HANTU-HANTU CANTIK

HANTU-HANTU CANTIK
Secara Bertahap


__ADS_3

"Zhang sedang bersama Seruni?" Dokter Sakurata sampai tergagap waktu menyebut nama dua wanita muda yang sangat dia kenal. Pria keturunan dari berbagai negara itu tidak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya saat nama Seruni juga disebut oleh wanita paru baya yang menjadi tuan rumah dimana dokter Sakurata berada saat ini.


"Iya, mereka sedang bermain berdua," jawab Ibunya Zhang tanpa menaruh curiga apapun terhadap tamunya. Semua yang melihat wajah dokter tersebut juga akan lebih percaya kalau kelakuan dokter itu adalah dokter yang baik. "Aku pikir zhang hilang karena semua barang barangnya ditemukan dipinggir jalan bersama mobilnya."


"Oh yah?" Sakurata kembali menunjukan rasa terkejutnya. Dia benar benar terkejut, dengan otak yang berpikir kalau semalam berarti anak buah Mbah Wiro berhasil menculik Zhang. Yang menjadi pertanyaan, bagaimana Zhang bisa kabur dan yang lebih mengejutkan, sekarang Zhang sedang bersama Cen Ling alias Seruni. Keponakannya.


"Karena langkah mereka sekarang sudah sampai di kamar pasien yang ditangani oleh dokter Sakurata, obrolan mereka pun terhenti dan dokter Sakurata segera memeriksa kondisi dan perkembangan dari pasien yang saat ini hidupnya menggunakan alat bantu khusus. Gerak gerik sang dokter tidak ada yang mencurigakan dan dia benar benar melakukan pemeriksaan terhadap pasiennya itu.


"Lalu dimana sekarang Zhang dan Seruni berada?" kemballi pertanyaan itu keluar dari mulut Sakurata setelah beberapa menit dia selesai memeriksa pasien. "Maaf, jika saya bertanya, soalnya sejak saya datang ke negara ini saya belum ketemu dengan keponakan saya sekalipun."


"Benarkah?" Ibunya Zhang sampai terperangkah mendengar ucapan sang dokter. "Sayang sekali saya tidak tahu mereka liburan dimana. Tadi yang menerima telfon suami saya, Dok. Tapi dia sudah berangkat ke kantornya."


"Wahh! Sayang sekali," Sakurata terlihat kecewa. "Ya sudah nanti saya tanya sendiri saja, sama sekalian minta nomer telfon Seruji," kilahnya.


"Emang dokter tidak punya nomernya?" tanya Ibunya Zhang.

__ADS_1


"Kan Seruni hobby yanti nomer ponsel. Apa Nyonya nomer yang tadi Seruni gunakan?"


"Oh, ada, sebentar."


Dokter Sakurata mengangguk dan sepertinya dia memiliki rencana, sampai meminta nomer telfon sang keponakan. Setelah itu, sang dokter lantas pamit undur diri dengan alasan akan mendatangi pasein lain. Yang sebenarnya terjadi, Sakurata akan menemui tiga anak buah Mbah Wiro. Selain memberi tahukan kabar tentang Zhang yang bersama Seruni, dia juga penasaran dengan apa yang terjadi semalam, hingga target mereka bisa kabur.


Sementera itu di tempat Ozil, Seruni dan Zhang masih nampak saling bercerita satu sama lain. bahkan saat Ozil masuk setelah menyelesaikan tugas paginya, kedua wanita itu masih nampak asyik ngobrol.


"Apa benar, kamu bisa melihat hantu kelima wanita yang diculik tahun lalu?" tanya Zhang langsung kepada Ozil begitu melihat pemuda itu masuk ke dalam kamar.


"Ya, aku dikasih tahu oleh Seruni. Apa mereka ada disini?' tanya Zhang lagi.


Ozil mengangguk. "Mereka ada di belakang kamu."


Mendengar jawaban Ozil, Zhang langsung membulatkan matanya. Secara spontan wanita itu langsung mnendekat dan menbekap tubuh Seruni. Matanya mengedat ke sekitar ruangan membuat Seruni dan Ozil tersenyum lebar melihat Zhang ketakutan.

__ADS_1


"Kalau mau, kamu bisa membantu Seruni untuk menemukan jasad kelima hantu itu. Kami sih sudah merencanakannya dengan matang, dan hari ini Seruni akan menjalankan rencana pertama yang kita buat," ucap Ozil lagi.


"Rencana apa?" tanya Zhang. "Apa itu berbahaya? Kenapa kita nggak lapor polisi saja?"


"Ya, seperti yang kamu dengar. Kita tidak mempunyai bukti yang cukup. Apa lagi dokter Sakurata merupakan dokter yang cukup berpengaruh, dan aku juga sudah mencari nama Mbah Wiro di laman pencarian, tapi aku tidak tahu yang mana orangnya. Soalnya ada beberapa nama dukun yang namanya sama," terang Ozil.


"Mbah Wiro? Apa itu nama asli?" tanya Zhang lagi. Di dalam benak wanita itu memang banyak sekali pertanyaan yang membuat dia penasaran. Bagi Zhang ini adalah peristiwa teraneh yang dia alami di jaman modern seperti sekarang ini. Apa lagi dia wanita yang terbiasa hidup di luar negeri, Zhang hampir tidak pernah mendengar hal hal mistis yang aneh aneh seperti yang sedang dia hadapi sekarang.


"Entah, aku sendiri kurang tahu. Makanya kalau kamu mau, kamu bisa bantu Seruni untuk menjalankan rencana kita. Kamu juga pasti sangat nggak nyangka banget kan, sampai mengalami hal seperti itu?" tanya Ozil lagi.


"Banget, aku benar benar nggak nyangka," jawab Zhang. "Baiklah, aku ikut misi kalian. Aku benar benar ingin membongkar borok dokter Sakurata."


"Oke, kalau kamu setuju," ucap Ozil, lalu dia menatap Seruni. "Ya udah, Run, mumpung masih pagi, mending kamu siap siap, sebelum satpam kantor datang."


"Oke, Bang."

__ADS_1


...@@@@@@...


__ADS_2