
Hingga beberapa jam kemudian, Seruni dan Ozil akhirnya harus berpisah. Setelah menghabiskan pagi dengan bermain dua ronde, Seruni diminta pulang oleh orang tuanya yang memang merasa khawatir. Dengan dijemput orang orang kepercayaan keluarganya, Seruni memutuskan kembali pulang, dan kini Ozil kembali diliputi rasa sepi. Ozil bahkan memilih berbaring karena rasa malas yang tiba tiba menyergap.
Sementara itu, berita tentang Ozil memang masih menjadi pusat perbincangan. Hampir semua media banyak yang membahas kasus ini. Bahkan sampai para petinggi negara juga ikut memberi komentar, karena kasus hilangnya lima anak orang kaya, dulu pernah menggemparkan negara. Jadi saat mereka ditemukan pun, berita tentang mereka kembali menggemparkan.
Ada banyak faktor yang membuat berita itu sangat gempar. Beberapa diantaranya adalah mereka diculik bukan untuk dimintai tebusan dan juga para korban masih hidup sampai saat ini. Kasus tersebut juga membuat pria yang bukan siapa siapa menjadi pria yang paling dibicarakan dalam minggu ini karena aksi heroiknya.
Memang benar, Ozil tidak bekerja sendirian, tapi berkat Ozil lah, semua korban Mbah Wiro ditemukan. Meski bayak pertanyaan yang muncul, darimana Ozil mengetahui tentang Mbah Wiro dan sepak terjangnya, tapi semua itu tertutup dengan sendirinya berkat banyak pihak yang merasa senang dengan aksi yang dilakukan Ozil. Tidak terbayang, berapa banyak uang yang masuk ke dalam rekening Ozil. Pemuda itu menjadi kaya raya secara mendadak.
Di saat Ozil sedang asyik membaca semua berita tentang dirinya melalui layar ponsel, tiba tiba sebuah nama terlihat pada layar ponsel tersebut melakukan panggilan. Ozil segera saja menggeser tombol hijau dan menempelkan benda pipih itu pada telinganya. Hanya sesaat yang dilakukan Ozil dalam melakukan pembicaraan lewat ponsel. Ozil lalu bangkit dan segera keluar dari kamar, untuk menyambut kedatangan orang yang menelponnya tadi.
"Wuihh! Pahlawan kita sudah nongol," celetuk seorang pria yang usianya tidak jauh beda dari Ozil. Dialah Cipto, sahabat Ozil yang tadi menelfon. Dia datang bersama sahabat Ozil yang satunya. Keduanya juga sedang libur kerja jadi baru menyempatkan diri untuk menjenguk sahabatmereka.
"Masuk," ucap Ozil begitu gerbang dibuka dan mengajak kedua sahabatnya masuk menuju kamarnya. Di saat Cipto dan Surya sudah berada di dalam kamar, Ozil memilih ke dapur sejenak untuk membuatkan kopi. Begitu dua gelas kopi siap, Ozil membawanya ke dalam kamar.
"Tempat karja kamu enak juga ya, Zil? Mana ada tempat tidurnya lagi, " celetuk Surya begitu melihat Ozil masuk ke dalam kamar.
__ADS_1
"Yah, namany juga anak baik baik, pasti selalu mendapat yang terbaik dong," balas Ozil dengan sedikit menyombongkan diri. Bukan berarti Ozil menjadi sombong, tapi hal itu biasa mereka lakukan satu sama lain sebagai bahan candaan jika ada yang mendapat kelebihan.
"Gimana perasaan kamu.sekarang, Zil? Setelah kamu viral?" tanya Cipto.
"Ya gitu lah, bingung aku," jawab Ozil. "Mana banyak tawaran wawancara lagi. Tadi pagi aja udah banyak wartawan diluar gedung. Belum lagi para vlogger. Pusing."
"Hahaha ... ya nggak apa apa, ladenin aja napa. Lumayan kan dapat tambahan duit," sahut Surya. "Biar kamu semakin terlihat kayak sultan, Zil."
"Benar," Cipto menimpali. "Presden aja ngasih lima miliar tuh, apa nggak auto sultan. Belum lagi para orang tua dari korban. Berapa juta tuh, setiap orang ngasihnya, Zil?"
"Wuih mantap. Pasti cewek cewek kampung yang dulu nolak kamu pada nyesel tuh sekarang," celetuk Surya.
"Lah itu sih pasti," sahut Cipto. "Kamu ingat dengan Rumkini nggak, Zil? Dia beberapa kali loh nitip salam sama aku buat kamu, hih."
Ozil hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Tentu saja dia sangat ingat dengan nama itu. Seorang wanita yang ibaratnya menjadi cinta pertama Ozil tapi dulu langsung memberi kode penolakan tanpa Ozil menyatakan perasaannya karena keadaan Ozil yang jauh dari kata bukan pria idaman.
__ADS_1
"Najis banget ya? kelihatan banget tuh matrenya," cetus Surya. "Dulu mah boro boro nanyain Ozil, mendengar namanya aja kayak jijik."
Cipto mengangguk tanda setuju dengan ucapan sahabatnya. "Zil, kamu kan sekarang lagi banyak duit, kamu nggak pengin gitu, bagi bagi rejeki sama kita?"
"Iya, Zil. Apa lagi nanti malam minggu. Gimana kalau kita jalan jalan sekalian kamu traktir kita," Surya ikut mengompori.
"Ya udah ayok. Lagian aku juga lagi suntuk," jawab Ozil. "Oh iya, kamu masih bisa nyetir kan, Sur?"
"Masih dong. Sim nya aja udah punya, kenapa? Kamu mau beli mobil dan jadiin aku supir pribadi?" tanya Surya.
"Nggak," bantah Ozil. "Kita naik mobil aja, biar aku nanti pinjam sama rekan kerja aku, gimana?"
"Setuju!"
...@@@@@...
__ADS_1