
"Mampus kalian! Hahaha ... Om sama keponakan tidak tahu diri! Aku viralkan, biar tahu rasa kalian! Hahaha ..." amarah seorang wanita yang menyaksikan suaminya selingkuh dengan keponakannya sendiri, benar benar sudah tidak bisa dibendung lagi. Wanita itu bahkan sampai merekam secara langsung nasib sial yang di alami suami dan selingkuhannya saat ini.
San ceng dan Gloria tidak bisa membendung rasa malunya. Setelah tadi mereka menjadi tontonan banyak orang saat berada di hotel, kini keduanya juga menjadi santapan lezat dari keluarga yang murka atas perbuatan mereka. Hampir dua jam, tubuh mereka saling menempel dan tidak bisa dipisahkan oleh tim dokter. Bahkan keduanya terancam bisa kehilangan nyawanya jika batang milik San Ceng tidak bisa lepas dari lubang milik Gloria.
"Sekarang Papi dan mami lihat kan? Calon menantu idaman kalian seperti apa?" ucap Marsel kepada orang tuanya yang sangat syok begitu mendengar apa yang terjadi pada calon menantu mereka. Marsel benar benar merasa puas, karena dia tidak perlu turun tangan untuk membongkar buruknya sikap Gloria di belakang keluarganya.
Di sana, lima makhluk tak kasat mata juga merasa puas dengan apa yang mereka lakukan. Mungkin memang cukup kejam, tapi nyatanya, perbuatan dua orang tidak tahu malu itu sudah lama terjalin dan banyak hati yang tersakiti akibat perselingkuhan yang dilakukan Gloria dan San Ceng.
"Udah Li, aku rasa kita cukup ngasih hukuman pada mereka," ucap Cempaka. "Hukuman selanjutnya, biar para manusia yang menghakiminya."
Lili pun setuju. Dia dan hantu yang lainnya langsung melepaskan kekuatan yang menekan tubuh pasangan San Seng dan Gloria. Setelah itu mereka pun bersiap untuk pergi. Namun sebelum pergi, Lili terlebih dahulu memandang orang orang yang dia kenal dengan tatapan sedih. Di sana ada juga kedua orang tuanya, Marsel dan juga orang tua Marsel yang dari dulu memang tidak suka dengan Lili.
Mi, Pi, tunggu Lalita ya? Doakan Lalita agar bisa berkumpul dengan kalian lagi," ucapnya lirih dan terasa sangat pilu. Setelah itu Lalita menatap Marsel yang terduduk dikursi tunggu pasien. "Maafin aku, Ay. Kalau kamu tidak bisa menungguku, carilah wanita yang lebih baik dari aku ya?" Lalita mengusap kepala Marsel meski tidak bisa menyentuhnya.
__ADS_1
Setelah merasa cukup waktu, kelima hantu lantas pergi meninggalkan drama keluarga yang sedang terjadi di rumah sakit. Begitu batang San ceng sudah terlepas, dua orang tidakk tahu diri itu langsung meminta maaf, meski hal itu akan sangat susah mereka dapatkan. Marsel sendiri memilih langsung pergi begitu Gloria mengiba kepadanya.
"Sekarang kita kemana? Ke tempat Bang Ozil atau ke tempat para penculik itu?" tanya Melati di tengah tengah perjalanan mereka.
"Mending ke tempat Bang Ozil dulu deh, kita diskusikan apa yang sudah kita ketahui, biar sama sama bisa mencari jalan keluar," usul Mawar.
"Ya udah kalau gitu, kita ke tempat Bang Ozil aja dulu. Aku juga kangen sama isi celananya," celettuk Anggrek.
"Sama!" balas ke empat hantu secara bersamaan lalu mereka serentak terbahak sambil menghilang menuju ke tempat Ozil.
"Kamu yakin? Tiap hari mau di kamar terus? Apa nggak jenuh?" tanya Ozil mencoba memastikan. "Di sini nggak ada hiburan sama sekali loh. Aku juga kadang kalau udah kerja, jarang banget ada di kamar. Kamu nggak ingin nyari kesibukan?"
"Aku ya sebenarnya udah ada rencana, Bang. Cuma kan aku butuh beberapa barang," balas Seruni. "Setidaknya aku harus menyelidiki siapa yang berkhianat sampai aku diculik," ucap wanita itu sambil sesekali membagi tatapan matanya, antara menatap Ozil dan layar ponsel yang dia pegang. Seruni bahkan sengaja membuat akun lain agar jejaknya tidak terlihat.
__ADS_1
"Kamu akan bergerak sendirian? Yang ada malah kamu nanti dalam bahaya."
"Kamu jangan khawatir, ini aja aku sedang memesan rambut palsu segala buat melakukan penyamaran. Kamu tenang aja."
Ozil pun terdiam. Dia seakan kehabisan kata untuk memberi nasehat pada wanita itu. Di saat bersamaan, para hantu muncul dan memberi kode agar pemuda itu keluar, Ozil pun menurutinya dan dia pamit pada Seruni untuk keluar sebentar.
"Kalian dari mana aja, sih? Kok baru kelihatan?" tanya Ozil begitu dia dan para hantu sudah berada di samping taman.
"Hahaha .. Bang Ozil kangen ya?" tanya Angrek. "Sama, aku juga kangen dengan isi celana Abang."
"Ishh ... kalian ini, orang ditanya serius juga," sungut Ozil, dan para hantupun terbahak.
"Hahaha ... kami habis ngawasin dua penjahat yang menculik wanita itu, Bang," jawab Lili. "Sepertinya, Bang Ozil harus menjebol segel wanita itu deh."
__ADS_1
...@@@@@...