gerik Sakurata dan target lainnnya.

__ADS_1


"Bagaimana kabar Tuan Go, Nona?" tanya Dokter Sakurata saat dia dan wanita itu sudah duduk di meja yang tadi ditunjuk oleh dokter itu.


"Ya, masih sama, Dok. Apa Dokter belum sempat datang ke rumah saya?" tanya Nona Zhang.


"Sebenarnya saya sudah mengatur jadwal untuk mengunjungi Tuan Go, tapi anda tahu sendiri, kalau saya datang ke negara ini pasti memang banyak pasien yang sedang menunggu saya," balas Dokter Sakurata.


"Hahaha ... benar juga," Nona Zhang malah tertawa dengan anggun, "Padahal dokter sengaja datang ke negara ini karena ingin liburan ya?"


Dokter Sakurata tersenyum sembari mengangguk. "Untung saya ambil cuti satu bulan, agar kerjaan sampingan disini bisa tertangani dengan baik juga."


Dokter Sakurata juga ikut tertawa, dan dia merilik ke arah tiga penjahat lalu dia memberi sebuah kode. Tak lama setelahnya, ketiga penjahat itu bangkit dan meninggalkan tempat itu. Sepertinya mereka memang telah merencanakan sesuatu. Begitu ketiga penjahat hilang dari pandangan, Sakurata mulai menjalankan rencana yang lainnya.


"Sebaiknya kita pesan makanan, Nona," ucap sang dokter. Hal itu tentu saja mendapat persetujuan dari Nona Zhang. Dokter Sakurata memesan beberapa menu khas negeri tiongkok.

__ADS_1


"Dok, saya ke toilet sebentar ya?" ucap Nona Zhang. Tentu saja itu kesempatan bagus yang akan digunakan sang dokter untuk menjalankan rencananya. Begitu wanita itu pergi, sang dokter langsung mengambil sebuah bubuk yang memang sudah dia siapkan sebelumnya dan memasukkan ke dalam lengan panjang pakaian yang digunakan sang dokter. Dengan segala kewaspadaannya, pria itu melakukan sesuatu yag tidak bisa terdeksi kamera cctv dan mata telanjang.


Begitu pelayan membawa pesanan miliknya, Dokter Sakurata pura pura sibuk membantu menata hidangan di atas meja, tanpa pelayan itu sadari, dari lengan panjang yang dipakai sang dokter, keluar semacam selang kecil dari plasik, yang mengeluarkan sebuah bubuk ke dalam minuman Nona Zhang dan juga makanannya.


Dengan perhitungan yang cepat dan tepat, bubuk itu akan larut sendiri ke dalam minuman ataupun makanan yang masih mengeluarkan asap. Tak lama setelah pelayan pergi, Zhang datang kembali begitu urusan dengan toilet selesia. Dia menyapa sang dokter kembali dan kali ini keduanya langsung melanjutkan obrolan sambil menikmati hidangan.


"Ini, nanti tolong, Nona kasih untuk Tuan Go ya?" Dokter sakurata memberikan sebuah bungkusan begitu mereka selasai menyantap makanannya.


"Kenapa Dokter tidak memberikan sendiri saja?" tanya Zhang sambil menerima bungkusan itu dan membukanya. "Ini obat?"


"Iya, itu obat untuk Tuan Go. Nanti kasih saja ke suster yang merawatnya, di sana sudah ada petunjuknyaa kok. Saya sengaja memberikan obat terlebih dahulu, nanti saya akan lihat reaksinya dua hari kemudian, Nona. Semoga saja obat itu segera membuat Tuan Go sembuh dan sadar."


Zhang pun tersenyum. "Terima kasih, Dok. Ya sudah, karena tidak ada yang dibicarakan lagi saya pamit dulu aja, Dok. saya lebih baik segera menyerahkan Obat ini."

__ADS_1


"Oh tentu saja, silahkan," balas sang Dokter. Setelah saling pamit, wanita itu lantas pergi, meninggalkan Dokter Sakurata yang sedang menyeringai.


...@@@@@@...


__ADS_2