
"Apa aku semenarik itu sampai hantu wanita pun ingin merasakan enak enak denganku?" gumam Ozil saat dia sedang berada di kamar mandi. Sambil nongkrong di atas toilet, pemuda itu, sedang membayangkan apa yang baru saja dia lakukan kepada hantu wanita yang saat ini berada di dalam kamarnya.
Rasa iseng yang Ozil lakukan tadi membuat Ozil merasa bangga dan juga aneh dengan dirinya sendiri. Sebagai anak kampung yang terlahir dalam keadaan jauh dari kata kaya, Ozil merasa kalau dirinya itu bukan pria idaman para wanita. Bahkan Ozil selalu tidak percaya diri untuk mendekati wanita yang dia suka karena dirinya merasa jelek dan miskin
Tapi sejak dia tinggal dikota dan mengenal para hantu, Ozil kadang masih tidak percaya kalau banyak wanita yang selalu memuji dirinya. Bahkan sampai hantupun memiliki hasrat kepadanya. Masih terekam jelas dalam ingatan Ozil, bagaimana para hantu suka iseng memegang isi celananya sampai rebutan. Ozil bahkan dibuat takjub dengan kejadian itu.
Dan sekarang dia kembali dibuat takjub dengan hantu wanita yang baru saja muncul. Ozil yang pura pura tidak melihat keberadaannya, dan saat dia iseng menggerakan pinggangnya maju mundur di hadapan wajah hantu itu, Ozil tidak menyangka kalau hantu itu akan membuka mulutnya, seakan akan sedang memainkan milik Ozil pakai mulut.
Belum lagi saat hantu tiba tiba nungging, Ozil semakin dibuat terperangah dalam sandiwaranya. Bisa bisanya ada hantu bersikap seakan akan mereka sedang berhubungan badan dengan cara berdiri. Sekarang Ozil menggelengkan kepalanya bebebara kali sambil cengengesan. Benar benar kejadian yang sangat lucu.
Begitu Ozil selesai dengan urusan kamar mandi, pemuda itu kembali ke kamar dalam keadaan tubuh yang sudah segar. Saat masuk ke dalam kamarnya, Ozil masih melihat sosok wanita dalam wujud hantu masih berada di sana. Dengan cueknya Ozil kembali membuka lilitan handuk pada pinggangnya dan berganti menggunakan kolor.
"Kalau diperhatikan baik baik, ni cowok emang ganteng sih, kelihatan perkasa. Tapi sepertinya dia pemain wanita yang cukup handal," gumam hantu wanita pada pria yang saat bersiap untuk menyantap makanan yang didapat dari rekan kerjanya. "Tuh, lagi makan aja, aura gantengnya terpancar."
__ADS_1
Dalam hati, Ozil sebenarnya ingin tertawa, mendengar gumaman hantu yang duduk tepat di sisi kirinya. Hantu itu terus terusan menatap gerak gerik Ozil sedari tadi. Ozil pun semakin tidak tahan untuk terus berpura pura tidak melihatnya. "Kenapa kamu lihatin aku kayak gitu banget?" tanya Ozil tanpa menatap ke arah hantu.
Hantu wanita itu sontak saja terkejut begitu mendengar sebuah pertanyaan tapi tidak ada sosok manusia lain di sana. Dia juga melihat ponsel Ozil, tapi ponselnya sedang dalam pengisian daya dan tergeletak di lantai dekat kasur. "Dia ngomong sama siapa?" gumam sang hantu dengan wajah bingungnya.
"Sama kamu lah," seketika mata hantu langsung membelalak mendengar ucapan Ozil. Bahkan kini Ozil menatap hantu wanita itu sampai si hantu ternganga dibuatnya.
"Kamu bisa melihat hantu?" tanya hantu wanita sengan suara agak tergagap.
Ozil menyeringai lalu kembali memasukan nasi ke dalam mulutnya. "Emang kenapa kalau aku bisa lihat hantu?"
Mata hantu wanita itu semakin membulat dengan diiringi gerakan tangan yang menutup mulutnya karena terlalu kaget. "Jadi, sedari tadi kamu menyadari keberadaanku disini?" melihat Ozil mengangguk cepat, membuat hantu wanita itu kembali terperangah dan seketika juga dia menutup wajahnya sendiri dengan kedua tangan.
"Kenapa sampai nutup wajah gitu? kaget?" tanya Ozil masih dengan menikmati makanannya. Nasinya sudah habis, tapi dia sedang menikmati beberapa kaki ayam yang digoreng dengan serundeng bumbu lengkuas.
__ADS_1
"Ya kaget lah," balas hantu waniaty dengan suara yang cukup lantang. "Jadi, kamu tadi sengaja mainin itu di depan wajahku?"
"Mainin apa?" tanya Ozil dengan wajah sok polosnya. Kalau tidak sedang menikmati ceker, mungkin Ozil akan ketahuan kalau dia sedang cengengesan.
"Mainin itu, nggak usah pura pura nggak tahu deh," sungut hantu wanita antara kesal dan juga malu.
"Siapa yang pura pura?" tanya Ozil lagi dengan kepala menoleh ke arah hantu sejenak lalu kembali asyik menikmati ayam goreng.
"Mainin itu kamu? Kamu sengaja kan? Ngaku aja deh," sungut hantu lagi.
Ozil seketika terekekeh. "Hehehe ... kamu itu lucu. Mana ada aku sengaja mainin di depan kamu. Bukankah kamu sendiri yang tiba tiba nongol saat aku sedang merapikan bulu bulu di sekitar batangku? Ya berarti aku nggak sengaja dong?"
Hantu wanita semakin menunjukan rasa kesalnya sekiligus untuk menutupi rasa malu. Dan hantu itu kembali membulatkan matanya saat mendengar celetukan Ozil. "Tapi kok kamu sampai nungging tadi? Kamu pengin ya? Gituan sama aku?"
__ADS_1
Waduhh!
...@@@@@@...