HANTU-HANTU CANTIK

HANTU-HANTU CANTIK
Indahnya Malam Minggu


__ADS_3

Beberapa jam kemudian, masih di malam minggu, tepatnya saat wakttu menjelang larut malam. Terlihat tiga pemuda berada dalam satu mobil yang sama dengan perasaan yang tidak bisa mereka gambarkan. Namun yang jelas tiga pemuda itu, malam ini benar benar menikmati waktu malam minggu mereka, meski ketiganya dalam status jomblo.


Setelah mendapat barang yang lumayan banyak sejak kepergian mereka tadi siang, dua dari tiga pemuda itu juga malam ini mendapat sesuatu yang tidak pernah mereka duga sebelumnya. Kedua pemuda itu tidak menyangka, salah satu sahabatnya akan mengajak mereka ke tempat yang bisa saja membuat tiga pemuda itu menjadi pria nakal.


"Gila, gila! Perjakaku benar benar hilang, sialan kamu, Zil," sungut Surya dengan mata fokus menatap arah jalan, karena kali ini dia kembali memegang kendali mobil.


"Hahaha ... sama," celetuk Cipto yang kembali duduk di belakang. "Apes banget kita. Punya sahabat malah menjerumuskan ke hal yang tidak baik. Untung di sana nggak ada orang yang satu kampung dengan kita. Kalau ada, bisa habis aku sama bapak."


"Ya sama, emangnya kamu doang?" sungut Surya. "Tapi tadi pelayannya enak banget sih, gila! Cowok normal mana coba yang bisa tahan, mendapat godaan seperti itu? Mana kita cuma pakai handuk kecil buat nutupin isi celana doang."


"Eh, Zil, kamu sering apa ke tempat itu? Kayaknya kamu biasa aja sedari tadi?" ucap Cipto yang sadar dengan sikap sahabatnya tidak seheboh dirinya dan Surya.

__ADS_1


"Ya nggak lah," bantah Ozil. "Ini pertama kalinya aku main ke tempat itu. Padahal sih udah lama ditawarin sama bosnya. Cuma aku nggak berani datang ke sana sendirian. Terus tadi mumpung ada kalian, jadi aku mampir aja ke sana. Nggak enak juga kan jika aku nggak main walau hanya sekali."


"Astaga! Kenapa kamu dari dulu nggak ngajak kita aja?" protes Cipto. "Kita nggak bakalan nolak kalau diajak ke sana kok. Udah enak, gratis lagi. Sering sering ya ngajak kita ke tempat itu lagi."


"Enak aja, aku yang nggak enak jika terlalu sering main kesana," sungut Ozil.


"Hahaha ... iya juga sih, mentang mentang dikasih gratisan, malah ngelunjak," ucap Cipto lagi. "Eh tapi itu sistem kerjanya gimana ya? Itu semua pakai plus plus kan?"


"Masa sih? Kamu tahu dari mana?" tanya Surya sambil menoleh sejenak ke arah Ozil yang duduk di sebelahnya.


"Ya kan kemarin aku dikirim tukang pijat ke rumah. Dari sana aku tahu semuanya. Jadi jika ada yang ngajak berhubungan badan, mereka juga bisa menolak karena nggak wajib. Bosnya tegas banget katanya. Malah jika ingin memutuskan berhubungan badan, semua diserahkan kepada si wanita, enaknya gimana. Lagian tarif pijat sama tarif berhubungan badan beda. Jika tarif pijat masuk ke bos mereka, tarif berhubungan badan langsung masuk ke pemijat itu sendiri, karena si bos mereka hanya membuka jasa pijat bukan jasa pijat plus."

__ADS_1


"Owalah gitu? Pantesan, tadi aku ditawarin, mau masukin apa nggak? Ya aku bingung, kirain satu paket, pijat sekalian enak enak, ternyata beda," ucap Surya setelah mendengar penjelasan sahabatnya.


"Aku juga tadi kaget pas ditawarin gitu, tapi kan batangku udah tegang banget, ya udah deh aku mau lanjut enak enak. Lagian kapan lagi coba ada kesempatan seperti itu. Mau ngajak anak orang juga aku nggak punya nyali, mau beli, sayang sama duitnya. Kerja susah susah, mau dibuang buat gituan," sahut Surya.


Ozil yang mendengar ucapan dua sahabatnya, hanya menunjukan senyum lebarnya lalu dia melempar pandangannya ke arah lain. Sepanjang perjalanan, mata Ozil masih bisa melihat beberapa makhluk lain dengan berbagai bentuk. Hal itu bukannya membuat Ozil takut, tapi dia kembali didera rasa rindu pada kelima hantu yang sudah menghilang dari hidupnya.


Sementara itu di tempat lain, seorang wanita terlihat sudah tebujur di atas sebuah ranjang kayu. Mata wania itu terpejam, dan di sekelilingnya ada tiga pria yang sedang memandangi wajah wanita itu.


"Setelah ini, apa yang akan kita lakukan, Bos?" tanya salah satu pria kepada pria lain bermata sipit yang dipanggil bos.


"Kita tunggu saja, orang yang menyuruh kita akan segera datang sebelum wanita itu sadar," ucap pria yang dipanggil Bos. Tak lama kemudian, mereka mendengar sebuah mobil berhenti dari arah luar. Ketiga orang itu pun beranjak meninggalkan tubuh wanita itu, tanpa ketiga pria itu sadari, di sana ada makhluk tak kasat mata yang wajahnya sama persis dengan wajah wanita yang terbaring di ruang itu. Makhluk itu mengikuti tiga pria yang mereka menemui seseorang yang mereka panggil Sakurata.

__ADS_1


...@@@@@...


__ADS_2