
Rasa haru bercampur bahagia, kini benar benar menyelimuti beberapa sosok yang sedang menunggu kabar dari aksi yang dilakukan Ozil dan Bembi. Dengan melihat video yang dikirim oleh Ozil, sosok sosok yang menunggu di suatu tempat itu merasakan kebahagiaan yang sangat besar setelah mengetahui fakta yang terkuak.
Empat manusia dan enam sosok tak kasat mata benar benar tidak menyangka, rencana yang Ozil susun bisa berhasil dengan lancar seperti ini. Namun begitu mereka tidak berhenti sampai di sana saja. Masih ada renccana yang harus mereka lakukan agar semuanya tuntas sampai ke akar akarnya.
"Sekarang giliran kita yang bergerak," ucap Marsel, "Bembi juga sudah memberi kabar kalau saat ini Mbah Wiro sudah tidak sadarkan diri."
"Bagus lah," ucap Wiliiam. "Jadi sekarang tugas aku dan Zhang untuk maju? Oke, ayo Zhang kita bergerak." Dengan senang hati Zhang menerima ajakan William. Mereka segera masuk ke dalam mobil yang memang sudah disiapkan. William melajukan mobil ke arah rumah yang sejak tadi mereka awasi.
Sedangkan para hantu juga sudah bersiap siap. Lima hantu yang sudah memiliki kekuatan, sudah tidak sabar ingin menunjukan aksi mereka sebagai pelampiasana kemarahan atas apa yang mereka alami selama ini. Detik ini adalah detik yang ditunggu oleh para hantu. Sedangkan Sakura, yang baru jadi hantu dan belum memiliki kekuatan, hanya bisa berharap kalau rencana semuanya berjalan dengan sangat lancar.
"Permisi, Mas," sapa Zhang, setelah dia turun dari mobil dan menyapa dua pria yang ada di pos jaga dekat pintu gerbang.
"Iya, ada apa, Mbak?" salah satu penjaga membalas sapaan Zhang dengan ramah.
__ADS_1
"Maaf, saya mau tanya, apa benar, ini rumah Mbah Wiro? Dukun yang terkenal sakti itu?" ucap Zhang dengan segala penyamaran yang telah dia siapkan.
Sang penjaga pun sontak tersenyum. "Benar, Mbak ada perlu dengan Mbah Wiro?"
"Ya tentu dong, Mas, orang udah jauh jauh datang kesini, masa iya cuma tanya saja," jawab Zhang dengan santainya. Padahal di dalam benak Zhang saat ini sedang merasakan gelisah yang luar biasa.
Sang penjaga kembali tersenyum lalu dia melihat mobil Zhang dan melemper sebuah pertanyaan tentang sosok pria yang ada di dalam mobil. Zhang pun berbohong dengan mengatakan kalau sosok itu suaminya. Setelah terjadi tanya jawab sejenak, akhirnya Zhang dan William diperbolehkan masuk.
Di saat pintu gerbang terbuka, di saat itu pula dua pria lain yang mengikuti mobil tersebut secara mengendap endap, langsung menunjukan diri dengan senjata yang mereka pegang.
Bukannya menuruti perintah yang dilayangkan tiga pria, beberapa anak buah yang ada di sana malah mencoba mencari kesempatan untuk melawan mereka. Namun sayang gerakan para anak buah langsung kebaca salah satu pria pemegang senjata, seningga pria itu menunjukan aksinya kalau ancamannya bukan sedang main main.
Dor!
__ADS_1
Para penjahat seketika terkesiap sampai mereka menghentikan semua gerakan tangan dan kaki mereka. Suara senjata yang cukup keras sontak saja membuat semua penjahat yang ada di dalam rumah menjadi terkejut, termasuk dokter Sakurata. Para anak buah langsung berhambur untuk melihat keadaan. Ada yang bersiap keluar dan ada juga yang akan menuju ke ruang rahasia.
"Sepertinya itu suara senapan!" seru dokter Sakurata yang saat itu sudah berada di dalam kamar untuk beristirahat. Karena kamar yang dia gunakan, berada di lantai atas, Sakurata melihat keadaan diluar melalui jendela yang ada di kamarnya.
Mata dokter Sakurata seketika membulat dengan sempurna saat mata itu mengangkap tiga sosok pria sedang mengacungngkan senjata pada anak buah Mbah Wiro. "Siapa mereka? Apa mereka polisi? Sial! Aku harus segera kabur dari sini!"
Sementamaara itu di ruang yang lainnya. "Mana Mbah Wiro?" seru salah satu anak buah.
"Dia ada di ruang ritual," sahut temannya. "Aku dan yang lain akan mengecek keadaan para tumbal."
Setelah berbagi tugas, sslah satu anak buah tersebut langsung menuju ke ruang ritual. Betapa terkejutnya anka buah itu saat melihat keadaaan Mbah Wiro saat ini. Anak buah itu mendekat dan mencoba membangunkan bosnya yang sedang terlelap.
"Bos, bangun, bos!" teriak seorang anak buah sembari mengguncang tubuh bosnya. Setelah berusaha beberapa saat, akhirnya sang bos menunjukan tanda tanda kalau dia mulai bangun. Namun saat matanya terbuka, mata bos langsung membelalak dan langsung bangkit.
__ADS_1
Mbah Wiro kembali dibuat terkejut saat menatap ke arah dua kakinya. "Sial, siapa yang telah memborgol kakiku!"
...@@@@@@...