
"Kamu serius, Mbak?" tanya Ozil dengan tatapan yang tidak percaya kepada wanita yang terbaring menghadapnya. Ozil cukup terkejut setelah mendengarkan ucapan yang keluar dari mulut wanita yang baru saja dia nikmati mahkotanya. "berarti ucapan bosnya kamu sangat serius ya, Mbak. Dulu aku pernah ditawarin loh, disuruh main ke sana."
"Terus kenapa kamu nggak main kesana?" tanya wanita yang memiliki profesi sebagai tukang pijat itu. Tangan wanita itu tak henti hentinya mengusap pipi Ozil yang dimatanya terlihat sangat tampan. Sedangkan Ozil sendiri saat ini salah satu tangannya melingkar di tubuh wanita itu.
"Malu lah, Mbak. Aku nggak akan berani main ke tempat seperti itu," ucap Ozil jujur. "Apa lagi di sini aku kerja. Aku nggak mau disangka doyan jajan di panti pijet. Meskipun pada kenyataannya aku disana mendapat pelayanan gratis. Tapi, Mbak, bukankah adiknya bos kamu, sudah memberi aku uang sebagai tanda terima kasih, kok bos kamu masih mau ngirimin aku cewek sih?"
"Ya aku nggak tahu, Mas. Mungkin karena bosku tahu kamu malu kesana, jadi lebih baik dia yang ngirim anak buahnya kesini," ucap si tukang pijat. "Mas, kalau aku minta main lagi kamu masih kuat nggak? Kamu udah ngelurin dua kali loh malam ini?"
"Masih dong, Mbak," jawab Ozil dengan antusias. "Kamu mainkan punyaku dulu pakai mulut ya, Mbak. Nanti kalau udah tegang sempurna, aku masukin lagi." Wanita itu lantas tersenyum. Sebelum melaksanakan perintah Ozil, wanita itu memilih mengajak Ozil perang bibir terlebih dahulu sebagai tanda kalau mereka sudah siap menuju ronde kedua.
Dua jam kemudian. setelah permainannya selesai, Ozil masih terbaring dengan tubuh yang terbalut selimut. Sedangkan si tukang pijat kini sedang memakai pakaiannya kembali. Setelah rapi, wanita itu mengajak Ozil untuk keluar dari kamar karena si wanita harus pulang.
__ADS_1
"Makasih loh, Mbak atas pengalamannya," ucap Ozil yang hanya memakai selimut untuk menutupi tubuh polosnya. "Tadi benar benar pengalaman yang sangat berharga buat aku."
Si tukang pijat sontak mengembangkan senyumnya. "Sama sama, Mas. Lain kali, kamu masih mau kan main sama aku, Mas?"
"Mau bangetlah, Mbak. Orang enak kok, masa nolak," ucap Ozil jujur.
"Ya udah, aku pulang dulu ya?" wanita itu akhirnya pamit. Sebelum masuk ke dalam mobilnya, wanita itu kembali mengajak Ozil untuk perang bibir sejenak. begitu perang bibir selesai, si wanita langsung masuk ke dalam mobilnya dan tak lama setelahnya, mobil pun bergerak maju meninggalkan Ozil dan tempat tinggalnya.
Begitu sampai di dalam kamarnya, Ozil langsung berbaring di atas kasur dan membayangkan kejadian yang baru saja dia lakukan. Ozil masih tidak menyangka kalau sekarang dia sudah menikmati empat tubuh wanita yang memiliki paras cantik dan tubuh seksi. Bahkan keempat wanita itu rela memberi kehangatan kembali jika Ozil membutuhkannya.
"Seruni gimana kabarnya ya?" gumamnya. Biar bagaimanapun, Serunilah wanita pertama yang membuat Ozil merasakan, menjadi laki laki jantan sejati. Dari Seruni juga, Ozil bisa merasakan tidur bersama wanita, mandi bersama dan sebagainya. Meski bukan cinta, setidaknya Ozil rindu dengan sosok wanita cantik itu. Selain Seruni, Ozil juga merindukan lima hantu lainnya. Selama bberapa hari ini, Ozil hanya mendapat kabar dari Leo dan sebagainya, kalau kelima wanita yang pernah menjadi hantu sedang dalam keadaan baik baik saja.
__ADS_1
Karena badan yang cukup lelah setelah menghabiskan tenaga untuk bermain enak sampai dua ronde, Ozil pun diserang oleh rasa ngantuk yang terus merayap pada matanya. Tak lama kemudian, mata Ozil pun terpejam, dan dia terlelap dengan tubuh tanpa busana.
Sementara itu di lain tempat, tepatnya di tempat yang cukup jauh sekali. Terlihat tiga orang nampak sedang berbincang. Dari raut wajahnya, mereka seperti sedang terlibat pembicaraan yang cukup serius.
"Bagaimana? Apa kalian sanggup menjalankan tugas yang aku minta?" ucap salah satu dari mereka. Dia adalah pria jepang beprofesi sebagai dokter. Tapi saat ini, pria itu sedang menjadi buronan. Makanya dia berani keluar hanya pada waktu tertentu dengan penyamaran yang begitu sempurna untuk bertemu dengan orang yang mau dibayar demi memenuhi ambisinya.
"Apa kamu yakin? Sepertinya wanita yang ingin kamu culik, bukan anak orang kaya?" tanya salah satu pria yang biasa melakukan kejahatan demi sejumlah uang.
"Aku hanya mau tahu apa kali ini anak muda itu bisa menemukan lokasi wanita yang nasibnya sama dengan seseorang," ucap pria itu dengan seringai jahatnya.
...@@@@@...
__ADS_1